Unlimited Story About Us, a History For Our Future

Hari ini adalah ifthor jama’i pertamaku untuk Ramadhan di tahun ini. Bersyukur sekali Ramadhan kali ini aku dan para sahabat masih diberikan kesempatan untuk berbuka bersama. Hampir setiap kali Ramadhan di kota Padang, kami mengadakan acara buka bersama. Aku dan para ukhty tercinta.

Ini adalah Ramadhan kelima yang kami lalui. Tak terasa sudah 4 periode tahun ajaran kami lewati. Sebentaaaarr lagi… ya Sebentar lagi satu persatu dari kami akan mulai dengan kehidupan baru masing-masing pasca wisuda. Dan kami sadar, sedikit sekali waktu yang kami punya untuk melewatkan hari bersama dalam balutan ukhuwah.

Ukhuwah… ah betapa indah dan dahsyat kata ini. Kata yang mengantarkanku kepada indahnya kehidupan tarbiyah, indahnya kehidupan aktivitas kampus, dan betapa menakjudbkannya rasa demi rasa yang is suguhkan kepada kehidupanku dan mereka.

Tak hanya manis tentunya, kadang ukhuwah menyisakan rasa asin, pedas, pahit. Ahh… banyak rasa di sana. Dan tahukah kawan? Kami sangat menikmatinya! Masa-masa dimana kami pernah memberikan wajah termanis dengan senyuman bahagia, namun kadang pernah jua menyuguhkan tampang beringas marah ataupun cemberut penuh kekesalan, dan raut sedih berurai air mata. Kalau mau tahu bagaimana wajahku ketika menangis ria, silahkan tanya kepada mereka… Semua ekspresi telah kupersembahkan dihadapan mereka.

Kembali kucermati detik per detik kebersamaan kami. Mungkin saja ini Ramadhan terakhir kami bersama. Tapi aku tak berharap begitu. Aku masih menginginkan Ramadhan Ramadhan lain dimana aku dan mereka saling membersamai. Kupandangi paras-paras cantik para sahabat yang tentu sudah berbeda dengan Ramadhan pertama kami dulu. Dewasa. Itu yang kutemukan dari raut wajah itu. Aku ingin bertemu wajah-wajah ini lagi di setiap waktu. Aku ingin bertemu dengan mereka di Ramadhan tahun depan, Ramadhan tahun setelah tahun depan, Ramadhan di tahun tahun berikutnya, Ramadhan di tahun tahun tahun tahun berikutnya. Aku ingin bertemu dengan mereka selamanya! Walaupun wajah-wajah cantik ini telah mengeriput. Walaupun kelak pertemuan kami akan mulai riuh dan ramai dengan suara anak-anak, cucu, ataupun cicit. Aku ingin ukhuwah itu kekal sampai kami menutup mata.

Kawan, aku tahu ini hanyalah sepenggal kisah dalam kehidupanmu. Mungkin masih banyak kisah lain yang turut mewarnai hari-harimu. Yang lebih engkau favoritkan, tapi satu permohonanku, tetap simpanlah kisah kita ini dalam sebuah loker hati dan memorimu. Yang terkunci rapat dan terlindungi. Aku ingin engkau mengingat bahwa pernah di suatu masa aku, kamu, dan mereka menghabiskan masa dalam indahnya Ukhuwah…


milkysmile

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend, CERPEN^^, Cuap-Cuap Aini, niners, Puisi... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s