Aku, Mimpi, dan Sejumput Takdir Tuhan (part 3)

H-1…!!!


Rabu, 19 Oktober 2011 pukul 12.45. Ketika itu aku sedang terengah-engah membawa 7 kotak teh sebagai konsumsi untuk ujian proposal salah seorang sahabatku ke lantai 2. Ya, seperti biasanya kami selalu saling bahu membahu setiap kali ada teman yang ujian. Entah itu membantunya menyiapkan konsumsi untuk dosen, menyiapkan alat untuk presentasi, atau sekedar menenangkan sang peserta ujian. Kali itu aku terengah-engah karena takut terlambat. 15 menit lagi temanku akan ujian, dan aku bertanggung kawab untuk mengantarkan teh kotak itu. Dan dengan perut kelaparan karena belum makan sejak pagi, aku duduk di salah satu kursi di luar ruang seminar untuk menyantap snack apa adanya.

Sambil menelan gigitan terakhir kue yang sedang kumakan, tiba-tiba dosen pembimbingku keluar dari ruang seminar (*ketika itu salah seorang senior sedang ujian hasil). Beliau melihatku dan langsung memanggilku sambi berkata: Aini, seharusnya ujian Aini kan hari Jum’at ini. Tapi karena dosen A gak bisa, jadi beliau minta dipercepat jadi besok jam 12”

Rasanya aku baru saja mendengar petir menyambar ditelingaku diiringi marching band yang meniupkan terompet keras-keras bersama simbalnya yang mendayu-dayu.

Tak banyak ekspresi yang bisa kuungkapkan. Aku tak bisa memprotes tentang jadwal yang tinggal H-1 itu!!! Karena kurasa INI YANG AKU NANTI-NANTIKAN!! DADAKAN!! Dan TAK BANYAK WAKTU YANG KUPUNYA!!! Hahhhhh… rasanya aku ingin menangis sambil tertawa mendengar berita itu. Satu hal yang kusyukuri, Allah sedang berbaik hati tidak memberikanku waktu yang lama untuk ber-deg-deg-kan ria menyusuri H-sekian sebelum jadwal ujian. IA langsung menghadiahiku H-1…!!!

Tanpa membuang waktu, kuserahkan teh kotak itu kepada staff biro yang bertanggung jawab untuk distribusi sesajen para dosen penguji dan pembimbing.

Otakku bekerja cepat. Me-list hal-hal yang harus segera kulakukan. Oke! Pertama, tenangkan fikiran terlebih dahulu! Tarik nafas dalam!…dan eng ing eng… inilah yang harus segera kulakukan!

-Menjemput draft skripsi pulang ke rumah! Dengan kecepatan yang entah berapa saja aku berhasil mencapai rumah dalam waktu 20 menit, mengambil 3 buah skrispi yang sudah kukopi dan memacu kendaraan kembali ke kampus.

-Kembali ke kampus, meminta surat ke biro untuk dosen-dosen penguji yang akan diundang. Ternyata suratnya belum selesai. Ok, ini hanya akan memakan waktu sebentar. Aku akan menunggunya sembari menunggu temanku selesai ujian proposal yang akhirnya tak sempat untuk kusaksikan secara langsung.

-Menghubungi dosen yang keberadaanya sekarang antah berantah. Belum bisa kudeteksi untuk memastikan mereka bisa hadir besok tepat pada waktunya dan menanyakan bagaimana caranya aku bisa memberikan draft skripsiku untuk dibaca. Alhamdulilah, aku mendapatkan dosen yang cukup dengan mengirimkan pesan singkat lewat Handphone, mereka segera mereplynya. Kadang orang sibuk memang tidak sempat untuk banyak berbasa basi dengan cara verbal. Aku sungguh bahagia melihat balasan sms dosen walau beliau Cuma mengetik : Ya! Atau Ok! Ke rumah aja!

-Menyebarkan draft skripsi itu ke masing-masing dosen. Alhamdulilah pemibimbing satu dan dua bisa kutemui di kampus.

-Pergi ke Rumah Makan terdekat untuk memesan nasi kotak sebagai sesajen untuk konsumsi para penguji dan pembimbing.

-Berkunjung ke rumah dosen untuk mengantarkan draft yang tersisa. Salah satu alamat harus kucari denagn cara tersesat terlebih dahulu, namun tak masalah. Hanya rintangan kecil.

-Menuju Toko Buah di Pondok untuk membeli buah (karena ujiannya pukul 12, sesajennya terdiri dari nasi kotak, buah, dan minuman). Untuk minuman akan kubeli besok saja di Pasar Baru.

-Next: ke minimarket Singgalang, membeli buah yang lain, buahnya ada 3 macam. Kalau dibeli semua di toko buah Pondok akan sangat mahal sekali.

-Ke wisma, meminta tolong para akhwat untuk membungkus buah-buah itu menjadi paket-paket kecil yang menarik.

-Ke tempat salah seorang temanku meminta buku yang kupikir akan kubutuhkan untuk persiapan materi besk

-Ke tempat Desi meminta contoh slide ppt presentasi seminar hasil… huaahhhh ini sebenarnya adalah hal yang PALING PENTING, namun belum bisa kukerjakan.

Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Aku menuntaskannya dalam setengah hari itu sampai azan maghrib berkumandang. Dan hasilnya, badanku panas dingin karena kesibukan di tengah-tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Mendung, gerimis, dan dingin. Malam itu aku mempersiapkan bahan dengan rasa penat dan capek. Tak banyak yang bisa kusiapkan. Rasanya tubuh ini memintaku untuk tidur lebih cepat. Baiklah… besok akan kulanjutkan perjuangan ini.

(con’t)

milkysmile

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cahaya Legend. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s