— Cuplikan cerita dalam dwilogi : Padang Bulan+Cinta di dalam gelas, Andrea Hirata

Kami punya warung kopi dengan menu “kopi miskin”, yaitu kopi bagi mereka yang melarat sehingga tak punya uang cukup untuk membeli “kopi biasa”. Namun ganjarannya, ia mendapat kopi tanpa gula, sebab harga gula mahal. Maka kopi miskin adalah kopi pahit, sepahit-pahitnya, seperti nasib pembelinya.

Pamanku yang berjiwa lapang dan merupakan umat Nabi Muhammad yang amat pemurah, secara diam-diam menyuruh kami menambahkan gula untuk “kopi miskin”, karena ia tak sampai hati pada kaum yang papa itu.
Namun, aneh, pembeli melarat yang telah terbiasa dengan kopi miskin malah tak menyukai hal itu.

Pelajaran moral nomor dua puluh dua : Kemiskinan susah diberantas karena pelakunya senang menjadi miskin!

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to — Cuplikan cerita dalam dwilogi : Padang Bulan+Cinta di dalam gelas, Andrea Hirata

  1. Pingback: RANGTALU

  2. noeroel says:

    yup, memungut pelajaran2 berharga di setiap kata yang teruntai

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s