Pelajaran untuk Sebuah Mimpi…

Adakalanya pedang yang kita harapkan dapat menebas semak belukar yang ada di depan kita justru berbalik melukai dan menggores diri sendiri. Tapi itu tidak masalah jika kita memiliki teknik berpedang yang baik…

Dan adakalanya ketika kita berharap adanya suatu fasilitas yang dapat memuluskan langkah kita di jalan ini justru malah menambah batu kerikil dan duri yang tajam, berbalik menyakiti kita. Ah, tampaknya memang kita tidak boleh terlalu berharap terhadap sesuatu. Namun rasanya harapan yang menggebu-gebu terhadap bantuan dari seseorang yang kita yakini memiliki fikroh senada dengan apa yang kita fikirkan bukanlah hal yang berlebihan. Selama itu dalam batas kewajaran. Namun mungkin yang harus kita antisipasi adalah kenyataan pahir yang justru 180 derjat melenceng dari apa yang kita fikirkan. Dan untuk hal tersebut, tentu saja kita tidak boleh berputus asa.

Iya ibarat kaca berdebu, ah bukan mari kita gunakan istilah pedang itu saja. Iya ibarat pedang. Yang memiliki ujung tumpul untuk memegang dan mengendalikan dan ujung runcing yang bisa menyakiti. Mungkin yang harus kita lakukan saat ini adalah mempelajari beberapa teknik memgang pedang. Mengambil hatinya dan mengarahakannya sesuai denagn teknik yang sudah kita kuasai. Hmm mungkin perlu berdiskusi dan melakukan beberapa intervensi untuk menjinakkan pedang ini kawan… Dan karena itulah kamu masih dibutuhkan disini. Dipanggil kembali untuk masuk dalam lingkaran itu. Karena karena memang kamu masih potensial.

Setelah kita berdiskusi nanti, mungkin kamu akan mendapatkan beberapa pelajaran dan hikmah yang bisa kamu pakai sebagai bekal untuk memperjuangkan mimpimu di masa depan. Kelak ketika kamu sudah menjadi “seseorang yang di bahunya tersampir harapan sekelompok umat”, janganlah kamu tiba-tiba justru menjadikan jalan mereka semakin sempit, namun perlapanglah. Jadikan apa yang kamu miliki sebagai pedang yang tidak akan menyakiti, yang tidak melukai. Namun jadikanlah dirimu sebagai pedang yang justru akan membela, menyingkirkan semak belukar yang ada.

Ya begitulah…. jadikan ini pelajaran. Inspeksi dan investigasi. Ini tugas kita!!

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s