Kue Pernikahan Islami

Barusan Aini di kirimi (tagging) note unik  oleh salah seorang sahabat di Facebook. Setelah meminta izin (*mudah-mudahan diizinkan) Aini mau sharing dengan teman-teman semua di sini.

😀

just check it ouuutt!!!

Bahan :

1 lelaki sehat,

1 perempuan sehat,

100% komitmen,

2 pasang restu orang tua,

1 botol kasih sayang murni.

Bumbu :

1 potong besar humor,

25 gr rekreasi,

1 bungkus doa,

2 sdt saling menelepon,

5 kali ibadah/hari

(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Cara Memasak :

1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya

sehingga tersisa niat yang murni.

2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang

tua secara merata.

3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api

merata sekitar 30 menit di depan penghulu.

4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.

5. Kue siap dinikmati.

Tips memasak :

1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.

2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena

dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba

bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya

terjamin.)

3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena

walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu

konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak

kesehatan.

4. Gunakan Kasih sayang cap “DAKWAH” yang telah mendapatkan

penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak

dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan

lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa

potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah”.

Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin semuanya halal kok!!

*****

Gimana?? lucu kan??? oh gak lucu ya.. ya udah lah kalau tidak lucu….

:p

Pernikahan ini memang sesuatu banget ya kalau sudah dibahas. Gak habis-habis dan gak bosan-bosannya. Kalau Ni sendiri jujur sudah “agak” jengah mendengar topik ini selalu menjadi jajaran Top news yang selalu di bahas di berbagai forum. Bahkan ketika agenda senada dengan tema “kuliah pranikah” diadakan beberapa waktu yang lalu, Ni sendiri merasa enggaaann dan sangat ogah untuk datang. Hallow!! Apakah hal ini adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas di depan khalayak ikhwan dan akhwat secara bersamaan???

Bukan…  bukan karena Aini membenci tema pernikahan, tapi ‘hemat’ Aini sebagai seseorang yang tidak terlalu berilmu  ini, hal ini adalah sesuatu yang sebaiknya dibicarakan di tempat yang seharusnya lebih’menjaga’ *you know what I mean lah… Misalnya liqo’at/pengajian akhwat dengan member sesama akhwat, di liqo’at ikhwan dengan member sesama gender mereka. Coba bayangkan bagaimana perasaan seorang wanita/ laki-laki yang mungkin belum mendapatkan jodoh mereka pagahal mereka sudah mampu ketika membahas hal ini di depan volume manusia yang super rame. Bahkan Ni dengar-dengar kabar katanya porsi kedatangan akhwat lebih buanyak (pakai ‘u’ untuk mengindikasikan sangat banyak) dibandingkan laki-laki.  Ada pula akhwat yang secara terang-terangan bertanya apa follow up dari acara itu… huaahh.. apa kagak gubrak tuh!! haha ckckckc…. Walaupun sebenarnya itu juga merupakan moment yang tepat untuk menyentil para manusia tentang pernikahan itu sendiri.

Huah, ribet ya. Kalau Ni sendiri berprinsip jalani saja seperti apa adanya. Jangan terlalu memikirkan, tapi jangan sampai tidak dipikirkan juga. Ada banyak target dan mimpi yang sudah dirumuskan dalam kehidupan kita. Ada banyak hal yang sebenarnya patut lebih kita resahkan dibanding dengan meresahakan masalah pernikahan terus menerus. Contohnya bagaimana segera membalas dan berbakti kepada orang tua, bagaimana bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar, bagaimaan agar kita juga bis aberpratisipasi untuk mengurangi bencana kelaparan di Somalia, memikirkan adik-adik atau saudara kita yang masih belum berhijab dengan baik, terlalu banyak yang harus kita pikirkan kawan!

Jadi, lagi-lagi Ni cuma bisa geleng-geleng kepala sambil sesekali tersenyum, mendapati banyak sekali ikhwan akhwat yang mengupdate status tentang “dimanaaa dimanaaaa jodohku nanti *iramaAlamataPalsuAyuTingTing* atau note note melankolis tngkat maut yang membahas seperti “untuk calon jodohku kelak”. Huah… karena hal hal seperti ini justru membuat semakin berpikir “ini ngapain sih sebenarnya!”

Pffttt,,, mendingan gak usah terlalu dipikirkan deh note Aini kali ini. Ini mah argumen aini doank. Dan bahkan barangkali Aini sepertinya secara tidak sengaja ikut berpartisipasi menjurus ke hal di atas. Hah… tapi kalau untuk skala facebook please deh jangan melankolis2 lagi. Emang dibaca apa sama tuh orang yang pasti bakal jadi jodoh kita ??!!??.

Untuk sesuatu yang insyaAllah memang sudah disiapkan oleh Allah untuk kita, maka bersabar aja. Pelajari dengan baik aturan dan tata tertibnya, dan jangan melebih-lebihkan sehingga justru menjadi gerbang penyakit hati sendiri. Ntar orang orang yang awalnya gak punya basic melankolis mendadak melankolis gara2 baca tuh status atau note.

ya ya ya.. oke oke…

Sorry jiddan untuk dumelan ini guys!

Peace, love and cenat cenut!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s