Sesuatu di 26 November 2011

Malam ini aku sangat ingin menuliss…


Menulisss dengan bebass!! Sebelum profesi merenggut porsi yang satu ini kelak.


Alhamdulilah… hari “baralek gadang”-nya Unand itu akhirnya datang juga. Pada Sabtu, 26 Desember 2011 itu, prosesi sakral yang lebih merupakan “starting point” bagiku untuk melangkah lebih kedepan telah terlaksana. Dengan begini aku sedikit merasa lega dan bahagia. Kemudian selain kelegaan dankebahagiaan apalagi yang kudapatkan???? Hmm…. Yang kudapatkan adalah kebahagiaan, kebahagiaan, kebahagiaan, dan kecemasan! Haha


Yap… bukan berarti setelah menyandang gelar S, Kep dibelakang nama semua perjuangan usai. Haha.. tidak seperti itu kawan. Program Studi kami sama seperti jurusan kesehatan lainnya yang pasca wisuda engkau tidak akan langsung lega maksimum untuk kemudian melenggang melamar pekerjaan atau menciptakan lapangan usaha sendiri. Namun justru tantangan dan ujian “nyata” menghadang. Ekstrimnya, ujian “nyata” ini berlangsung seminggu lagi!! Waw!! Itulah ujian kompetensi di RS yang insyaAllah akan terjadi pada tanggal 5 Desember mendatang. Sebuah fase lain yang akan memutuskan apakah aku layak untuk menjalani siklus profesi untuk mengukuhkan gelar S,Kep menjadi NERS!

Ok, lupakan sejenak masa-masa itu. Aku sedang menikmati kebahagiaan ini. Kebahagiaan yang kudapatkan setelah mendapatkan senyum Ayah Bunda dan keluarga mengukir di hari wisudaku. Alhamdulilah semua keluargaku datang menyaksikan agenda ini. Dan ini benar-benar moment yang tepat untuk kami sekeluarga berkumpul di kos-kos-anku yang walau Cuma kontrakan biasa, namun cukuplah untuk kami berkumpul. Aku bisa melihat raut kebahagiaan itu pada wajah ayahku. Yang saban hari lelah mencari nafkah.


Dan sekarang kos-kos-an ini kembali sepi. Adikku yang kuliah di kesmas masih ada di kampus sampai pukul 7.30 malam ini karena ada agenda kampus. Hmm… dua malam ini kosku rame. Sama ramenya ketika bulan April kemaren akak wisuda.


Dan sungguh moment kebahagiaan berkumpul seperti ini sangat langka terjadi. Karena keluarga kami terpecah di tiga tempat. Ayah, Uda, Akak di Dharmasraya. Ibu, Syifa, Adit di kampung halaman 50 Kota, sedangkan aku dan adikku yang besar di Padang. Jarang sekali kami bisa berkumpul lengkap seperti ini.


Dan tentu saja aku ingin mengulang moment kebahagiaan yang sama untuk tahun tahun berikutnya… insyaAllah,,,,,
🙂

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s