2 Kesyukuran di Antara 1 Kesedihan Hari Ini

Hmm…. Tunggu, sebetulnya bukan hanya “dua” hal yang harus kusyukuri hari ini. Tapi buaaaanyaaakk sekali. Mulai dari setiap hembusan nafas di pagi hari yang masih tetap membuat mataku terjaga untuk kemudian melakukan banyak aktifitas di 1 Desember ini. Yah I mean, kita sebagai manusia  yang sehat tidak perlu membawa kanula nasal dan tabung oksigen kemana-mana secara Allah sudah memberikan 100% discount untuk semua itu lengkap dengan peralatan canggih sistem pernafasan dan udara plus sistem-sistem yang lain.

OK, mungkin ini terlalu berbelit :p Namun jujur ada dua kejadian hari ini yang patut untuk amat sangat Ni syukuri. Yang pertama, alhamdulilah Aini, S.Kep (hehehehe) telah berhasil melalui uji kompetensi di RS M.Jamil serta berhak melanjutkan pendidikan di 9 siklus profesi selama lebih kurang 10 bulan kedepan. Alhamdulilah ya Rabb…

Aneh memang ya. Perasaan baru hari Sabtu kemaren bereuforia dengan toga dan seragam Hogwart Harry Potter dan kawan-kawannya itu sebagai seorang wisudawati, namun itu tak lama. Mulai Senin kami sudah kembali berkutat dengan diktat-diktat praktikum, labor keperawatan, berlatih pagi sampai sore untuk kembali menguasai teori dan tindakan keperawatan sebagai persiapan menghadapi uji kompetensi di RS yang semula jadwalnya tanggal 5 dipercepat jadi tanggal 1. Ckckckckck what a life! Kami betul-betul sibuk 3 hari itu.

Dan alhamdulilah ketakutan kami karena merasa masih belum siap menghadapi uji kompetensi lepas sudah hari ini. Dari lebih kurang 15 tindakan yang harus kami hapal lengkap dengan teorinya yang amat sangat banyak ragam macamnya (*sehingga engkau harus berprinsip,“teori boleh beda, asal kita tahu rasionalnya”),dan hanya ada 1 tindakan yang akan diuji, penetuan tindakan apa yang akan kita lakukan ditentukan melalui lot. So that kita harus menguasai semua secara lengkap. Fiufftt tahulah bagaimana grogi, deg-deg-an, dan saltingnya, walau sudah belajar keras dengan modal man jadda wa jada dan teori lebih keras berusaha lebih dari ukuran normal ala Alif dan kawan-kawan di N5M plus keyakinan 5 cm . Karena yang akan menguji adalah pakar-pakar keperawatan M.Jamil langsung, rasanya lebih mengerikan dari sidang hasil skripsi.

Ya seperti itulah. Akan banyak ujian demi ujian yang akan menghadang kita kedepannya. Bukan berarti dengan lulus sidang skripsi engkau akan bebas dari ujian kawan! Camkan itu baik baik anak muda! #phuehehehe.

Hal kedua yang harus kusyukuri adalah tentang bagaimana Allah masih mempercayakanku untuk memiliki HP yang sekarang berada di sampingku ini. Hehehe. Masih ingat dengan tragedi N70 yang dua kali masuk got??? :p pasca kerusakan akut N70, memang HP ku silih berganti datang dan pergi. Tapi alhamdulilah tidak pernah raib diambil si tangan panjang. Memang selama ini aku cukup “cayah” alias teledor dalam menjaga HP2 ku. Seperti hal nya hari ini, si HP nyaris melayang dari genggaman tangan. Dan aku akhirnya sadar itu HP kok gak nongol-nongol setelah sampai di rumah. Ya Allah, disinilah aku merasakan getaran ketakutan akan kehilangan. Rasanya lain! Beda dengan perasaan jika HP tidak ketemu namun sebetulnya masih berada di sekitar kita. Akhirnya dengan HP yang satu lagi (#sok kaya #sebenarnyaHPpinjeman #minjemDariAllahMaksudnye) aku mencoba menelfon tuh HP untuk mengindentifikasi keberadaanya kalau terselip di salah satu sudut rumah. But, nothing. Suara dengungan itu tidak diiringi dengan ringtone yang kuharapkan berasal dari salah satu sudut rumah. Ya Allahhhhh… ternyata ia memang tidak berada di rumah ini!! Panik, tiba-tiba merasa bersalah, ya Allah mungkinkah kalau tuh HP tercecer di tengah jalan (#karena kejadian ini sangat sering terjadi, kemaren aja sempat jatuh di tempat pecel ayam), kemudian dipungut oleh seseorang yang tidak berniat untuk mengembalikannya? (*bahasa kerennya pe*c*r*)????

Tenang Ni, tarik nafas dalam…. hembuskan…. toh itu hanya titipan Allah yang seharga sekian ribu, dan kalau memang masih diamanahkan insyaAllah akan balik ke haribaanku juga. OK, well… kita try and see…

Kucoba menelfon lagi, dan…..  dan,,,,, dan…. dan akhirnya ada seseorang yang mengangkat di seberang sana. Suara Bapak-bapak yang ramah. Dan dengan sangat jujurnya bapak yang baik hati itu mengabarkan bahwa HPku tertinggal di mesjid Asy Syifa’ RSUP dan dipungut oleh ibuk ibuk jamaah yang kemudian menyerahkannya ke si Bapak yang baik hati. Subhanallah, alhamdulillah… HP itu jatuh ke tangan orang yang tepat dan aku segera memperkenalkan diri sebagai si pemilik HP dan akan segera menjemput nya  kesana. Demikianlah, si Bapak yang baik hati menungguku di depan mesjid dan menyerahkan HP tersebut. Aku sungguh-sungguh berterimakasih kepada si bapak yang baik hatinya itu besert aibuk ibuk jemaah yang tidak kalah baik hatinya. Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada mereka. Memang HP ku tidak seberapa harganya, namun di sana ada kartu yang baru diisi pulsa 10 ribu dan 1 kartunya lagi adalah kartu-ku yang paling dikenal oleh teman2 #gakPenting #apaIni!!  🙂

Hmm… dan 1 kesedihan pada hari ini adalah tentang kegalauanku akan performa seragam profesi yang akan kukenakan 10 bulan ke depan. Ya ya ya… aku akan tampil sangat berbeda kawan. Jika kelak engkau menemukanku sedang beredar dengan seragam dinasku yang baru ini, kuharap engkau dapat memakluminya. Dan aku masih mencari cara dan mengatur strategi untuk membuatku merasa nyaman tanpa harus menghilangkan jati diriku selama ini. Jujur, aku sangat takut jika aku “terlalu” merasa “nyaman” dan terlalu cepat “beradaptasi” dan mengikis semua identitas yang dengan susah payah kupertahankan.

Dunia klinik itu kabarnya sungguh kejam kawan! Dunia pasca kampus dimana engkau berada dalam lingkaran komunitas yang akan melihatmu secara berbeda dan belum tentu bisa menerimamu apa adanya. Selalu harus ada yang dikorbankan. Tempat dimana engkau harus lebih berjuang mempertahankan idealismemu di tengah zona yang sama sekali berbeda. Dan mulai dari sekarang aku harus memegang “itu” dengan sangat kuat! Ya,,, walau sejujurnya ketakukan itu selalu ada, namun satu hal yang membuat ku yakin untuk selalu bisa selalu bertahan, adalah bagaimana aku menjaga hubunganku dengan Allah. That’s the Key…

Dan lagi-lagi di setiap untaian do’a, kupanjatkan kepada Allah,“Ya Rabb…. please…hold my hand… forever…”

Do’akan aku selalu kawan! Untuk tetap istiqomah di jalan “ini”…. 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend, Cuap-Cuap Aini, Islamic Nurse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s