Komunikasi… Betapa Pentingnya kata itu….

Aku teringat dengan 2 kejadian terakhir ketika pulang kampung. Yang semakin menyadarkanku akan pentingnya kata-kata “komunikasi” alias “menyampaikan pesan”. 

Sebenarnya sudah lama aku ingin memposting tulisan ini, namun entah setan apa yang bersarang selalu membuatku menunda-nundanya. Sampai akhirnya di tengah siklus gerontik yang menggemukkan ini (hehehe, di sini makan 3 kali sehari dengan lauk pauk yang amat sangat lezat), aku justru teringat dan ingin langsung menceritakannya di blog.

Jadi ketika kepulanganku seminggu lebih yang lalu, adikku yang sekarang kuliah di KM semester 1 sedang ada semacam agenda mengadakan sosialisasi tentang FK sekaligus try out untuk anak MAN 2 Payakumbuh. 

Kami sudah mewanti-wanti untuk tidak pulang terlalu larut malam. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Sampai pukul 20.30 adikku masih belum pulang ke rumah. Terakhir menghubungi, ia sedang berada di Mesjid Muhamadiyah untuk sholat maghrib. Seharusnya ia sudah sampai rumah sekitar pukul 7 malam. Menginjak pukul 8 aku dan Ama sudah mulai panik dan berusaha menghubungi HP nya dan nomor teman temannya yang kami ketahui. Tapi hasilnya nihil. Berbagai pemikiran buruk pun melintas, entah itu kecelakaan bermotor, diculik, atau dirampok mungkin. Tapi akhirnya kami berserah diri sambil berencana untuk memarah-marahinya kalau sudah pulang nanti.

Akhir cerita, adikku itu pun pulang ke rumah dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Ternyata HP adikku dan HP temannya mati alias tidak ada bateray sedangkan mereka masih harus ke rumah salah satu dokter untuk meminta dana demi berlangsungnya acara mereka yang berikutnya. Sungguh sama sekali tidak bisa mengabari ke rumah.

Cerita berikutnya masih di malam yang sama, uda-ku yang kebetulan juga pulang untuk menghadiri acara baralek temannya, sedang dalam perjalanan  kembali ke Padang untuk pulang ke rumah istrinya. Uda-ku berangkat sore. Sebelumnya Ama sudah mewanti-wanti untuk mencharge HP nya yang sudah low. Tapi menurut uda baterai nya cukup untuk sampai di Padang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, tiba-tiba istri uda yang tengah hamil tua menghubungiku mengabari uda belum sampai di Padang dan HP nya tidak bisa dihubungi. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu terkejut dan cemas. Karena aku tahu dari twitter bahwa sedang ada macet besar-besaran di Silaiang sampai Sicincin yang disebabkan pengalihan jalur truk dari Solok ke Silaiang. Aku langsung menenangkan kakak iparku dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut. Tapi kakakku itu tetap saja tidak bisa tenang. Aku memaklumi ini, emosi dan psikologis seorang calon ibu muda yang tengah hamil tua sungguh sangat rentan dan labil. Haduh… aku dan Ama kembali dipusingkan.

Finally, tepat pukul 12 malam udaku sampai juga di Padang. Dan sang istri sudah menangis saking cemasnya.

Aku dan Ama menarik nafas lega…

Hmm….

Setelah kejadian Gempa 30 September 2009 lalu dimana aku sempat kehilangan komunikasi dengan orang tuaku  dan membuat mereka amat cemas karena belum mendapatkan kabar dari kami anak-anaknya yang di Padang,  sampai-sampai akibat kecemasan yang mendalam membuat Apa-ku harus dirawat di RS karena jantungnya kambuh untuk pertama kalinya beberapa minggu setelah shock gempa. 

Dan sekarang, aku semakin menyadari betapa pentingnya saling memberikan kabar dan berkomunikasi. Betapa beruntungnya manusia yang hidup di zaman sekarang di mana kita saling memiliki alat komunikasi berupa telepon celuler. Bayangkan pada zaman dahulu sebuah kabar itu memakan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai kepada receivernya. 

Sekarang zaman sudah semakin canggih. Bahkan kita bisa mencari kabar dari sahabat-sahabat yang jauh dari kita, melihat gambar-gambar dan keadaan mereka saat ini. Bandingkan dengan zaman dahulu. Rasanya ketika teman kita sudah berpindah tempat, sama artinya dengan putus hubungan dan tidak akan menerima kabarnya lagi.

Jadi kesimpulan penting yang mungkin juga bisa ditarik dari kisahku kali ini adalah : Jaga HP mu jangan sampai Lowbath!!! #penting #JanganDiabaikan!!

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend, geje. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s