Melupakan

Aku selalu bertanya kenapa “melupakan” mungkin menjadi sebuah solusi?

Aku selalu bertanya kenapa orang-orang  mengatakan “melupakan” adalah pekerjaan yang susah?

Dan aku selalu penasaran bagaimana beratnya perjuangan “melupakan”!

Sekarang…

Semuanya terbuka sudah…

1 jawaban atas 3 pertanyaan….

Tak ada kalimat pasti untuk 3 bait nyanyian di atas, melainkan hanya:

“Rasakan, dan engkau akan tahu jawabannya….”

(Aini, 2011)

Sungguh jenaka sekali, bagaimana aku yang pelupa ini butuh jutaan waktu untuk melupamu. Menghapus senyummu butuh jutaan liter air mata. Merepih jejakmu butuh melewati ratusan mimpi.

Sungguh jenaka kamu membuat aku seperti ini, kamu mungkin sudah berada di jalan yang tak lagi sama, tapi aku terus melewati jalan itu untuk mencarimu.

Tuhan aku hanya ingin lupa.

Buatlah dia seperi kabut yang perlahan menghilang saat siang dan tak akan kembali esok pagi.

Boleh aku amnesia?

(Rahne Putri)

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini, geje, Karya, Puisi... Bookmark the permalink.

2 Responses to Melupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s