Pernah Di suatu Masa…

Kubuka lagi lembar demi lembar percakapan kita yang tersimpan rapi  di sebuah catatan maya sejak beberapa tahun yang lalu…

Ternyata berbait-bait huruf pernah kita ukir di sana…

Mulai dari serabutan kata duka, bahagia, narasi keisengan, sampai catatan kejahilan masa muda …

Sampai akhirnya di sana kutemukan sebuah narasi yang sungguh indah… Sangat cantik dan membuatku terpana…

Aku sejenak merasa berbahagia,,,

Sungguh, aku tidak sedang bergurau kawan!

Di sana engkau menulis begini : insyaallah ni… kami selalu ada untuk uni, untuk **C, untuk perjuangan kita….

Aku terharu membacanya…

Itu kalimat terindah yang kutemukan dari semua rangkaian kalimat ambigu yang sudah saling kita lempar…

Itu… tulisan itu terpostkan beberapa tahun yang lalu!! Kau ingat kan?? 

Aku bereuforia dan menikmati keharuanku ketika membaca kalimat itu kawan…

Sampai akhirnya sebuah pesan masuk ke telepon selulerku… yang sontak membuyarkan segala lamunanku akan kedahsyatan kata bertahun yang lalu itu.

“Uni, bagaimana kalau aku mengundurkan diri?”

Tetiba aku merasa ada semacam petir peringatan yang menyambar di atas kepalaku.

Tetiba aku seperti diingatkan akan realita kekinian yang lebih nyata 

dan tetiba aku merasa malu karena sudah mengharu biru dan berbahagia 

Pernah…. di masa-masa itu… Kita saling bahu membahu. Mengukir hari dengan senandung perjuangan.

Pernah…. di detik-detik itu… “berjuang” menjadi kata favorit yang saling kita lemparkan.

Pernah…. di secarik catatan kehidupan, kita merangkai moment-moment indah perjuangan

Dan saat ini… kita berdiri di masing-masing lini namun  seolah tak lagi berpegangan tangan.

Masing-masing terombang ambing dengan jalan hidupnya yang membuat jarak di antara kita menjauh.

Dan kita  mulai meninggalkan dan beranjak dari sana.

Walau sebenarnya tidak dapat dipungkiri aku, kamu, kita semua masih tetap memiliki semacam pertalian yang tidak akan pernah terdefinisi secara sempurna dengan sesuatu yang kita sebut dengan “Perjuangan Kita” itu!!

Aku, kamu, kita, dan perjuangan

Akankah masih ada??

Demi kata-kata  “Perjuangan Kita” yang baru saja mengisi lagi memori ini, aku hanya memohon… Please don’t go so far away…

Ataukah aku harus memohon kepada sang waktu untuk berbalik memutar detik-detik itu untuk mempertontonkan lagi sepotong rekaman kehidupan aku dan kamu dengan “perjuangan kita” agar engkau lebih paham dan mengerti betapa berharganya sesuatu yang bernama “perjuangan kita” itu????

@Sicincin…

By : Aini…. yang sedang “merindu”

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pernah Di suatu Masa…

  1. ikrim says:

    :’)
    semangat kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s