De JaVu

Saat ini sebenarnya ku sedang berkutat dengan berbagai macam bentuk laporan. Namun sesuatu telah mengusikku untuk menuliskan ini di blog.

Begini ceritanya….

Jadi, berbagai macam cara harus aku usahakan untuk tidak membuat mono kegiatan tulis menulis laporan ini. Maka oleh sebab itu, aku selalu memutar Mp3 dari laptop ataupun HP. Musik cukup membantu untuk membuat mataku selalu nyalang dan setidaknya tidak membuat suasana “langang” kos-kos-anku semakin “LANGANG”.

Jujur, aku sudah sedikit bosan dengan berbagai macam jenis musik yang sekarang bersarang di laptop. Mulai dari nasyid sampai J-pop K-pop sudah melanglang buana di otak ini, tetiba aku teringat pernah mengopy beberapa folder lagu-lagu lawas dari seorang rekan sejawat ketika dinas di Sicincin. Maka jadilah seharian ini aku menulis berlembar-lembar double folio ditemani suaranya Betharia Sonata, Dewi Yul, Rinto Harahap, Ebiet G.Ade, Yuni Shara, Franky dan Jane, dan entah siapa lagi yang aku juga tidak terlalu mengenalnya.

Kawan, pernahkah engkau merasa dejavu, seperti pernah mengenal sesuatu, atau tetiba merasa terlempar ke suatu masa dimana engkau pernah berada di sana menjalani aktivitas sebagai manusia?? Aku pernah!

Dan itulah yang saat ini terjadi pada diriku, aku tahu ini mungkin efek lagu-lagu lawas yang sedang kudengar. Terutama ketika Ebiet G.Ade dan Franky Sahilatua mengalun. Aku sering mendengar lagu-lagu ini karena Papaku mengoleksinya dahulu. Dan Ebiet, aku sudah sangat menyukainya dari dahulu.

Dan tetiba, aku seperti sedang terlempar ke masa-masaku kecil, aku SD, aku menjalani masa SMP, SMA, Kuliah…

Argghh… semuanya bergantian berputar di dalam otakku. Dan aku seperti sedang terlampar jauh sangat jauh dari masa-masa itu. Benar adanya jika dikatakan sesuatu yang paling jauh dengan kita saat ini adalah masa lalu. Dan tentu kita tidak akan pernah bisa kembali ke zaman-zaman itu.

Dan lagu-lagu ini setidaknya cukup memberikan nuansa/suasana seolah-olah aku kembali berada di “waktu-waktu” itu. Walaupun keberadaanku disana fiktif dan ini jelas hanya permainan ilusi otakku saja. Dan jujur aku suka mengingat masa lampau. Masa lalu bagiku adalah rangkaian cerita yang tidak boleh dilupakan. Setidaknya dengan begitu aku semakin menyadari kenapa aku bisa menjadi aku yang sekarang. haha.. mungkin ini sedikit ribet dan berbelit-belit, karena aku juga tidak mampu memvisualisasikan perasaan yang kurasakan saat  ini dengan kalimat cantik untuk kasus ini.

Contohnya saja ketika Ebiet menyenandungkan “Aku Ingin Pulang” aku merasa sedang berada di masa-masa KKN. Dulu aku sering memutar lagu ini dan lagu “Ayah” ketika berada di posko KKN. Dan ketika mendengar lagu ini, aku merasa bisa merasakan aura kesejukan negeri tempat ku ber-KKn dulu 🙂

Ketika mendengar lagu “perjalanan” aku merasa sedang terlempar ke masa-msa SD. Dulu aku sering mendengar lagu ini dari pemutar VCD di ruang keluarga. Apa yang mengkoleksinya. Dan dari semua koleksi lagu Franky dan Jane di VCD, aku paling menyukai lagu ini. Dan aku juga sangat menyukai video clipnya, seolah aku lah si pejalan yang sedang bertemu dengan orang tua yang kehilangan anak yang mirip denganku. Haha… dulu ketika SD aku juga sering berkaraoke menyanyikan lagu ini.

Dan ketika mendengar intro “camelia” dan “menjaring matahari” dari Ebiet G.Ade aku seakan sedang berdiri di bundaran Heliped UNAND menimati sunset ketika berjalan bersama beberapa orang sahabatku sepulang mengikuti kegiatan pelatihan keislaman. Ahh… Tiba-tiba aku merindukan lagi masa-masa itu. Aku merasa kehilangan. Memang tidak ada hubungan antara intro itu dengan agenda itu, namun alunan musiknya mengantarkanku ke memori tentang itu. Dan aku tidak tahu kenapa. Mungkin karena lagu ini terdengar begitu balad, melow…entahlah.

Demikianlah…

Semakin “terkenang” dengan masa lampau, aku semakin menyadari betapa cepatnya perubahan siklus waktu itu. Sungguh kehidupan itu berputar, berubah tanpa kita sadari.

Dan adakalanya kita akan merindukan masa-masa itu. Masa-masa  yang mungkin selalu kita isi dengan mengeluh, kesedihan, air mata, perjuangan, menjadi masa-masa yang sangat kita rindukan hari ini. Dan jangan pernah mengeluhkan hari ini kenapa kita ditimpa berbagai bentuk cobaan, perjuangan, karena boleh jadi apa yang kita rasakan hari ini akan menjadi pemicu/motivasi dan sesuatu yang kita rindukan di masa depan. #etumbenbijak

Dan benar…. aku saaangaaatttt merindukan masa-masa itu….

Oia, #FYI mungkin inilah sebab kenapa aku selalu dilarang untuk mendengarkan musik selain nasyid dan murotal. Karena lagu-lagu lawas atau apapun itu bisa mempengaruhi suasana hatiku. Tapi untuk mengenang masa lampau kukira tak apalah. Asalkan kemudian bisa dijadikan bahan perenungan diri, memotivasi diri untuk lebih cepat meraih kesuksesan.

nb : dan saat ini aku tidak sanggup mendengar nasyid-nasyid itu,karena terlalu banyak kenangan berharga yg akan membuatku menangis hari ini.

Ok, sekian… Aku akan melanjutkan pekerjaan menulis laporanku. *Ohh… Tuhan… Semoga aku tidak keracunan menulis!!*

By : Aini, pecinta lagu lawas

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s