#Kisah1 #Random #BalasDendamUdahLamaGaPostingTulisan

Assalamualaikum Wr.Wb Blogger semua.

Salam manis untuk Anda semua yang masih menyempatkan menghambur-hamburkan waktu untuk sekedar mampir di blog yang kadang hanya berisi tulisna sampah ini #jleb.

Selang beberapa waktu ini sungguh banyak kejadian berhikmah yang sebenarnya sudah sangaaatttt laaamaaa ingin kutulis dan posting disini. Tunggu… tunggu… irama “my immortal” dari HP bututku ini sungguh membuat diriku bergidik tapi kudengar saja sampai habis karena membuat mood menulis semakin baik #yak.

Oke, mungkin postingan kali ini kubuat random saja ya. Mengisahkan beberapa kejadian penting yang kelak harus kuiingat. Tidak akan kukisahkan secara detail menjadi satu satu postingan karena itu akan memakan waktu yang lama dan aku sendiri akan bosan membacanya *apalagi Anda*.

#eeehhh tetapi setelah dicoba nulis ternyata ini postingan jadi 5 lembar halaman Mc.Word…. maka terpaksalah daku akhirnya membagi menjadi beberapa Part 😀

#Kisah1 Dear God, BantuanMu sungguh Nyata

*ini note ku yang sempat ditulis di Diary

Sabtu, 31 Desember

Aku berpikir hari ini dan besok akan menjadi hari ter-kere yang pernah ada selama aku hidup di Kota Padang tercinta Kujaga dan Kubela. You Know What? Uang yang tersisa di kantongku saat itu hanya 6500 rupiah sajo… Itu uang  membuatku sedikit pusing memikirkan bagaimana cara membaginya sehingga aku bisa bertahan hidup sampai hari Senin pekan  depan. Yah, setidaknya uang saku bulananku akan sampai di hari Selasa karena uangku akan dikirim lewat ATM adikku yang saat ini masih berlibur di kampung….. Huahh… kenapa dia harus berlibur di saat-saat seperti ini! Jadi aku kehilangan tempat untuk numpang mengemis  jadinya.

Dan lagi-lagi aku hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Di shubuh itu aku berdoa semoga  Allah mendatangkan rezekiku, mendekatkan jika ia tersimpan di darat atau laut. Ya Allah, aku kelaparan, Bantu Apa ya Allah  agar kirimannya bisa sampai dengan selamat tepat pada waktunya. Sampaikan kepada Apa anaknya agak merana saat ini 😦

Dan apa yang kemudian terjadi?

Sepagi itu aku sudah mendapat sarapan lontong gratis dari ibu kos. Alhamdulillah banget yah!! ^_^  Nikmat terasa karena aku memang sedang kelaparan. Uang yang tersisa akan kupergunakan untuk membeli bensin saja karena aku harus home visite ke rumah keluarga pasien. Selama dalam perjalanan ini tetiba aku sangat ingin menjadi seorang yang kaya raya, ya aku ingin mejadi KAYA. Setidaknya dengan menjadi orang kaya, aku tidak akan cemas memikirkan nasib pemenuhan kebutuhan, bisa membantu orang lain, bisa bersedekah lebih banyak, dan yang lebih penting bisa memberangkatkan haji kedua orang tuaku.

Yah… keinginan itu kali ini menjadi lebih pasti dan sedikit membuatku mengharu biru meneteskan air mata sembari menunggangi si kuda bermotor ini. Aku yakin kelak akan datang hari dimana aku yang akan memberikan sesuatu untuk kedua orang tuaku. Dan untuk saat ini, aku berharap ada seseorang yang tiba-tiba mmberiku uang gratis. 50 ribu saja cukup. Atau kalau tidak aku menemukan mobil simpan pinjam keliling yang pernah kulihat melintas di jembatan sebelum Alay dan kemudian ia menawariku uang pinjaman. Ahhrrrgghh… apa yang kupikirkan ini. Kuserahkan saja semuanya kepada Allah SWT. Aku yakin rezeki itu sudah ada. Bersabar dan tunggu saja.

FYI, beberapa jam kemudian tetiba ada yang memberikanku uang! Itu beneran uang sodara-sodara. Hehehe…. Tak perlu kuceritakan bagaimana tiba-tiba seorang Bapak yang baik hati itu menganggap aku sudah berjasa kepadanya, kemudian memberikan hadiah sebagai bentuk ucapan terimkasih kepadaku.  😀 Hadiah itu berbentuk selembar kertas yang walau kubenci kenapa keberadaannya kerap menimbulkan kekacauan namun terpaksa kuterima karena aku memang membutuhkannya. Aku sempat menolak berkali-kali, namun Bapak itu terus memaksa sampai akhirnya aku berpikir, “Oke, ini bukan aku yang meminta kepada si Bapak-bapak, tapi aku minta kepada Allah, dan Dia memberikannya lewat Bapak ini. Sipt, bismillah… aku terima ya Pak”. Seumur-umur aku tidak terbiasa meminta uang dan menerima uang begitu saja dari orang yang belum begitu kukenal. Namun aku meyakini ini rezekiku dari Allah.

Haaaaahhhh… Kawan, aku sempat berpikir benar-benar akan terlantar selama 3 hari kedepan, namun bahkan malam itu aku mengantongi banyak makanan dan lauk pauk yang lebih dari cukup untuk kumakan sampai Senin besok. Dan catatan semua itu TANPA AKU MEMINTA-MINTA kepada orang. Semuanya diberikan begitu saja. Pada hari itu aku hanya merajuk-rajuk meminta kepada Allah, dan lewat orang-orang itulah Allah memberikan apa yang kuminta. Benar-benar detail seperti yang kuharapkan.

FYI, uangku tetiba habis bukan karena sering berfoya-foya di kota ini *apa ituh!! * tetapi karena berderet kebutuhan mendadak untuk melancarkan akademik, yang entah kenapa aku tidak mau meminta banyak dari orang tua dan mengorbankan uang saku sendiri walau dengan konsekwensi uang jajan harianku berkurang… ckckckc anak baikkk… #pukpuk

Sejak kejadian ini, keyakinanku akan pertolongan Allah semakin bertambah *ciyeeeehhh… etapi beneran looh ini, bukan sekedar untaian kata-kata “bijak” saja. Namun sudah sering kubuktikan. Di saat saat mendesak yang membuatku sesak karena tidak tahu usaha apa yang bisa kulakukan, dan kemudian aku hanya bisa terduduk mengadu sejadi-jadinya kepada Allah, pertolongan Allah itu NYATA dan benar-benar datang di saat yang tepat.

Allah sungguh baik kan?? 🙂

nb:

Thanks to : Ibuk Kos yang memberiku lontong super sedap untuk sarapan pagi hari, Bapak-Bapak baik hati yang tetiba memberiku uang di siang hari, dan uda yang memberiku lauk ayam goreng bumbu jatah makan malamnya untukku bawa pulang. Pagi-Siang Malam… nikmat Allah memang sesuatu yahh 😀

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend, Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s