Life is Something to Though…

Hampir 3 minggu berada di tempat ini semakin membuka mataku akan betapa pentingnya “mensyukuri nikmat” yang telah Allah berikan secara cuma-cuma kepada umat manusia yang super duper lalai dan fana ini.

Kawan, pernahkan kita sesekali mensyukuri betapa berharga dan besarnya nikmat “bisa berfikir” yang telah dikaruniakan Allah? Mungkin sebagian besar dari kita sangat sering menyepelekan nikmat yang satu ini. Sehingga tidak jarang kadang kita sering “bete” dengan segala sesuatu yang berbau “pemikiran”. Contoh simpelnya saja, ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan buku : Buku ilmiah dengan komik setebal 5 cm, mungkin sebagian besar kita akan lebih memilih membaca komik. Alasan nya simple : karena komik lebih mudah dicerna dan tidak membutuhkan pemikiran yang mendalam. Atau ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam tugas kampus, setumpuk jadwal ujian, kemudian bertubi-tubinya masalah yang datang menyerang, yang semuanya tidak hanya menguras fisik, tetapi juga membutuhkan proses kerja otak yang cemerlang, siapakan diantara kita yang lebih sering menjalaninya dengan penuh senyuman dan berkata “Alhamdulilah, ada masalah yang harus dipikirkan???” hehehe, aku yakin tidak semua diantara kita yang berpikiran seperti itu.

Yah, aku pun demikian… Dan sekali lagi aku inginbercerita denganmu teman-temanku sekalian. Aku ingin sampaikan ada loh orang-orang yang bahkan untuk menguasai pemikiran sendiri saja tidak sanggup. Yang mempunyai setumpuk besar lebih masalah, yang kemudian masalah-masalah itu semakin lama semakin kompleks sehingga mereka seolah-olah berada di luar kontrol pemikirannya. Ya ya ya… aku sedang membicarakan mereka yang sekarang menjadi pasien-pasienku di RSJ ini.  Mereka yang oleh banyak masyarakat dikucilkan karena dianggap tidak waras dan berperilaku aneh. Yang kemudian mereka tertawa-tawa sendiri seolah-olah melihat bayangan palsu, atau ketakutan karena mendengar suara-suara maya yang tidak jelas wujudnya, mereka yang berperan menjadi apa yang mereka inginkan walaupun sebenarnya mereka bukanlah seperti tokoh yang sedang diperankan, yang kemudian mengamuk-ngamuk menerjang, bersembunyi ketakutan, selalu menyalahkan diri sendiri, sampai akhirnya ingin bunuh diri.

Yah… itulah… mereka yang saat ini teman. Mereka yang sepintas terlihat dari luar memiliki jasmani yang sehat, ada yang berbadan tegap, tapi bahkan untuk bisa merawat dirinya sendiri tidak sanggup.

Sungguh tiada yang tahu kapan Allah mencabut nikmat “berpikir” yang sudah dikaruniakanNya. Jadi kenapa kita tidak mempergunakan “nikmatnya berpikir” sebaik mungkin sementara di dalam sana banyak orang yang untuk berpikir normal dan menguasai pikirannya sendiri saja tidak bisa.

Mungkin salah satu masalah kita adalah malas: malas memikirkan tugas, malas memikirkan ujian, malas memikirkan kenapa kalau konsul ke dosen masih salah, malas memikirkan teori yang benar, malas mencari validasi data, malas BEPIKIR….

Ah kawan, bahkan mereka belum sanggup… belum sanggup memikirkan seperti apa itu rasa “MALAS BEFIKIR”….

#menceracau

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

5 Responses to Life is Something to Though…

  1. sandurezu says:

    masya Allah kak.
    subhanallah, hal2 sederhana spt itu.. kadang mmg terlupakan sj,
    mgkn bnr kak, mungkin mmg kita lebih banyak malasnya.
    kita kurang motivasi, dan ktika motivasi itu bnr hilang, kita mesti mnunggu motivasi lainnya dtg.
    dan sayangny, motivasi itu dtg hanya skali2..
    entah brp buah di Al Quran dibilang “jika mereka mau berpikir”.
    ><

  2. iya An…
    kakak seperti benar2 ditampar ketika menyadari ada loh manusia disekitar kita yang kurang beruntung karena tidak mampu mengendalikan pemikiran mereka.
    sedangkan kita??? adanya seing mengeluh 😦

  3. ayip7miftah says:

    *Maaf ya komentar saya OOT [Out of Topic].

    Hanya ingin menyampaikan penugasan untuk sahabat.
    Sebagai bloger, manfaatkan “permainan” ini untuk menguatkan jalinan sesama bloger.
    Silahkan kunjungi “surat tantangan” untuk sahabat di >> http://ayip7miftah.wordpress.com/2012/02/11/tag-berantai/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s