Dear Bapak Pencuri….

Dear Bapak Pencuri yang baik…

Terimakasih telah membuang dompet saya ke dalam ember di bawah bangku angkot yang berbeda dengan angkot tempat Anda mengambilnya dulu.

Sekarang, tepat 1 bulan dompet itu kembali saya temukan #FYI
Seorang bapak sopir yang baik, beliau memiliki anak yang baik, ternyata berteman dengan adik kelas saya yang baik. Mereka menjadi perantara jalan kembalinya dompet itu πŸ™‚

Yah,,, walaupun Bapak cuma memilih untuk mengambil lembaran-lembaran bergambar pahlawan nasional, tapi saya tetap senang. Karena saya sangat berniat untuk mengkoleksi beberapa kartu keanggotaan di dalam dompet itu untuk hari tua kelak.

You know what Bapak pencuri?? saya belum beli dompet baru loh! Karena saya masih menyimpan keyakinan Allah akan mengembalikan dompet berwarna merah hati itu kembali masuk ransel saya πŸ˜€

Dan alhamdulilah Allah mendengar do’a orang yang teraniaya ^^

Bapak Pencuri yang baik, mungkin Anda tidak tahu betapa berharganya isi dompet itu bagi saya. Bukan… bukan lembaran-lembaran rupiahnya. Di dalam dompet itu ada foto keluarga besar saya, yang setiap saat ketika lelah dalam berjuang menuntut ilmu, akan menjadi semacam oase yang menimbulkan semangat tersendiri untuk saya.

Kemudian kartu-kartu yang mungkin menurut Anda mungkin hanya kartu-kartu biasa karna itu bukan ATM atau kartu kredit. Hehe… itu sangat berharga untuk saya Pak! 4 tahun saya berjuang di kampus dan akhirnya mengumpulkan kartu-kartu itu. Ya, rasanya akan sangat susah untuk mengulang kembali moment ESQ, LKMM, LDNI, MEDIKA, UP GRADING PENGURUS NIC sehingga saya bisa mengantongi kartu kewarganegaraan FK, kartu kepengurusan NIC selama 2 tahun, kartu alumni ESQ, KTP, KTM merangkap ATM, SIM, STnK, dan setumpuk kartu kartu yang lain. Ya… Ya… saya akui, saya memang kolektor kartu kartu tidak penting. Namun #FYI saya mau menyimpannya sampai saya tua kelak πŸ™‚

Dear Bapak pencuri dimanapun Anda berada… saya akan berusaha melupakan bayangan Anda yang tertawa bahagia ketika membagi-bagi isi dompet saya di angkot yang sama. Namun saya akan mengingat bagaimana trik Anda mengambil dompet itu untuk kemudian saya ingatkan kepada saudara, teman, kenalan, sahabat, agar mereka berhati-hati dan waspada jika suatu saat kelak nasib buruk membuat mereka 1 angkot bersama Anda.

Semoga Allah mengubah Anda menjadi orang yang lebih baik.

Wasalam πŸ™‚

**

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dear Bapak Pencuri….

  1. sandurezu says:

    subhanallah kakak..
    itu pencurinya nyopet atau diam2 nyuri?
    rezeki kita memang gak kmana2 ya kak.
    semoga pencurinya dapat hidayah
    anggap aja uangnya itu sedekah kak
    dia nyuri pasti punya alasan.
    wallahu’alam.
    ikhlas memang dahsyat. ><b

    • diam diam nyuri ituh An..
      kakak nydarnya pas mau beli minuman, tapi dompet itu sudah tidak ada.
      Alhamdulilah waktu tahu dompet gak ada, kakak gak buru2 panik An. komat kamit biar Allah yang mendesign cara supaya dompet itu kembali…
      Iya An… untunglah waktu itu rasanya gak papa hilang duit ngasih ke pencuri. anggap jadi sedekah. Apalagi waktu itu kakak lagi baca buku : keajaiban otak kanan karya Ippho Santosa. Disana kan masih dibahas tentang keajaiban rejeki hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s