Akhirnya…

Akhirnya ada yang memperhatikan…

Perhatian yang terus menerus berusaha kuhindari, menghindar seperti aku ingin semua orang tidak mengenaliku. Seperti ingin memakai topeng seribu wajah dimana tak seorang pun sempat dan ingin memperhatikan.

Akhirnya ada yang bertanya…

Pertanyaan yang sama sekali tidak ingin kujawab, sama halnya dengan pertanyaan kenapa hujan seringkali datang di saat orang-orang sedang tidak menginginkan kedatangannya… Walau sebenarnya ada yang berharap dan bersyukur dengan kehadirannya.

Akhirnya ada yang heran…

Keheranan bercampur kekecewaan dengan seribu satu pencitraan atau entah apa itu namanya yang sedang kuperankan. Keheranan yang sangat wajar dan sudah diprediksi sebelumnya, sama halnya seperti kemungkinan luka yang sudah waktunya berdarah.

Akhirnya ada yang galau…

Kegalauan yang wajar. Rasa bingung yang menumpuk. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Rasa seperti ingin bersembunyi di lubang terkecil yang ada di dunia. Rasa ingin terbang dan menyingkir dari pandangan seribu satu manusia. Rasa ingin seperti segera lepas dari kungkungan yang menyekat leher ini….

Sampai akhirnya…

Akhirnya….

Kembali kesabaran itu dipertanyakan…

Kembali perjuangan itu ditakarkan….

Kembali keikhlasan itu dikemukakan…

Sampai batas waktu penghabisan….

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s