My own Play-Station

Play – Station

Menjadi mahasiswi praktek klinik yang sudah memasuki bulan ke7 itu sungguh bukanlah hal menyenangkan semenyenangkan jalan-jalan ke Gramed, kemudian beli eskrim dan sesekali ngelamun-in masa depan di taplau bersama sahabat. Yang ada kehidupan selama 7 bulan belakangan ini sibuk mondar-mandir Kos-Rumah Sakit-Kampus-Rumah Sakit, dengan kegiatan rutin: Bikin laporan pendahuluan, dinas, bikin laporan kasus+resume+tetek bengeknya, kemudian penyuluhan, seminar kelompok, trus ujian dan responsi. Hal ini berlaku umum untuk semua siklus dan akan berlangsung selama 10 bulan tanpa adanya jedah liburan antar siklus untuk sekedar menarik nafas dalam.


Belum lagi kalau dapat jadwal dinas malam, besoknya seharian penuh bakal langsung bobo cantik dan jadi sleeping beauty yang langsung akan mengendurkan nafsu untuk mengansur pembuatan laporan #pengennya tepar mulu.

Huahh… hidup seperti itu bosen ya sodara-sodara. Sepanjang hari mikirin dinas sama tugas mulu, belum lagi shock terapi ujian dan ketemu sama dosen dan Clinical Instructurnya (CI). Apalagi untuk seorang anak manusia yang tidak bisa tahan dengan pekerjaan yang itu-itu terus. Maunya mencoba hal-hal baru, bergaul dengan kegiatan-kegiatan random dan beragam.

Maka justru oleh sebab karena itulah, dengan pengadaan kembali pembangkit energi tenaga aktivis (*istilah apa ini), aku berusaha menemukan kembali lahan-lahan yang bisa membuat otakku tak lagi brain storming dengan hal-hal monoton terkait tugas dan pastinya bisa membunuh kebosanan dan kejenuhan selama menjalani tugas sebagai mahasiswa profesi (diluar internet, facebook, blog, twitter, tumblr, and stuff like that). Yeah, I mean… profesi ners tetap sebagai prioritas utamaku, disamping tetap ikut terlibat di beberapa project keaktivis-an mahasiswa (*lagi-lagi tidak menemukan istilah yang tepat).

Dengan masih berlakunya status sebagai anggota MPPO PSIK, menjadi kartu masuk bagiku untuk mendapatkan kepercayaan dari adik-adik sebagai “yang dituakan” *eciyeehh, sehingga masih adanya permintaan dari adik-adik di kampus untuk jadi juri lomba, penilai debat calon ketua HIMA, sesepuh untuk hadir mubes NIC, evaluasi akhir kinerja HIMA, and so on. Organisasi di Prodi kami benar-benar sedang berkembang saat ini. Dan memang kehadiran senior merupakan salah satu suntikan untuk pengarahan pengambilan keputusan, yeah disamping keputusan baku yang memang sudah didiskusikan dari sekelompok orang yang Kamu tahu siapa (?) #eehhh

Menyadari akan posisi sebagai mahasiswa klinik (*pascakampus), aku paham betul bahwa tak semua aktivitas kemahasiswaan yang bisa kuikuti dan pantau (?) dengan baik. Karena memang estafet perjuangan itu akan dipegang oleh generaasi-generasi selanjutnya, yeah regenerasi itu mutlak hukumnya.

Dan walaupun berstatus sebagai mahasiswi profesi yang seharusnya autis dengan kegiatan “keprofesian”, tak segan-segan akhirnya aku memutuskan untuk ikut bergabung dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kemanusiaan. Secara kalau mau ikut Open Rekruitmen di organisasi kampus ya bakal ga diterima lagi kali ya, mhuhahaha… Ga jamannya lagi Ni!!!

Yap, kurang lebih 2 bulan yang lalu, aku memutuskan untuk ikut Open Rekruitmen BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) cabang Padang. Finally guys!! You know what?? Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin join dengan lembaga satu ini, namun aaarggh apa daya belum nasibnya ikut OR tahun kemaren-kemaren itu. Untuk profil BSMI sendiri, pasti udah pada tau kan ya?? Tau kan?? Masak gak tau… tau ajalah yaa.. *maksa.

Dan juga LSM Suci Hati. Sebuah Lembada Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS, Narkoba pada remaja melalui terapi pencegahan secara religious. And you know what juga?? LSM Suci Hati ini merupakan salah satu LSM yang didirikan di bawah yayasan Lentera Minangkabau. Dan sudah laamaa buanget aku ingin berkenalan langsung dengan Lentera Minangkabau ini. Secara salah satu asabiqunal awalun disana adalah senior dari kampus Keperawatan Unand sendiri :D.

Walaupun di rumah sakit sibuk banget dan melelahkan, tapi ketika mendapatkan sms jarkom untuk ikut kegiatan di kedua lembaga ini, akan selalu ada pompa semangat yang membuat aku ingin ikut join dalam berbagai kegiatan tersebut. Apalagi ketika diberi kepercayaan untuk menjadi anggota sekaligus pengurus disana. Namun tak dapat dipungkiri, tidak semua agenda dari kedua lembaga itu yang bisa aku penuhi dengan baik (Gomen ne minna) yah kalau bukan karena berbentrokan dengan jadwal dinas ke daerah, juga karena tidak kefit-an fisik untuk datang menghadiri.

Dan yang terakhir, dengan penuh modal kenekad-an (insyaAllah Bisa!!) aku mengajukan diri sebagai salah satu panitia Seminar Internasional ACIKITA (Aku Cinta Indonesia Kita), *untuk ini akan Aini bahas di draft berikutnya ajah yahh (n_n)v. Alhamdulillah Selasa kemaren adalah rapat perdana panitia. Semoga aku bisa menjadi panitia yang baik dank omit untuk agenda ini.

Menjadi mahasiswa itu memang seru. Namun akan lebih menyenangkan jika kita bisa melakukan hal lain yang bermanfaat bagi orang lain. Berkontribusi di setiap detik yang bisa kita berikan. Waktu boleh sama, tapi PRESTASI harus BEDA (da Hasdi, 2009).

InsyaAllah…

I create my own world play-station. Maybe I can’t do anything, but sure I can do something, so that I’ll not refuse to do thing that I can do…

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in HIMA PSK, KamPus.... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s