Dear Masa Depan…

 

Dear masa depan, kuharap engkau menghampiriku dengan damai dan membawa sejuta cahaya yang menyenangkan.

Di tengah hiruk-pikuk masalah kehidupan dan jiwa yang berteriak parau terombang ambing dengan berbagai dinamika konflik, tak ada yang bisa dilakukan selain berusaha dan melobi yang Maha Kuasa untuk dapat sedikit mengubah takdir untuk memberikan keberpihakannya kepada kita.

Dear masa depan…

Tidakkah kau lihat kesungguhanku dalam menyambutmu?? Aku tahu, cepat atau lambat aku akan bertemu denganmu. Tapi tahukah engkau? Sungguh beragam warna warni perasaan yang harus kuhadapi untuk menujumu. Tidak, tidak hanya perasaan, tetapi juga berupa-rupa usaha, beraneka ragam kisah dan drama yang harus kuperankan untuk kemudian dapat menyentuhmu perlahan demi perlahan.

Dear Masa depan…

Tak terkira berapa skala keresahan, berapa derajat kesedihan, berapa volume kebahagiaan, rasa was-was, takut, cemas, keceriaan yang kuhabiskan merintisi mesin waktu menuju kearahmu, mesin waktu yang tertakdir tidak akan dapat berputar kebelakang kembali. Dan aku selalu cemas memikirkan tiap hentakan waktu yang kuhabiskan. Aku takut tak dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga satu per satu cahayamu redup perlahan. Ya, aku tidak mau pertemuan kita berada di nuansa yang kelam. Aku ingin kita selalu berada di lingkaran cahaya yang menenangkan, dengan rangkaian kebermanfaatan sebagai umat manusia.

Dear Masa depan…

Aku paham betul, engkau jauh lebih siap dalam menyambut pertemuan kita karena Sang Khalik dengan begitu sempurnanya mengukir aksara takdirku, jauh sebelum aku berhasil bernafas di muka bumi ini. Namun jujur, aku disini masih tertatih mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjumpaanku denganmu. Karena aku yakin takdir itu masih bisa kuubah dengan tanganku, sehingga dengan izin dariNya, aku bisa menciptakaan engkau seperti yang aku harapkan. Tapi…. Ah sudahlah… engkau pun tahu sendiri itu tidak mudah. Ya … seperti yang sudah kuceritakan di permulaan kisah ini. Begitu banyak hal yang harus kuhadapi untuk dapat menjumpaimu dengan lingkaran cahaya di sekitar kita.

Dear Masa depan…

Jangan katakan ini keluhan, aku hanya sedang tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk mengatasi keambiguan perasaanku saat ini. Aku tidak mau menyebut ini sebagai kegalauan, seperti kata salah seorang sahabatku kegalauan hanya milik makhluk yang tak berTuhan, sedangkan disini jelas-jelas aku hanya sedang mendiskusikan persoalanku kepadamu dan melibatkan modal keyakinanku kepada Tuhan. Setidaknya ini akan sedikit mengurangi beban di pundakku, setelah untaian do’a-do’a kupanjatkan kepadaNya tentunya.

Dear Masa depan…

Memang aku amat sangat memikirkanmu. Kau senang huh?? Tapi tidak akan kubiarkan ajang memikirkanmu ini membuatku dikuasai aura negatif karena beberapa kecemasanku dalam menghadapi pertemuan kita.

Ya… Hidup ini terlalu singkat hanya untuk tidak berbahagia… Dan kutahu Tuhanpun akan tersenyum jika tahu aku tak berbuat apa-apa sedangkan begitu banyak pengharapanku terhadapNya tentang dirimu.

Kau tenang-tenanglah disana. Biarkan aku berbuat dan melukiskanmu dengan indah. Aku dan kamu, serta lingkaran cahaya yang menyenangkan…

Itu janjiku…

 

3 Ramadhan

7/22/12, 10:25 PM

Teruntuk sesuatu (entah apa saja itu) yang disebut masa depan.

Teruntuk rangkaian impian yang berderet sabar menunggu untuk kutuntaskan.

You know what? Aku sungguh memikirkan kalian!

 

 

 

 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s