Jejak Dramatis (Pesantren Ramadhan On The Story)

“Mbak, di komplek mbak masih butuh tenaga instruktur buat pesantren Ramadhan gak?”

“Masih sih Un, tapi untuk anak SD, jadwalnya dari pukul 9-zuhur gitu”, jawab mbak.

“oo…”, aku Cuma bisa bilang “O” masa.

Yap yap, seperti yang sudah pernah kubahas di beberapa postingan di blog ini, statusku sebagai mahasiswa profesi saat ini lagi “free”, break dinas membuatku takut jika Ramadhan kali ini akan menghabiskan waktu hanya di rumah, membantu Ama membereskan rumah di pagi hari, antar adik ke sekolah, kemudian sorenya menyiapkan pabukoan. Itu sangat sangat tidak produktif kurasa. Ya, aku membayangkan Ramadhan yang akan membosankan jika tidak ada aktivitas pendamping lainnya yang kukerjakan.

Makanya ketika sampai di Padang, dengan segala jenis urusan dan alasan, mulai dari pengen ikut jadi relawan korban banjir bandang Padang bersama BSMI, kemudian menghadiri rapat dan persiapan ini itu untuk seminar ACIKITA, aku rasa aku bisa ikut bantu membantu pesantren Ramadhan. Cuma masalahnya adalah, aku tidak tahu harus menyerahkan diri ke Mesjid yang mana. Secara Pesantren Ramadhan sudah dimulai sejak awal Ramadhan, dan sudah berjalan kurang lebih seminggu. Pastilah disana sudah OK dan fix  jumlah intruktur dan pematerinya. Ketika ditanya ke si mbak pun (Cuma si mbak temenku yang kuketahui sebagai anak Padang yang ikut jadi intruktur), yap si mbak itu udah langganan jadi instruktur pesantren di komplek perumahannya, katanya sih dibutuhkan, tapi yaa aku masih banyak pikir-pikir juga. Lagian si mbak juga gak nawarin #jleb.

Hiks, sudah lama tau aku ingin sekali mencoba bagaimana rasanya menjadi intruktur pesantren. Ramadhan-ramadhan sebelumnya aku pernah mampir di mesjid dalam rangka Safari Ramadhan untuk promosi kesehatan dan ngasih materi tentang kesehatan. Rasanya cukup seru. Ini ceritanya di SINI.

Dalam keadaan galau seperti itu, entah dari nomer siapa, tetiba aku mendapatkan sebuah jarkom yang bunyinya seperti ini :

Asw. TAWARAN PAHALA KEBAIKAN BUAT ORANG2 KEREN: Dibutuhkan instruktur pesantren kilat dg rincian: a. 5 org (ikhwan/akhwat) untuk waktu pukul 9 sampai sholat zuhur. B. Untuk tk. SMP 2 orang akhwat & 2 ikhwan dari jam 12-ashar. C. Untuk tk SMA 1 ikh-1 akh dari pukul 6.30-9.30 full tiap hari tempat di Mesjid Lubay sebelah polsek, perumahan wisma indah lestari. Jzk. Tolong disebarkan.

Wew… wew…wew… pucuk dicinta ulampun tiba, seperti mendapatkan durian runtuh, tak lari gunung dikejar, ada gula ada semut (*ehh pepatah yang terakhir mathcing ga sih?? Hehe), seperti itulah, tanpa ragu aku sebagai salah satu orang keren 😀  langsung meng-sms CP yang bisa dihubungi ketika itu. Aku menawarkan diri untuk menjadi intruktur SMA, biar bisa berkativitas dari pagi, So gak ada asalan untuk lanjut tidur ba’da shubuh, Hahahaha… Sipptt!! SMS nya Tidak langsung dibalas sodara-sodara!! Hhahahaha,,, sabar neng, mana tau ntuh CP lagi sibuk ngebaca sms yang masuk. Tanpa membuang waktu aku langsung misscall (miscall doang #pelit pulsa #eehhh) ternyata yang ngangkat akhwat. Dan kemudian beliau membalas sms-ku dengan hasil eng ing engg DITERIMA sodara sodara… hahahha *bakarMercoon*

Demikianlah, setelah teken kontrak, ternyata ada sedikit masalah dengan pihak panitia SMA, jadi si CP (contac person red) meminta agar aku menjadi intruktur SMP aja. Gimanaaa yaaa… terima gaaa yaaaa *labil, secara waktunya kan di siang hari bolong yang panas nya  naudzubilllah gitu…. Tapi kata Si CP Cuma beberapa hari lagi jadwal SMP yang ba’da zuhur, minggu depan anak-anak SMP jadwalnya akan dichange dengan SMA jadi pagi. SIPPPTT!! Gue TERIMA!! SAH SAH SAH!!!

Maka dengan semangat 2013 aku berangkat menuju lokasi yang entah dimana rimbanya. Dan sialnya sodara-sodara, uang jajanku (TT__TT lagi lagi masalah perekonomian) tinggal 4.200 perak, sementara minyak motor beberapa millimeter lagi akan mencapai hurup “E” maksimal, alias empty.. Gimana inihh… Sebenarnya aku sudah meminta Apa untuk transfer uang jajan bulan ini kemaren, tapi sepertinya beliau lupa, dan aku gak TEGA untuk ngingatin. Secara di Padang misinya adalah misi aktivitas tambahan. Bukan aktivitas WAJIB sebangsa “kuliah, dinas di RS, or stuff like that”.

Walau merasa was-was, Aku memberanikan diri untuk tetap berangkat dengan resiko : Motor kehabisan minyak di tengah jalan, tetiba mati, musti ngedorong motor, sampai di tempat isi bensin eceran, duit gak cukup, trus nyerahin KTP, HP sebagai jaminan…hahaha *khayalannya ngeri bet*.

Sudah beberapa kali aku memaksakan diri untuk berhenti di salahh satu SPBU untuk ngisi ini tangki kendaraan dulu. Secara kalau beli eceran duitku gak bakalan cukup (kurang 800 perak hiksuu). Namun entah apa penghalangnya, ini motor gak mau ngelok ke SPBU, hadehhhh,,, malas nian sodara-sodara.

Setelah hampir setengah jam menuju Lubay (lubuak buayo), aku masih belum menemukan POLSEK lubay. Hondehh, disinilah aku baru menyadari ternyata bahwasanya lubuak Buayo itu jauhhh sodara-sodara! Harap DICATAT J-A-U-HHHHH ! Aku pikir setelah melewati Tabiang, kita akan langsung ketemu dengan Lubay, namun apa daya, setelah celingak-celinguk bawa motor yang namanya Polsek Lubay sebagai penanda lokasi pesantren tak jua ketemu. Aku semakin ragu dan takut jika motor benar-benar mati di tengah jalan.

Tapi tetiba aku teringat dengan cerita salah satu ustad entah di mesjid atau ruangan mana di kampusku, kalau gak salah sih ketika agenda tasqif atau pelatihan gitu ya?? *lupa pokoknya*. Tapi kisahnya begini:

Dulu, zaman-zaman Liqo masih jarang dan masih ada “pencekalan” untuk diadakannya Liqo, ada seorang murobby yang harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk menghadiri Liqoat dan bertemu dengan anak-anak binaannya. Namun sang MR tidak memiliki sepeser uang pun utnuk naik Bus atau kendaraan apapun untuk mencapai lokasi yang sangat jauh tersebut. Namun sang MR meneguhkan hati nya untuk tetap berangkat dengan selalu menggunakan prinsip,” Barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan membantu dan memberikan pertolongan kepadanya”. Ya beliau percaya bahwa akan ada pertolongan dari Allah. Kemudian dengan penuh kenekatan Beliau naik salah satu bus, di tengah jalan ketika kenek meminta ongkos, sang MR dengan santai kemudian meminta maaf dan mengatakan bahwa ia tidak punya uang untuk membayar ongkos. Dengan penuh ke-tegaa-an sang sopir dan kenek menurunkan si MR di tengah jalan. Si MR mah cuek aja, toh banyak bus yang lain yang bisa ditumpangi. Demikianlah seterusnya sampai akhirnya si MR sampai di lokasi tujuan walau harus beberapa kali diusir dari bus karena tidak punya ongkos. Yang pentingkan sampai ke tujuan kan ya.^_^

Subhanallah, ini cerita sungguh-sungguh menginspirasi. Sambil tetap melajukan ini motor, aku sempat berpikir. Kalau kondisinya dibawakan ke diriku yang sekarang gimana coba? Akankah ada yang mau ngantar minyak secara gratis ? hahah… siapa tau kan? Gimana ya…lanjutin gak yaaa *kembaliLabil. But I’m still believe Allah akan memberikan pertolongan #asikkkk..

Karena masih belum menemukan Polsek, dan setelah nge sms si CP tapi gak dibales, akhirnya aku balik kanan, rencananya sih pengen pulang aja. Dan melanjutkan misi jadi instruktur keesokan harinya saja. Tapi tetiba aku menemukan SPBU kecil yang tidak terlalu ramai, dan dengan santainya aku pun mengisi bensin dengan uang 4000 sajo. Ck ck ck ternyata tangkinya benar-benar akan mendekati kering kerontang. Oke FINE! Uang di dompet tinggal 200 perak. Gak tau bensin segini bisa sampai pulang apa gak. Setelah mengisi bensin, aku kembali ke niat awal! Apapun yang terjadi, aku harus menemukan POLSEK! *aduh ngebet bener mau ke polsek ckckck,* Setelah nanya mbak-mbak di SPBU sih katanya gak terlalu jauh, paling beberapa kilometer lagi.

Oke, aku segera putar arah menuju arah polsek yang entah dimana. Dan tetiba aku mendapat sms. Binggoooo!! SMS dari APA!! SMS konfirmasi bahwasanya uang sudah ditransfer RP … 000,- ke rekeningku. Hahaha… rasanya lega sekali. Dengan aman damai dan tentram aku melanjutkan perjalanan. Alhamdulilahirobilalamin, rasanya mau teriak-teriak kegirangan ketika menemukan sebuah bangunan dengan merek “POLSEK KOTO TANGAH, LUBUAK BUAYA”. Saking senangnya kau senyumin Bapak-bapak polisi yang lagi nongkrong di beranda polsek (=..=)”.

Setelah dari polsek aku menemukan gang dengan Palang bertuliskan “Perumahan Wisma Indah Lestari”.

Ahaha… lanjut cerita, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Itu mesjid gak ketemu-ketemu sodara-sodara. Dari clue yang diberikan si CP katanya lanjut aja mengikuti jalan, sampai ujung, ketemu belokan terakhir, belok kanan nanti akan ketemu dengan mesjid. Tapi ini udah jauh banget kok belum sampai ke ujung ya???. Mamaaa…. Gimana ini… Ditanya ke orang orang yang lewat di jalan pun juga pada gak tau mesjid Raudhatul Jannah yang mana.

Setelah hampir mencapai titik “keputusasaan” akhirnya aku bertemu dengan rombongan ibu-ibu yang pakai mukenah, dan anak-anak SD yang memakai peci, naga naga nya sih pulang dari mesjid. Tanpa ragu aku langsung berhenti dan menanyakan dimana mesjid Raudhatul Jannah kepada si ibu. Dengan senyum merekah ibu itu menjawab,

” Disana nak, belok kiri aja. .. anak dari LPPM ya?” Tanya beliau.

LPPM… hah, apa pula itu *gak gaul *dikeplak (=..=).

“Bukan bu, rencananya mau jad instruktur pesantren” balasku sambil tersenyum.

“Iya, itu maksud ibu” hahahah… ya lah, thanks a lot ya bu…

Haaa… finally, aku bertemu dengan Mesjid itu sodara-sodara. Hiks, hiks, hiks,… *haruuu*

Usut punya usut ternyata salah satu alasan di Mesjid ini kekurangan instruktur yak arena lokasinya yang cukup jauh. Untuk mencapai ke dalam komplek pun juga tak ada kendaraan selain ojek, atau mau jalan kaki (?)

Next kisah, bakal banyak keseruan-keseruan dan moment indah yang kutemui disana. Cerita nya dilanjutin nanti di postingan berikutnya hahahah….!!

 

PS:  selalu ada kisah indah dibalik perjuangan. Keep struggle, Keep Believe, Allah’s know! 😀

 

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in akhwat militan, CAhaya Hikmah.., Cahaya Legend, CERPEN^^. Bookmark the permalink.

2 Responses to Jejak Dramatis (Pesantren Ramadhan On The Story)

  1. fae says:

    mantap…iko musajiknyo Rio Nardo bukan?
    haha…
    lubuakkk….buayoo…
    carito manih pernah bersemayam disinan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s