Kuliah Umum Keperawatan

Sepertinya mimpiku menjadi kenyataan lagi saat ini. J Dulu aku pernah amat sangat memiliki keinginan agar Jurusanku dikenal banyak orang dan PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) suatu saat kelak akan dipenuhi oleh mahasiswa keperawatan yang sedang mengikuti kegiatan Keperawatan entah itu dalam bentuk seminar atau apapun itu namanya yang bertempat di PKM. Ya begitu sederhana memang. Dan Jum’at, 14 September 2012 lalu, Fakultas Keperawatan berhasil mengangkatkan agenda yang menjadi impianku beberapa tahun lalu.

Dalam rangka peresmian Program Studi Ilmu Keperawatan yang saat ini sudah bertransformasi menjadi Fakultas, pihak kampus mengundang para professional bidang Keperawatan taraf Nasional. Sebut saja Ibu cantik, Direktur Keperawatan dan Keteknisan Medis Ditjen BUK, Yuti Suhartati, S.Kp., M.Kes.,  dan juga tak kalah hebatnya Bapak Haryanto, S.Kep, MSN, WOCN. Seorang spesialis Perawatan Luka lulusan Kanazawa University, Japan, yang berkesempatan hadir memberikan kuliah umum Keperawatan di ruang Seminar PKM.

Rasanya rugi sekali jika tidak menghadiri agenda ini. Kuliah Umum Keperawatan pertama di Kampus Unand. Setelah mencari tempat duduk terdepan meskipun datang ketika hampir seluruh tempat duduk terisi, aku mulai fokus mendengarkan pemaparan dari para narasumber.

Pemateri pertama adalah Ibu Yuti Suhartati, beliau menjelaskan beberapa hal terkait Direktorat Pelayanan Medik dan Keperawatan. Diantaranya Tujuan agar terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna & berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Bukan berarti menciptakan lingkungan masyarakat yang terbebas dari segala macam penyakit, namun masyarakat yang “care” dengan status kesehatannya, tambah Beliau.

Adapun Visi yang ingin dicapai adalah Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Maksud dari berkeadilan disini adalah setiap masyarakat mendapatkan haknya untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Beberapa misi antara lain: Meningkatkan derajat kesehatan, melindungi kesehatan masyarakat, menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan, serta menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Perawat adalah salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam pencapaian visi misi ini. 50% dari tenaga kesehatan yang tersedia adalah perawat. Dengan jumlahnya yang dominan, sangat diharapkan sekali keunggulan serta kualitas kerjanya.

Perawat di Indonesia, jumlahnya paling banyak bila dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya, sehingga perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit. Ibu Yuti menambahkan, tenaga keperawatan mempunyai kontribusi besar dalam mencapai kinerja Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena itu, mutu tenaga perawat akan terus ditingkatkan profesionalismenya secara berkesinambungan.

Bu Yuti juga menasehati kami untuk memperkaya diri dengan sertifikasi sertifikasi dalam artian meningkatkan kemampuan diri untuk menguasai bidang tertentu (men-spesialisasi diri). Ada begitu banyak peluang peluang untuk mengupgrade diri. Di era globalisasi dampaknya sangat besar, karena itu para perawat harus dapat bersaing secara profesional. Hal itu bisa dicapai, bila para perawat terus meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan dan pelatihan.

Melihat kenyataan saat ini dimana posisi perawat banyak mendapatkan stigma segatif entah itu dari keprofesionalitasan dalam berkarir atau perilaku buruk terhadap pasien, Bu Yuti menghimbau mahasiswa untuk sama-sama memperbaiki diri dan menjadi agent of change di tataran Rumah Sakit/Klinik karena jikalau bukan kita yang akan mengubah, siapa lagi yang akan berperan?

Budaya 5S yang saat ini sedang digaung-gaungkan (Senyum, Sapa, Sentuh, Sopan, Sepenuh hati), juga hars diterapkan sedari dini oleh mahasiswa termasuk para dosen. Yah, jika yang dituntut untuk berubah hanyalah mahasiswa, maka budaya itu akan selalu ada dan tidak tercabut sampai ke akar-akarnya,

Perawat tidak hanya menjalankan fungsi sebagai professional di RS/Puskesmas, namun juga bisa mengembangkan diri termasuk menjalankan fungsi lain seorang perawat diantanya: sebagai peneliti, Kolaborator, konselor, role model, pendidik, komikator, pemberi asuh, konsultan, advokat, pembaharu. Yah, ternyata banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia keperawatan. Untuk itu, para generasi penerus dunia keperawatan diharapkan memiliki kompetensi tambahan diantaranya : Menejerial skill yang berkualitas, Social skill yang holistic, spiritual quotient, Global language, Informatic Technic, dan enterprenuership.

Berbicara mengenai enterprenuership, Perawat juga bisa membuka praktek keperawatan mandiri! Untuk daerah Sumatra Barat sepertinya memang sangat jarang kita temukan praktek mandiri keperawatan, namun di Kota-kota besar sana, praktek mandiri keperawatan sudah mendapatkan porsinya sebagai salah satu fasilitas penunjang kesehatan. Jadi apa saja yang bisa dilakukan perawat dalam praktek mandiri keperawatan: Tentu berfokus pada fungsi utama perawat: CARING. Hal lain yang bisa dilakukan perawat juga termasuk membuka konsultan remaja sehat dan lain sebagainya.

Menjawab pertanyaan terkait RUU Keperawatan, Bu Yuti menyampaikan bahwa meskipun sebelumnya yang menggarap RUU Keperawatan ini adalah Kementrian Kesehatan, namun saat ini sudah dilimpahkan kepada DPR. Namun, bagian Keperawatan dan Keteknisan Medis Ditjen BUK tetap mempersiapkan daftar inventarisasi masalah serta telah didelegasikan untuk menjadi fasilitator kesepatakan antara perawat dengan dokter. Sedangkan saat ini PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) tengah melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan. Semoga hal ini dimudahkan, sehingga UU Keperawatan tidak hanya berakhir sebagai “rancangan”.

Demikianlah ringkasan penyampaian dari Ibu Yuti. Nezt Bapak Haryanto for the next chapter🙂

Hidup Perawat Indonesia!

 

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s