Dari Jilbab Sandrina Malakiano hingga ~ Rohis Sarang Teroris. Benarkah ini Konspirasi???

Salam reader!!
Bukan bermaksud latah atau “ikut-ikutan” dengan trend pemberitaan saat ini ‘yang kamu tau apa’, tapi jujur ulah sang tipi yang berlogo elang (*entah garuda) ini cukup membuat hati memanas. Dan tentu untuk masalah terkait “islam” sebagai muslim, wajib hukumnya kita untuk membela. Dan fitnah media ini juga harus dibalas -salah satunya- dengan media kawan! sebagai seorang blogger #okehsip saya merasa terpanggil untuk ngeshare beberapa artikel terkait yang mungkin akan menambah wawasan kita tentang konspirasi di balik semua topik berbau SARA nan menyudutkan islam dari si metromini.

Let’s cekidot….

Metro TV, dari Jilbab Sandria Malakiano hingga Rohis sebagai Tempat Rekrutmen Teroris

oleh: Muhammad Rihan Handaulah

 Metro-TV pada tanggal 5 September 2012 membuat pemberitaan yang gegabah dan jauh dari profesionalitas serta kode etik jurnalistik. 

 

 

Dengan gegabah dikatakan bahwa pola rekrutmen generasi baru teroris adalah melalui ekstrakurikuler di masjid sekolah. Lalu banyak tanggapan keras dari masyarakat melalui twitter atau SMS hingga mereka pun merilis berita melalui websitenya (bukan tayangan TV) yang menyangkal bahwa mereka menuduh Rohis sebagai sarang pembibitan terorisme. Serta dikatakan ini adalah hasil penelitian dari profesor UIN bernama Bambang Pranowo. Sebuah bantahan yang sekedar silat lidah dan tidak jujur. Apalagi ekstrakurikuler di masjid sekolah selain Rohis? Suatu tuduhan yang sembrono dan tidak berdasar sama sekali.

 Tidak jelas bagaimana mereka bisa sampai kepada kesimpulan seperti itu. Terjadi di mana kasusnya, kapan, siapa korbannya? Dan jika benar itu terjadi maka generalisasi pun belum tentu bisa langsung dilakukan. Perlu dilihat dulu benarkah ekstrakurikuler itu yang melakukan atau justru ada ekskul yg disusupi? Jika ini hasil penelitian maka di mana penelitiannya, bagaimana metodologinya, serta apa saja hasil penelitian tersebut? Dan masih banyak lagi jika kita mau telaah.

 Dengan pemberitaan macam itu, berapa banyak etika jurnalistik yang dilanggar? Mulai dari pemberitaan yang tidak cover both side, mengambil data penelitian yang tidak jelas asal-usulnya, sampai tidak melakukan klarifikasi atas data yang diterima? Hinggai terakhir mereka berbohong dengan tidak mengakui perkataan mereka sendiri (bersilat lidah). 

 Hanya ada dua kemungkinan kejiadian ini terjadi. Pertama, Metro TV tidak berkompeten untuk menyandang peran sebagai Jurnalis. Mereka tidak bisa memikul amanah dan tanggung jawab yang luhur seorang jurnalis, mereka impoten. Kemungkinan kedua mereka dengan sengaja (deliberately) mengeluarkan berita ini karena tendensi tertentu. Jika asumsinya Metro TV diisi orang-orang kompeten maka mereka pasti mengerti etika profesionalisme jurnalistik lalu mengapa berita yang invalid sepert ini bisa sampai keluar?

 Metro TV alih-alih mencerdaskan bangsa justru membuat ketegangan yang menyita energi kita. Dan kejadian ini mengingatkan saya akan kejadian beberapa tahun yang lalu saat Metro TV baru berdiri. Saat itu ada presenter yang sangat saya sukai yaitu Mba Sandrina Malakiano. Tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa beliau adalah yang terbaik di generasinya. Sampai suatu saat entah kemana beliau tidak pernah terlihat lagi di layar kaca hingga kemudian saya menemukan tulisan beliau (jika tak salah ini adalah status facebook-nya beliau) yang beredar di milis alumni SMAN 3 Bandung pada akhir tahun 2008:

Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi dibelakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Sayasendiri yakin bahwa ? sebagaimana Islam mengajarkan ? di balikkebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan bolehjadi tersembunyi kebaikan.

 

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakaihijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itusaya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat sayabekerja, Metro TV. 

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankanuntuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudahmengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelahberbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yangmengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya ditingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan sayaberjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orangdalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasapintu memang sudah ditutup. 

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yangtinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta,akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama prosesnegosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperolehpenghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusiMetro TV. 

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat adasinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri.Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti sayabuat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter danpresenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudahmenggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar,ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRIPusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilanganpekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya. 

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yangterbaik dan bahwa “dunia tak selebar daun Metro TV’, saya bergemingdengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akanmendapat berkah dari-Nya. 

HIKMAH BERJILBAB 

Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibusaya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumahsakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di MetroTV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari dirumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu.Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawatinap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari diruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU? 

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab sayamendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik.Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorakkeagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendirimemberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi hostdalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan. 

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog paraprofesor di acara “Ensiklopedi Al Quran” selama Ramadhan tahun lalu,misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahamanbaru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif,dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemuIslam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia,mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadapkemajemukan, dan melindungi minoritas. 

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik danmendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan,bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentangkesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilihkenyamanan hidup. 

Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlumempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab padaakhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihanpersonal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaianseminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karenasebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa darisiapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab. 

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisatumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebutpuritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengakudirinya liberal dalam berislam. 

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan MetroTV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle ?seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagaisahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua ? di sebuah lembaganirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yangdikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam. 

Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusansaya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikansejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusanMetro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satukomentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, “Kamutersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.” 

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secaradiametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitupembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang ditengah kemajemukan. 

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yangdimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimanamereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuanberpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka jugasemestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperolehhak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengankepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsungmeredup dan otaknya mengkeret mengecil? 

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme ?mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya ? ternyata bisabersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal.

 

Catatan: karena saya belum menemukan sumber primernya maka melalui tulisan ini saya meminta secara terbuka tanggapan atau bantahan dari beliau atau mungkin mas Eep jika ternyata tulisan ini bukan dari Mba Sandrina Malakiano.

 

Nah dua dari kejadian ini ditambah informasi dari twitter-nya Mas Edya Effendi @eae18 (mantan redaktur MI ) tentang bias SARA di tubuh pimpinan MetroTV maka makin berpilinlah apa-apa yang menjadi kekhawatiran saya tentang MetroTV. Ada apa dengan MetroTV? Semacam mengidap penyakit Islamophobia kah? Ataukah sudah menjadi penghamba kapital, menjadi garda depan penyebar teror bagi siapa saja yang melintangi kepentingan si empunya modal.

 

Sama saja tidak di Amriki tidak di Indonesia, Prof Noam Chomsky, pakal linguistik dari MIT telah mengingatkan kita akan peran media yang berpilin dengan kepentingan politik, militer, dan ekonomi:

 

“Any dictator would admire the uniformity and obedience of the U.S. media.” http://www.brainyquote.com/quotes/authors/n/noam_chomsky.html#xzQfg4tThX7ygKGz.99

 

serta menjadikan argumen sebagai media teror bagi lawan kepentingannya:

 

“You never need an argument against the use of violence, you need an argument for it” http://www.brainyquote.com/quotes/authors/n/noam_chomsky.html#xzQfg4tThX7ygKGz.99 

 

Sebuah pelajaran penting tentang media yang sama seperti bidang-bidang lainnya; keuangan, militer, industri, politik yang hanya sebuah senjata. Semua bergantung pada siapa di belakangnya. Jangan jadi culun, cupu, planga-plongo dan mbebek pada media. Kita tetap butuh media tapi bukan media yang menentukan isi kepala kita. Gali informasi dari banyak sumber. Gunakan akal sehat, selalu kritis, dengan timbanglah dengan value dan prinsip-prinsip yang bersemayam di diri kita.

 

Artikel ini adalah pendapat pribadi penulis di blog-nya http://rihandaulah.wordpress.com

Penulis adalah mahasiswa yang sedang tinggal di Belanda serta pernah terlibat langsung dalam kegiatan kerohanian Islam (Rohis) di Kota Bandung antara tahun 2001-2012

****

Untuk kultwit dari Bapak Edy A. Efendi setelah disercing sercing, berikut timelinenya:

“KONSPIRASI METRO TV”

Kultwit oleh Edy A Effendi @eae18
Mantan Wartawan & Penulis Editorial Media Indonesia
………………………………………………………………………………..

1. Ini terkait berita Metro TV yg menyudutkan sekolah umum jd sarang teroris. media hrs obyektif. itu hak publik.

2. sdh untuk kesekian kali @Metro_TV n Media Indonesia menyudutkan Islam. Sdh berkali2 juga disomasi n diprotes tp tak kapok.

3. bnyk berita yg diprotes n disomasi tp mrk bergeming. Sy akan paparkan bebrapa fakta bkn krn sy benci agama lain.

4. bg sy agama adlh hak individu.sy hny ingin melihat media massa jgn jd alat menikam agama lain. hrs dibebaskan..

5. ..media massa hrs dibebaskan dr kepentingan agama. media massa bertugas mereportase isu warga. bkn mendistorsi.

6. pada era 2000-an, di mana sy bekerja di Media Indonesia, ada empat sekawan yg berperan dlm soal isu agama.

7. Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman Saragih n Laurens Tato, kebetulan mrk non muslim n pengendali media grup.

8. 4 petinggi inlah yg punya peran pnting mngakses berita.Surya Paloh tk tahu mnahu.SP jg tk tahu kl bbrpa x dsomasi.

9. sbg mantan penulis editorial, sy tahu persis, bgaimana berita dimainan.sy protes soal rekruitmen yg berbau SARA.

10. rekruitmen reporter sngat berbau SARA. Di rapat besar, sy protes ke Elman..

11. rekruitmen reporter yg diterima bnyk non muslim? Elman kaget.Dia blg sepanjang sy kerja di media baru kali ini dikritisi soal ini.

12. jk ada 6 reporter yg diterima, komposisinya, 2 Protestan, 2 Katolik, 2 Islam. Ini fakta bkn fiksi. saksi bnyk.

13. desk redaksi yg strategis pn ditempati non muslim.polkam, metropolitan n mingguan.di SDM n level asred eks sama.

14. akhirnya sy masuk tim seleksi reporter. ujung2nya di HRD dijegal jg.Taufiqulhadi pnh protes jg soal rekruitmen.

15. meski saur n andi tak aktif lg tp msh jd berdiri di balik layar.knp tak tegas saja, Media Grup anti Islam.

16. ada puluhan wartawan senior n yunior keluar. alsan utamanya terkait manipulasi jamsostek dr 1995-2005.

17. sy keluar, lbh bnyk soal SARA n sikap diskriminasi elit.sy sdh bicara di Kenduri Cinta Cak Nun, TIM akhir 2007.

18. Wahai pejuang anti SARA, knp kalian bungkam? Takut tak diekspos? Tak populer? Kalian sangat diskriminatif.

19. ketika menyudutkan demo PKS. Elman di editorial pagi Metro bln yg demo anti AS tak beradab dan bodoh.

20. pernah jg soal editorial yang menghina umat Islam Palestina. Umat Islam Ind tak perlu bela Palestin. penulisnya Laurens Tato.

21. jd kl ada demo PKS meski sngat massif tak boleh dipajang di hal 1.

22. pernah PKS demo besar-besaran memrotes Bill Clinton ke Indoesia. Pas rapat redaksi, Yohanes Widad, asredpel, meminta foto jgn dipasang hal 1.

23. mrk tak suka PKS.

24. Elman Saragih pernah sy tunjuk2 mukany di Lobby 2 Metro TV krn soal SARA. Badan gede nyali kecil. Husen H saksi.

25. jadi JANGAN HARAP ada berita yg FAIR dr METRO TV jk bicara soal ISLAM. Sy tak benci Kristen tp benci konspirasi.

26. Bagi sy, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Syiah, Ahmadiyah, itu hak privat. Tp berita yg obyektif itu, hak publik.

27. SEKALI lagi bg pejuang anti SARA, knp kallian bungkam? Kalian serang isu SARA hny krn kepentingan politik?

28. Sekali lg, sy tak benci Kristen. Sy melawan media dijadikan mainan berbau SARA. Bersikaplah fair n obyektif.

29. Sy skdar ingatkan ke kawan2 sy, @ulil @fadjroel @TodungLubis, apa arti SARA n toleransi? kalian bungkam!

30. Mana @RatnaSpaet yang sok pejuang anti SARA. Apa kejadian di media grup bkn SARA?

31. di sini bkn soal damai atau tak damai tp media itu hrs obyetif. bkn lakukan diskriminasi.

32. sy penulis terbaik editorial gelombang dua n kebetulan dpt beasiswa menulis di AS.

33. Scr kbtulan sy penulis terbaik editorial gelombang 2, setelah 3 hari masuk pelatihan. Jd ada alsan sy bicara #BeritaMetroTV.

34. sy dulu di Media Indonesia. Tp Metro TV n MI satu kantor dan selalu kerja sama pemberitaan.

35. Sdh lama, sy siap lahir batin melawan Elman cs. Kultwit sy soal Media Grup bkn dendam atau apapn. Tp ulah mereka sdh di luar batas.

*sumber: https://twitter.com/eae18

======
Reader, biar lebih seru, sini admin tambahin kultweetnya Bg Arya Sandhiyuha, baca nya dari nomer paling kecil ye, biar nyambung😀

55. Sayangnya, @Metro_TV memang mengambil momen, argumen, & kasus yang lemah & pantas dicurigai motif/pesanan. #rohis

54. CTS tersebut kami peroleh dari ICPVTR – International Center for Political Violence and Terrorism Research. #rohis @Metro_TV

53. Sertifikasi (studi) Teroris tsb setelah tempuh 4 semester. ICPVTR itu lembaganya RSIS, NTU Singapura. #rohis @Metro_TV

52. Tahun 2009 saya dapat Sertifikasi (studi) Teroris. WNI pertama yang dapet Certificate in Terrorism Studies (CTS). #rohis. @Metro_TV

51. Dalam kasus saya, @Metro_TV benar, “anak #Rohis ter #Sertifikasi #Teroris“. Sebab memang sempet terima Certificate in Terrorism Studies

50. Sy yg smpt kecemplung jadi Ketua #rohis SMA, Fak, Univ, & ngoordinir se-nasional, senang dipercaya nulis tema Terorisme di MI, @Metro_TV

49. Tulisan saya sendiri semasa belum jadi “tukang ketik” di DPR kerap dimuat di Media Indonesia, @Metro_TV tema Terorisme🙂 #Rohis.

48. Apalagi wartawan & redakai Media Indonesia yang segrup @Metro_TV saya yakin mayoritas yakin #Rohis bukan sarang teroris

47. Selain itu, saya yakin banyak wartawan, reporter, & penyiar @Metro_TV yang tak sependapat.dengan penyudutan #Rohis & Masjid ini.

46. Sebagai pemirsa setia @Metro_TV kami ingin tahu kenapa Anda berubah demikian drastis pendapatnya tentang #Rohis

45. @Metro_TV tak cukup hanya minta ma’af ke #Rohis, tapi juga buka ke publik siapa pemesan berita ini? Berapa “Mahar Politik”-nya?

44. @Metro_TV sendiri yang dapat menjawab-nya. Sayang, Penyiar & reporter-nya sibuk tuit ikut2an promo calon tertentu di PilkadaDKI. #Rohis

43. @Metro_TV kenapa Anda berubah demikian drastis? Apakah sejak Anda secara politik mulai berpihak pada Jokowi-Ahok? Lalu #Rohis digebugin?

42. @Metro_TV kenapa Anda berubah demikian drastis? Apakah sejak bergandeng tangan dengan Harry Tanoe di NasDem? #Rohis

40. Pendapat pakar di MI yang segrup @Metro_TV 1Des2008 tentang #Rohis LDK yang teduh, moderat, kontrobutif juga patut diapresiasi

39. Tayangan di 2005 “Ketua #Rohis UI Profil Da’i Muda Berbasis Kompetensi” itu kan penilaian objektif @Metro_TV yang patut diapresiasi

38. KENAPA TIBA2 @Metro_TV sekarang TUDING #rohis ekskul di Masjid rekrut Teroris muda, ajarkan pemerintah sekuler itu thaghut, bla3 ?

37. Uniknya, 1Des2008 MI segrup @Metro_TV muat pandangan positif LDK #Rohis dalam konteks jelaskan tegas mereka Kontras dengan ciri2 Teroris

36. 1 Desember 2008 MI segrup @Metro_TV memuat “LDK #Rohis tidak memosisikan konflik terhadap kehidupan penduduk Hindu/non muslim lain”

35. 1 Desember 2008 MI yang segrup @Metro_TV memuat “LDK #Rohis tidak memosisikan diametral/berlawanan terhadap segala nilai dari Barat”

34. 1 Desember 2008 juga MI yang segrup @Metro_TV memuat “LDK #Rohis tidak memosisikan diametral terhadap praktik (sekuler) pemerintahan”

33. Kami pemirsa @Metro_TV lihat ini KONTRAS dengan cara Metro TV menilai #Rohis yang di waktu2 lainnya sangat positif

32. MAKA, KITA TUIPS JUGA HARUS MINTA @METRO_TV MENGUNGKAP SIAPA YANG MENITIPKANNYA BERITA #ROHIS ≡ TERORIS INI.

31. Pastilah ulasan @Metro_TV tentang #Rohis kemarin ada yang MENITIPKANnya. Bukan asli pendapat @Metro_TV. Tapi SIAPA?

30. Termuat oleh MI 1Des2008: ” #Rohis LDK di Indonesia wajah-nya lebih teduh, moderat, dan kontributif” kok @Metro_TV beda penilaian?

29. Tanggal 1Desember 2008, Media Indonesia yg segrup @Metro_TV memuat kata2 #rohis LDK/Lembaga Dakwah Kampus teduh, moderat, kontributif🙂

27. Masih banyak dugaan lainnya kenapa dan siapa penyuplai berita @Metro_TV sampai amnesia tak kenal lagi #rohis🙂

26. Melihat arus utama berita @Metro_TV dan telusur tuit beberapa penyiar & reporternya. Dugaannya karena momen PILKADA. #rohis diserang🙂

25. Tajuk bernuansa sedemikian positif, tanpa bayar, pernah diangkat, sementara sekarang @Metro_TV tuding #rohis Teroris, ada apa?🙂

24. Tayangan profil saya saat Ketua Ekskul #Rohis UI dengan tema “Profil Da’i Muda Berkompetensi” itu diambil di MASJID. @Metro_TV ingat?🙂

23. Sebab thn 2005, @Metro_TV pernah buat liputan khusus Profil Saya dalam tajuk “Profil Da’i Muda Berkompetensi” waktu Ketua #Rohis UI🙂

22. Atau dugaan lainny, @Metro_TV “dibius” agar tiba2 dibuat amnesia tidak kenal #Rohis -dalam rangka momen tertentu🙂

21. Wajar pepatah yang bilang “Orang cenderung membenci sesuatu yang tak mereka kenali”. @Metro_TV belum kenal #rohis

20. Penyuplai berita @Metro_TV tak jauh dari mereka yang memang tak ada #rohis di SMP/SMA/Kampus-nya. Tebakanmu siapa?

 

********
SEE??
Silahkan menyimpulkan!
writing by #pecintaTarbiyah #eaaaak ^.^)v

SALAM OLAHRAGA!!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

9 Responses to Dari Jilbab Sandrina Malakiano hingga ~ Rohis Sarang Teroris. Benarkah ini Konspirasi???

  1. Baru tau kultwitnya Edy A Effendi, dan baru tau juga siapa dia.
    Berarti kondisi internalnya emang gaswat dong kalo gitu…

  2. nurulhuda27 says:

    para feminis di mana ya???
    kok ga kedengaran?

  3. Apalagi nambah baca kultweet bg Arya Sandhiyudha, Mungkin benar ini “pesanan”🙂

  4. kino says:

    Metro TV….adalah media publik yang harus neteral, kalau tidak begitu akan di tinggal pemirsa. Seharusnya bisa diselesaikan secara manusiawi, artinya pihak Metro TV bisa membuat pakaian muslimah dengan cara fesion yang anggun, membuat orang non muslim akan menyukai pakaian muslimah tanpa merasakan risih. Metro TV tidak perlu takut di tinggal pemirsa…Republik ini mayoritas muslim cobalah untuk di evaluasi untung ruginya, bersikap profesional agar dapat simpati dari penonton dan pemirsa.

    • dimana mana yang namanya “jurnalistik” memang harus bersih dari segala macam pengaruh serta bersifat objektif, tapi zaman sekarang, dunia jurnalis bisa saja dipermainkan… demikianlah😦

  5. kino says:

    Kelihatannya Metro TV….NasDem..(Panas Demam) melihat pakaian muslimah..!

  6. berkah.sunnah says:

    bismillahirrohmanirrohiim
    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Rasulullah bersabda yang artinya : “Makanlah buah zaitun dan pakailah minyaknya karena ia berasal dari pohon yang diberkahi.”
    (Sunan At Tirmidzi 7/44, Shahih)

    ingin pakai minyak zaitun seperti Rosululloh ? yuk, pesan ke :
    info dan pemesanan minyak zaitun,
    silahkan menghubungi ym : berkah.sunnah

    kami tidak hanya berdagang tetapi juga berdakwah

    jazaakumulloh khoiron katsiron

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
    alhamdulillahi robbil’alamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s