dejavu

Pernah di suatu ketika di masa yang sudah sangat lama berlalu, saya mendengarkan pituah dari salah seorang senior aktivis dakwah kampus (*map saya lupa siapa) yang mengatakan: “Membuat suatu agenda/event itu sangat gampang sekali, antum Cuma butuh seksi acara, konsumsi, dan publikasi. Tidak perlu banyak kepala disana. Cukup beberapa orang saja, dan sebuah agenda akan sukses antum selenggarakan, asal antum mau komit dan berusaha.”

 

Saya sangat meyakini akan kebenaran nasehat dari senior yang entah saya lupa siapa beliau ini. Dan ini memang sering terjadi di berbagai agenda yang kami selenggarakan di kampus dahulu ketika masih ghiroh-ghirohnya (sekarang masih ghirokah? #pertanyaanpenting).

 

Setahun yang lalu, ketika saya masih sibuk-sibuknya menyusun skripshit, salah seorang dosen yang kebetulan juga pembimbing skripsi tertarik dengan topik skripsi yang saya angkat. Dan beliau mengajak saya bekerjasama untuk menggarap penelitian senada yang berdasarkan temuan skripsi saya. Beberapa bulan yang lalu, ketika dinas di Recovery Room, beliau kembali mengajak saya untuk memfollow-up I hasil penelitian tersebut dengan mengangkatkan suatu agenda penyuluhan di kawasan tempat saya melakukan penelitian. Sebagai mantan anak bimbingan skripsi, tentu saya tidak ingin menolak kesempatan ini.

 

Ternyata agenda penyuluhan ini bisa dikatakan sangat mirip dengan seminar kecil-kecilan. Dimana kita harus mempersiapkan publikasi, pamphlet, persiapan tempat, rundown acara, leaflet, sertifikat, konsumsi, and stuff like that. Sebagai mahasiswa yang diamanahi untuk mengurus semua keperluan penyuluhan ini, saya sempat shock dan ‘sedikit’ berusaha menguat-nguatkan keyakinan bahwasanya saya bisa menghandle ini sendiri. Berbagai persiapan pun dilakukan. Di tengah-tengah kesibukan dinas di RS dan komunitas Alhamdulillah saya berusaha menyicil semua keperluan ini mulai dari design-designan, konsumsi, perizinan, publikasi, humas, sampai seksi acara dan seksi perlengkapan. Saya melibatkan diri di hampis semua item diatas dengan mengajak salah seorang teman dan junior.

Alhamdulillah agenda ini sudah sukses kami angkatkan pada hari ini.

Semacam agenda transfer ilmu yang bertajuk ‘pengabdian masyarakat’.

Seperti de javu, saya merasa kembali sudah membuktikan pituah dari senior yang saya lupa siapa ini ke dalam ranah dunia nyata. Mungkin pengalaman seperti ini sudah banyak dialami oleh mereka yang berkecimpung di dunia organisasi.

Dan ahh… ini sungguh membahagiakan teman! Ketika kamu berhasil melakukan sesuatu tanpa berharap imbalan apa-apa. Semacam kepuasan yang tidak tergantikan.

 

 

 

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s