Komidi Putar

Kita mulai cerita ini darimana ya?

Oke, cerita ini bermula dari ajakan si nduk (*yang kamu tau siapa), yang seminggu belakangan ini dengan brutal selalu mengajak “kita” pergi bermain dengan dalih,”ini minggu terakhir Desi di kota Padang”. Dan dengan sangat polosnya “kita” termasuk aku adalah salah satu korban dari ajakan si nduk untuk beberapa agenda bermain itu. Sampai akhirnya terbentuk wacana,”Kita makan durian terakhir sebelum Desi balik ke Aceh yuk nduk”. Dan pada akhirnya Feni dan aku, sebagai penganut paham “Jangan sampai tugas akademik mengganggu waktu bermain kita” mengikuti ajakan ini plus menyepakati untuk agenda tambahan,”Habis itu kita main di timezone”. Oke fine, ini benar-benar bermain sodara-sodara. *sejenakmelupakantigasperdinasan*

 

Di bawah limpahan sinar bulan yang begitu merona dengan kuning keemasannya, aku mendatangi duo makhluk penghuni Tarandam Bersatu yang sudah duluan melapiak menikmati durian mereka. Dan kami mulai berbagi cerita penting dan cerita tidak penting. Mulai dari kisah yang muncul di Batagor Ihsan, Kak Lily yang lagi sakit tenggorokan, Mbak Rin yang pada akhirnya lolos tes TOEFL walaupun “sok-sok” cemas bakal gak lulus, sampai ungkapan kekaguman betapa cantiknya Ipit hari ini dengan kostum jilbab dan blazernya untuk pergi wawancara. Ah, sungguh nikmat sekali menceritakan kisah tentang kalian ini nduk. Kehkehkehkeh *mohon kami jangan dilempari*

 

Sampai akhirnya Feni harus segera pulang karena urusan Rumah Tangga yang tidak bisa ditinggalkan. Kami mengangguk mengerti. Si nduk masih tetap dengan pendiriannya mengajakku ke timezone memperkenalkan sebuah permainan baru yang ia dapatkan dari kak Sifa dan kak Lily (*bwahahaha), namun tetiba di tengah jalan kami terkejut, kaget, kagum, shock ternyata di depan deretan rumah dinas tentara Gantiang ini ada pasar malam. Dan setelah sekian hari lalu lalang di sana, kami benar-benar baru tau itu adalah sebuah arena pasar malam.

 

Dan seperti yang kalian duga, si nduk dengan noraknya menyuruhku berhenti dan memproklamirkan kita bermain di sana saja. Okefine! Sebagai umat yang sangat bertoleransi, aku mengikuti ajakan si nduk ini. Yah, sekedar menciptakan memoria kenangan sebelum ia benar-benar kembali hijrah ke Aceh.

Aku lupa kapan terakhirnya aku pernah pergi ke pasar malam. Yang kuingat, dulu ketika kecil aku tidak terlalu suka berada di pasar malam, suasana yang begitu ramai dan sesak. Benar-benar seperti anak kecil yang menemukan permainan, ia menyeretku untuk segera berlari menuju salah satu permaian. Yooi, seperti yang kalian duga lagi, perhatian si ndukpun tertuju kepada salah satu wahana permaian terbesar di sana. Komedi Putar! Si nduk mengajakku naik komedi putar!! Jangan tanya aku sudah pernah naik permainan ini atau belum. Tentu saja belum pernah! (*selftoyor). Alasannya cukup logis kawan. Motion sickness…. Hahaha! Namun entah kenapa, magnet ajakan si nduk ini lebih kuat daripada memikirkan alasan klasik “sakik kapalo” itu. Dan demi apa, aku membelikannya tiket eh bukan itu sebuah karcis teman untuknya. Ya, si nduk minta ditraktir, alasannya simple “kamu emakku hari ini”.

 

Si nduk mengira permainan ini akan sangat mengasyikkan sama mengasyikkannya dengan acara pacuan kuda di Aceh. Namun sayang, komedi putar tidak berputar secepat yang kami harapkan. Sampai akhirnya si nduk berteriak,”Udahlah berhentiin aja, kiri bang!” *sigh* kalau tau gini knapa juga capek capek ngantri.

 

Dan akhirnya si nduk kembali menyeretku meninggalkan tempat itu menuju rencana awal karena dianggap tidak memacu adrenalin (=..=)”.

 

Tunggu…tunggu…tunggu..

Aku tidak tahu kenapa aku harus menceritakan ini kepada kalian semua.

 

 

Hmm….

 

 

Ahh iyaaa!

Ketika berada disana, aku membayangkan kita semua ada disana. Akan sangat menyenangkan sekali bisa menikmati malam di bawah sinar rembulan bersama kalian teman. 🙂 minna daiiisukiii

 

 

Nah kan nah kannnnn…. Kebanyakan nonton drama inih, bawaannya pengen bikin note melo lagi aisshhhh *sigh*

Sebelum note ini berubah menjadi catatan melodrama, Ni akhiri saja sampai disini

 

Udah dulu yak!

 

 

 

Padang, 1 Oktober 2012

 

 

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s