#igauan

Waktu sudah menunjukkan pukul 1:23 WIB. Lewat tengah malam. Entah apa yang saya pikirkan sehingga masih membuka mata sampai di jam ini.

Seperti biasanya, dunia maya selalu menjadi pilihan ketika tidak ada yang bisa saya kerjakan di waktu atau jam itu. Uopss.. sebenarnya sungguh banyak yang harus saya kerjakan. Namun apa daya, pesona dunia maya sungguh sangat menarik terutama malam ini melihat kembali “kehebohan dunia maya” yang kamu tau selalu menjadi sasaran amuk masa terkait isyu berita atau topik menarik yang terjadi di dunia nyata. Ya, social media tak ubah nya bagai media terbuka dimana semua orang berhak untuk menyampaikan aspirasi mereka secara membabi buta.

Sampai akhirnya beranda FB, timeline twitter sempat dipenuhi oleh postingan beberapa rekan aktivis tentang #saveKPK terkait dengan kejadian ulah dari oknum polisi yang yah begitulah. Kamu pasti tau bagaimana jalan ceritanya.

Bukan, saya tidak akan menceritakan atau membedah kasus itu malam ini. Saya lebih tertarik dengan aktivitas beberapa rekan saya di dunia maya yang menurut saya “amat sangat aktivis sekali”.  Sampai-sampai dalam sehari itu, tak ada beranda yang tak dihiasi dengan postingan darinya. Segala sesuatu yang mencuat dan menjadi isyu ketika itu akan langsung menjadi  bahan postingan darinya. Sebut saja beberapa isyu 1 bulan belakangan: Rohis sarang teroris, Hari batik, hari anak, sampai kasus penyerangan KPK mala mini. Tak ada yang terluput dari postingan mereka.

Saya tidak menganggap ini spam yang harus dilempar ke recycle bin. Bukan pula sesuatu yang layak untuk di hidden dari halaman home facebook. Bahkan kehadiran postingan mereka, twit, atau tulisan terkait sangat membantu saya dalam mengupdate informasi-informasi tertajam teraktual plus melihat berbagai opini dari sisi yang menurut saya cukup positive.

Tak hanya aktivitas ikut “memboomingkan” isyu Nasional, kegiatan para aktivis di soscmed ini pun dipenuhi dengan berbagai apdate-an aktivitas-aktivitas keaktivisan yang mereka lakukan. Dan untuk kasus yang ini, kadang saya akan  berteriak dalam hati ,”Subhanalloh, hebat, awesome, great… wow…. Ckckck” hah! Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan dari seseorang memposting kegiatan keaktivisannya di soscmed. Dan sebagai seorang nonblok #eehh, Cuma itu komentar yang bisa saya sajikan di dalam otak ketika melihat postingan photo, status, and stuff like that.

Walaupun jujur saya kadang merasa gerah, dan kadang suudzon berfikir,”Tidakkah ini sedikit berlebihan dan menjurus ke dalam aksi pamer?”, atau sempat terbersit pemikiran ,”ohh…. Lo pergi ini itu? Trus gue harus koprol sambil bilang WOW gitu?” #abaikan. Hehe, tentu tidak sebegitu ekstrimnya saya memandang rekan-rekan aktivis.

Bukankah ini seperti membicarakan diri sendiri Ni? Haha, perlu diluruskan. Meskipun orang-orang memandang saya sebagai salah satu bagian dari ‘aktivis’, namun secara de facto maupun de jure, saya menganggap segala aktivitas yang saya lakukan saat ini tak ada yang menonjol dan layak disebut sebagai bagian dari aktivitas seorang aktivis kampus.

Teringat dengan kegiatan balas berbalas tweet beberapa malam lalu bersama salah seorang teman tentang siapa yang layak mendapatkan Bintang Aktivis Kampus, saya merasa tersedak dengan tweet teman saya yang bunyinya seperti ini : “dan supaya makin aktif update di soscmed tentang keaktivisannya”.  Kesan yang saya tangkap dari sebaris kalimat ini adalah: Modus melakukan segala sesuatunya agar bisa menjadi koleksi ‘aktivitas’ yang bisa ditabur-tabur dan diceritakan kepada siapa saja termasuk melalui soscmed. (*pikiran suudzon aja nih). Hah… ini memang terlalu suudzon teman. Tapi itulah yang dilihat oleh kawan-kawan kita yang lain.

Saya tidak menganggap negative aktivis yang sering mengupdate keaktivisannya di soscmed. Bagi saya ini adalah semacam pencitraan positive yang dibutuhkan untuk memperlihatkan kepada umat soscmed tentang apa-apa yang seharusnya seorang mahasiswa/warga  lakukan dalam memanfaatkan waktu untuk lebih berkarya. Namun ternyata sebagian pencitraan ini dibawakan dengan cara yang sedikit berlebihan sehingga bukan kekaguman yang muncul dari opini rekan-rekan nonaktivis melainkan lirikan miring dengan sebagian besar otak berkata,”ini orang ngapain yak?”.

Trus?

Menjadi aktivis bagus. Mengikuti perkembangan zaman dengan update di soscmed juga bagus. Membuat pencitraan positive juga bagus, akan tetapi sesuatu yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang kurang bagus.

Lakukanlah sekedarnya. Seperti kata seorang senior yang pernah menasehati,”Ketika kamu akan melakukan sesuatu, tanyakanlah kepada hatimu, mintalah pertimbangan dari hatimu apakah ini baik atau tidak”.

Maaf saya tau postingan ini tidak akan disukai oleh beberapa pihak. Hehehe

Salam Perjuangan!

#tidakterlaluaktivis

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s