Overview Praktek Profesi Keperawatan Keluarga Komunitas

Akhirnya sampailah perjalan praktek profesi ini di sebuah siklus yang bernama praktek keperawatan keluarga dan komunitas yang harus kami jalani selama kurang lebih 2 bulan di sebuah kelurahan yang bernama Seberang Palinggam. Tempatnya berada di pinggir Banda Bekali , belok kanan jika kita lewat dari Jembatan Siti Nurbaya.

Apa saja yang kami lakukan disini?
Selama 2 bulan kami harus mengelola 2 keluarga sebagai keluarga binaan. Apa itu keluarga binaan? Yaitu keluarga yang memiliki masalah kesehatan pada anggota keluarganya dan membutuhkan perawatan untuk kemudian kita kawal perjalanan kesehatan anggota keluarga yang sakit hingga keluarga mampu merawat anggota keluarganya yang sakit.

Kemudian apa lagi tugas kami di sini?

Selain menjalankan tugas profesi Keluarga, kami juga melaksanakan praktek komunitas, dimana kami harus menemukan masalah kesehatan yang terdapat di komunitas warga Kelurahan Seberang palinggam tepatnya RW 3 untuk kemudian melakukan berbagai implementasi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang kami temukan.

Jadi selama 1 bulan pertama, kami melakukan observasi, mengadakan winshield Survey untuk melihat gambaran umum RW 3 Kel. Seberang Palinggam mulai dari lingkungan, ekonomi, politik,kebiasaan, perumahan, pekerjaan, aktivitas beribadah, penyakit, kesehatan, sampah, anak-anak, orang tua, dewasa, dan lain sebagainya. Setelah mendapatkan gambaran umum ini, kami melakukan MMK 1 yaitu Musyawarah Masyarakat Kelurahan 1 untuk menyampaikan hasil survey awal yang telah kami lakukan sekaligus sebagai ajang perkenalan antara warga dengan mahasiswa Praktek profesi Fakultas Keperawatan Unand.

Menindaklanjuti hasil winshield survey kemudian kami menyebarkan quesioner-quesioner pertanyaan kepada keluarga-keluarga yang terdapat di RW ini untuk melihat gambaran permasalahan kesehatan pada masyarakat lebih mendetail. Pertanyaan akan ditujukan untuk masing-masing batasan umur dan status seperti untuk anak balita, untuk usia dewasa, lansia (lanjut usia), ibu hamil, ibu menyusui, anak sekolah, remaja, kedaan lingkungan perumahan, dan lain sebagainya. Ada hampir 100 lebih pertanyaan dalam satu draft questioner untuk dijawab oleh masing-masing KK. Hal ini merupakan satu tantangan tersendiri karena tidak semua warga yang bersedia diganggu untuk sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Setelah pengisian data, kami melakukan tabulasi data, untuk melihat gambaran permasalahan di masing-masing batasan umur.

Setelah menganalisa masalah, kami harus membuat POA, Planning of Action untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul tersebut. Kemudian hasil survey, analisa data, POA ini kami sampaikan kembali kepada masyarakat dalam MMK 2, di pertemuan ini kami menyampaikan semua hasil survey dan rencana-rencana mahasiswa berikutnya untuk mengtasi masalah ini, sekaligus meminta persetujuan serta kerjasama masyarakat untuk melaksanakan ini semua.

Maka akhirnya, itulah kenapa hampir 2 minggu ini kami begitu sibuk di kelurahan untuk menjalankan semua Planning yang sudah kami susun, mulai dari agenda gotong royong untuk membuat taman Toga percontohan bagi masyarakat, penyuluhan kesehatan pada ibu hami, penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat untuk anak Balita di PAUD, penyuluhan tentang NAPZa untuk remaja, penyuluhan tentang SADARI dan Pemeriksaan PAP SMEAR untuk wanita, penyuluhan DBD, Cikungunya, dan ISPA, penyuluhan tentang pentingnya Posyandu bagi ibu yang memiliki bayi dan balita, memotori pelaksanaan senam lansia untuk kesehatan lansia, melakukan pelatihan “perawat cilik” untuk anak SD, pengobatan gratis, cek gula darah, dan lain sebagainya. Semua kegiatan ini harus kami usahakan sendiri dengan bekerjasama dengan pihak puskesmas dan tak segan segan untuk merogoh kocek sendiri untuk pelaksanaanya. (syukur-syukur ada proposal yang tembus)

Di samping melaksanakan tugas-tugas di atas, kami masih harus tetap menjalankan kunjungan rutin kepada keluarga binaan kami (=..=)” dan 2 orang diantara kami mendapatkan jatah piket di puskesmas setiap harinya.

Hahah, sungguh melelahkan memang. Sudah sebulan lebih kami mengembara di lingkungan kelurahan ini dengan berbagai tipe masyarakat dan latar belakang. Di kelurahan ini tidak semuanya ornag Minang asli, ada orang Medan, orang Nias, China keturunan, dan lain sebagainya. Agamanyapun beragam, tidak semuanya muslim, ada Budha, ada Kristen, Protestan dan tidak semuanya yang memiliki pendapat bahwa kesehatan itu penting adanya.

Siapa bilang melakukan implementasi kepada manusia sehat itu lebih mudah dibandingkan manusia sakit? Pada kenyataannya tidak seperti itu. Untuk menghadapi manusia sehat itu lebih butuh energy dan STRATEGI. Karena tidak mudah memberikan pemahaman kepada orang tentang sesuatu yang belum pernah ia rasakan sendiri.

But over all, keep figting !!!🙂

On the Way Tebar tebar quesioner

Gotong Royong Penanaman TOGA (tanaman obat Keluarga)

Penyuluhan SADARI dan Pemeriksaan Pap Smear pada Wanita

Penyuluhan ISPA, DBD, Cikungunya

Penyuluhan Pentingnya Posyandu

Penyuluhan PHBS pada anak usia dini


On the way ke rumah ibu hamil untuk Penyuluhan Kesehatan Ibu hamil

Terapi Bermain pada anak ~ Semacam “mangasuah” anak secara ilmiah ^_^

Penyuluhan NAPZA

Penyuluhan Hipertensi

Sekian Dulu eaaa putu putu nyah… ntar kitah lanjutin lagii.. Ciyuss! Seeept!! ^_^ *mendadakAlay

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s