Sepucuk Surat untuk Nduk

Assalamualaikum wr. wb…

Dear nduk, bagaimana kehidupanmu selama 9 hari tanpa diriku di dekatmu? Apakah kamu kehilangan nafsu makan dan selalu terlihat murung? Terasa bosan dan jenuh? Jika tanda-tanda itu muncul pada dirimu bisa dipastikan kamu sedang rindu akut kepada kami yang sedang berada di Padang? Iya kan? Haha… seperti yang sudah kuduga pastinya!

Aku sudah membaca surat darimu. Dengan perjuangan yang sedikit keras tentunya karena entah demi apa kau menyuruh mbak Rin bersekongkol denganmu untuk menyembunyikan surat untukku. Empat hari setelah kamu pergi aku baru membaca surat itu, bahkan aku lebih dahulu membaca surat darimu untuk Liza dan mbak Rin. Huah! Kesal!  Aku hampir berburuk sangka jika kau tak menulis surat untukku dan hanya menulis surat untuk teman-teman kita yang lain.

Yah, walaupun tulisannya terlihat awut-awut-an dengan bahasa yang sedikit gaje (*kau pun mengakui ke-gaje-anmu di surat itu!!), aku cukup bahagia mendapati tulisan tanganmu yang sedikit mirip dengan ceker ayam itu. Huahaha. Engkau benar nduk! Menerima selembar kertas yang ditulisi itu rasanya lebih menakjubkan daripada mengetik di lembar Microsoft Word kemudian mengiriminya via email atau direct message. Tapi maaf, aku belum  bisa berkirim surat lagi denganmu karena aku malas berurusan dengan Kantor Pos walaupun Kak Lily kita bekerja disana *ditabokKakLily.

Nduk, apa maksudmu dengan “oya, elu pantes minta mahar surat ar rahman kok” di surat mu itu? Maksutmu, kamu sudah menarik kata-katamu yang –Uni, mereka minta mahar surat arrahman sesuai dengan kadar keimanan dan ketaqwaan, kamu surat al ikhlas aja ya–  itu? Hahahaha, aku tak bisa berhenti tertawa mendengar ucapanmu yang polos itu nduk. Apa kau pikir surat Al ikhlas itu tidak lebih baik dari Arrahman? Surat Al ikhlas memang pendek nduk, walaupun menghafalnya lebih gampang, tapi pengamalannya susah. Tapi untuk kasus mahar-mahar-an aku no comment nduk!!

Nduk, sebenarnya aku tidak mau menuliskan ini. Tapi.. tapi… tapi… ah sudahlah nduk, nanti kamu ke GR an lagi. Tapi tidak apa-apa juga aku tuliskan disini, toh aku tidak harus melihat wajahmu yang cengengesan kesenangan ketika aku mengaku, nggggg… aku rindu dengan kebersamaan kita >..<

Hahaha… Maaf maaf… memang aku tidak merindukanmu setiap saat seperti kamu yang merindukanku setiap detik itu.😀 aku merindukanmu di tengah perjalanan menuju kampus Unand di tengah gerimis hujan, ya aku merindukanmu setiap kali hujan turun, aku merindukanmu setiap matahari menjelma senja perlahan tenggelam di balik Samudra, aku merindukanmu ketika menatap hamparan biru laut, aku merindukanmu ketika melihat sekelompok kawanan remaja tertawa bersama, aku merindukanmu ketika ada yang menjahatiku, aku merindukanmu ketika tak sengaja dibentak orang lain, aku merindukanmu ketika masalah demi masalah datang menghampiriku tanpa ampun, aku merindukanmu di malam yang sunyi dan tak ada seorangpun yang bisa kuajak bicara, aku merindukanmu untuk duduk melingkar bersama, aku merindukanmu di sela-sela do’a robithohku.

Hahaha, aku yakin kamu pasti sedang berteriak kegirangan membaca paragraph di atas. Ya ya ya, seperti yang aku tahu, kamu selalu senang jika ada yang merindukanmu.

Dear nduk, seperti yang sudah kutulis di suratku untukmu, aku ingin engkau menjadi bagian dari sejarah kehidupanku di masa depan. Aku ingin engkau tidak lupa untuk membalas setiap surat yang mungkin akan kuketik secara berkala kepadamu yang mungkin lagi berisi berbagai jenis curhatan penting dan tidak penting. Dan begitu juga dengan kamu. Jangan lupa untuk mengabari aku apa saja yang terjadi kepadamu.

Dear nduk, posko kita di Republik Tarandam Bersatu tampak sepi tanpamu. Feni pun sekarang sudah sering pulang kampung karena praktek profesinya sudah habis. Ah, aku tidak tau apakah aku akan sering kesana sesering ketika kamu dan Feni selalu stand by di kos-an. Aku hanya ingin mengatakan, aku akan selalu mengingat Tarandam III No.19 sebagai rumah keduaku selama ini di Kota Padang.

Nduk, kamu tahu? tidak mudah untuk berbagi cerita kepada setiap orang walaupun kita saling mengenal. Sepertinya aku akan kesusahan mencari penggantimu sekarang nduk. Hahaha… iya iya, aku tidak akan melupakan kita yang ber-9. Walaupun sekarang hanya tersisa 7 orang di Kota Padang. Namun, lambat laun… semuanya akan mulai berpencar. Sibuk dengan kehidupan kita masing-masing. Berada di lingkungan baru dengan tingkat kenyamanan yang berbeda. Bertemu dengan berupa-rupa sifat manusia. Namun, ketika aku mulai frustasi menghadapi setiap tingkah polah manusia, aku akan selalu mengingat bagaimana kita ber-9 bertahan dan menjalani persahabatan bersama. Aku hanya sedang mencari pegangan, dan aku harap, walaupun kita berada di tempat yang berbeda, kita masih saling bergenggaman tangan. Karena kita tetap sahabat, dahulu, saat ini, dan kelak di masa depan.

Sudah sudah sudah… Aku tidak sedang ingin menangis saat ini. Karena aku sudah terlalu lelah mencari strategi untuk menahan tangisan.

Hmmmm… aku harap kamu memberikan balasan. Secepatnya! Hah!

Sudah dulu ya… aku masih harus mempersiapkan diri untuk mengerjakan berbagai bentuk laporan. Seperti yang kau ketahui, aku masih seorang mahasiswa! Haha. Berbeda denganmu yang merupakan calon pegawai (*baca: pengangguran kelas kakap) #peaceeee!!! Hehehe. Semoga Allah segera memberikan amanah pekerjaan yang cocok untukmu disana. Aamiin ya Rabb J

 

Sawahan Dalam, sambil memandangi photo box kita yang dicetak di time zone

Di tengah gemuruh hujan kota Padang…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s