Wisuda Teman, Motivasi tiada batas

Ikut menghadiri dan menjadi saksi dari moment terbaik di dalam kehidupan seorang sahabat karib adalah semacam agenda prioritas yang sedapat mungkin harus kuhadiri. Sebut saja Wisuda, moment dimana untaian jambul toga di geser dari kiri ke kanan mungkin untuk sebagian besar orang itu merupakan hal yang biasa saja. Akan tetapi dapat mebersamai dan dibersamai orang terdekat kita akan menambah moment ini menjadi spesial.

Yeah, selain traktiran milad, wisuda dan baralek merupakan agenda wajib yang sudah jauh jauh hari kami pikirkan agar bisa turut menghadiri😀

Aku ingat sekali, 26 November tahun lalu, ketika diantara ke-9 sahabat karib, hanya aku sendirian yang mendapat jatah wisuda sarjana di periode IV itu. Sebagian dari teman ketika itu sudah memulai dinas profesi, dan akhwat-akhwat wisma yang sudah berencana datang ternyata sedikit terlambat dan pada akhirnya kami tidak bertemu karena keluarga tidak betah di Unand berlama-lama dan aku terpaksa harus segera meninggalkan audit. Yang hadir ketika itu ada Feni, Desi, mbak, gege, dan beberapa adik kelas. Rasanya inilah wisuda ter-sepi yang kurasakan. Sedikit sekali sahabat yang bisa kulihat ketika itu. Entahlah, rasanya cukup menyedihkan. Sungguh aku tidak butuh ucapan selamat secara langsung. Karena itu sudah cukup disampaikan via fb, sms, telfon, namun bagiku melihat wajah mereka dengan mata sendiri jauh lebih penting. Untuk itulah aku bertekad, jika kelak ada teman dekat wisuda (baik teman SMA, teman sebangku kuliah), maka aku akan berusaha untuk datang meski tidak diundang :p, apalagi kalau yang sudah bela-belain ngundang.

Yap, paling tidak moment “Wisuda” sealu meninggalkan bekas di lubuk hatiku yang paling dalam. Wisuda periode I di angkatanku yang gagal untuk kukejar (aku wisuda di periode II angkatan), sungguh menjadi moment yang sangat “melecut” semangatku untuk segera menyelesaikan skripsi ketika itu. Aku bertekad “the next graduation should be mine!”. And finally, I get it... Periode berikutnya, aku sudah duduk di jajaran kursi para wisudawan, tidak lagi di tribun kanan di bangku para undangan.

Dan wisuda sahabat seangkatan  yang kuhadiri kali ini lagi-lagi memompa adrenalinku untuk segera menyelesaikan Profesi Ners sebaik mungkin, kemudian Yudisium, kemudian angkat sumpah sebagai Ners seutuhnya.

Dan enggg.. anoo… aku juga ingin menjadi perwakilan wisudawan yang akan menyampaikan pidato kelak, >.< Keinginanku yang paling besar adalah : Aku ingin menjadi wisudawan terbaik di gelombang wisudaku nanti! Dan mengirimkan Ama dan Apa untuk mendapatkan undangan duduk di kursi VIP . Can i?? Just wait and see 🙂

Happy Graduation for my beloved Friends and junior:

Ns. Feni Betriana, S.Kep , thanks for be my inspiration. Selamat karena sudah menjadi wisdawan Ners terbaik and pidato wisuda Peni-chan sungguuhhh ccoollll desuuuu,,,,🙂

Ns. Anita Syukra, S.Kep, kebaya wisuda Anit cantiiikkkkkkk bangett… ntar kalau Ni wisuda, Ni nyontek design nya yak… Ni juga mau minta foto-foto kita yang kweren kweren kemaren #pentingBangetDitulisdiblog Ni ???? –“

Hazrina Adelia, S.Kep , you look so gergous in blue and pink mbak! Cetar badai membahana!!! Keep feminim kehkehkehkeh… :p

Weni Fifiana, S.Kep, my beloved junior. Adik BEPE yang cukup membanggakan kakak BP nya karena telah menjadi wisudawati S.Kep terbaik di angkatannya. YOU SHOULD SAY “WOW” for this reality Guys!!! hahahaha😀

Dear Ns. Desi Novita Ridwan, S.Kep, Ns. Firnaliza Rizona, S.Kep, Ns. Fitria Diumayani, S.Kep, yang saat ini sudah berpencar ke Aceh, Jambi dan Pekanbaru untuk meniti karir, kemudian Namia, S.Kep yang sudah terjebak di rutinitas “perdinasan” di rimba raya RSUP DR. M.DJAMIL, dan Mutya Farina yang minggu depan mau ujian proposal, I really really really miss you to be there guys…. miss u so badly. Kemaren kita cuma ngegaje poto-poto ber4. Sepi banget rasanya.😦 Semoga next next next graduation kita masih bisa ngumpul ngumpul lagi. #okehsip!

Oke, segini dulu. Sebenarnya banyak lagi teman-temanku yang wisuda pada tanggal 24 november ini.

Selamat menempuh hidup baru teman! Wisuda merupakan langkah awal untuk menempuh gerbang kehidupan yang lebih keras dan berliku. Selamat… selamat… selamat… semoga bisa mencapai tujuan dengan baik dan jaya selalu.

Salam cetar!😀

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

8 Responses to Wisuda Teman, Motivasi tiada batas

  1. Rizqi Fahma says:

    Degdegdeg….
    Jantung saya makin berdetak kencang sambil baca tulisan ini.
    Kebetulan, posisi saya juga seperti itu saat ini. Disaat sudah banyak teman yang diwisuda, saya masih belum selesaikan skripsi.
    Tapi, dengan baca tulisan ini, saya harap saya juga bisa ikut termotivasi untuk mengejar wisuda dua periode mendatang.😦

  2. ayip7miftah says:

    Lama tak bertamu di blog nih, Uni..
    Menceritakan wisuda yang “sepi” terasa betul.
    Menyesal sih iya.
    Tapi mungkin ini sudah skenarioNya.

    *Malah curcol, Hahaha..😛

    • Wah sudah wisuda ya pak guru? Congratulation.. ^_^ semoga menjadi guru tauladan dan dicintai para siswanya.
      Mudah2an akan ada wisuda lainnya yang akan dihadiri oleh banyak orang yang dicintai🙂 *aamiin*

  3. Pingback: 23 Februari 2013 | CahayaMata...Berpikir... Berkarya...Menapaki Jejak Kehidupan dalam Wacana

  4. Pingback: SketsaMemorabilia #1 | Zona CahayaMata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s