Ketika Kesal Datang Menghampiri

Menjadi kesal itu memang sesuatu yang biasa. Sesuatu yang akan selalu kamu temui di dalam kehidupanmu. Baik itu dalam kehidupan di keluarga, kehidupan sekolah/kampus, kehidupan sehari-hari akan banyak sekali kita jumpai seseorang/sesuatu yang akan membuat kita kesal. Sebuah perasaan tidak nyaman yang mendekati perasaan penuh emosianal/marah.  Ada orang yang ketika ia kesal akan langsung melampiaskan kekesalannya kepada objek yang membuatnya kesal, ada pula orang yang hanya mampu memendam kekesalannya yahh paling gak merutuk-rutuk Cuma sampai di dalam hati.

Lantas apa yang harus kita lakukan ketika merasa kesal?

Di dalam ajaran agama islam sendiri kita sudah diajarkan bagaimana caranya meredam emosi diantaranya : duduklah (jika masih berdiri), kalau masih kesal berbaringlah (tidur), kemudian berwudhu, sholat, and stuff like that.

Lantas apa lagi?

Ini sekedar tips pribadi sih, gak tau juga mempan apa nggak sama yang lain😀

Biasanya kalau saya sudah amat sangat kesal dengan seseorang atau sesuatu, apalagi jika itu sifatnya “kekesalan yang berulang kali”, atau ketika teman saya membuat kekacauan karena ketidaktanggungjawabannya dalam kelompok sehingga mengacaukan sistem, saya akan berusaha menetralisir otak dan hati saya dengan statement “ Yah, namanya juga manusia, tidak luput dari kekhilafan dan kekurangan”. Kemudian saya akan mengadakan “self talking”. Semacam bercakap-cakap dengan diri sendiri. Bukan berarti saya gila ya! Dialog-dialog yang saya buat dalam bentuk tanya jawab di dalam diri cukup membantu untuk membentuk “semacam pengertian” sehingga rasa kesal saya kepada seseorang akan berkurang.

Kira-kira begini dialog yang sering saya lakukan:
S 1 (saya satu) : Ihhh…. Kenapa sih dia gak on time banget! Mana tugasnya gak selesai lagi…. Bete! Padahal saya udah capek-capek menyelesaikan tugas bagian saya sampai gak tidur ini

S 2 (saya dua): Yahhh…. Sabar, namanya juga manusia, pasti ada waktu untuk menjadi pelupa dan malasnya

S 1: Tapi saya gak pernah lupa dan saya gak pernah malas-malasan untuk mengerjakan tugas kelompok!

S2 : Yahh… barangkali Cuma sampai segitu kemampuan dia. Kamu sendiri juga sering bingung dan malas kan ketika mengerjakan tugas yang tidak kamu pahami

S 1 : Yaaa…. Gak gitu juga sihhh…. Paling gak saya berusaha melakukan hal terbaik yang saya bisa

S 2 : Lahh…  mungkin kamu rada mendingan, punya sedikit kemampuan. Mana tau dia emang lagi cape mikir, lagi ga semangat. Coba kalo kamu yang berada di posisinya.

S 1 : (*mulai ngalah)… iyaaa juga sihhh

Nah demikianlah. Di dalam monolog diri di atas, saya akan membuat banyak “pemakluman-pemakluman” sehingga saya akan berusaha berempati. Merasakan berada di posisi si objek yang membuat saya kesal. Kadang kala, memang banyak orang yang tidak bisa menampilkan hal sesempurna yang kita inginkan. Tidak bisa memenuhi apa yang kita mau, berada jauh di bawah ekspektasi yang kita bayangkan, sehingga kita menjadi kecewa dan kemudian kesal dan juga marah.

Tapi itulah manusia. Bukanlah makhluk sempurna yang harus kita gantungkan harapan berlebihan padanya. Jika memang ternyata ia tidak mampu dan malah bikin kita kesal… ya sudahlah.. bersabar adalah pilihan yang paling tepat.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s