#KisahB-9… Ini Amniah A-M-N-I-A-H!!!

#KisahB-9… Ini Amniah A-M-N-I-A-H!!!

Aku ingat dulu jejamannya kita-kita masih menjadi mahasiswa lugu nan tidak tahu apa-apa (oke, mungkin redaksi ini sedikit lebay) dan tetiba kita disuguhkan beberapa kosa kata ajaib  yang tentu saja langsung menjadi trending topic dalam percakapan keseharian antara sesama“kita” di kampus.

Misalnya begini : Kita-kita baru tau kalau GB (oke, ini dibaca gebe “G-E-B-E”) adalah singkatan dari Ghoudul Bashar alias menjaga pandangan. Penyingkatan kosa kata ini menjadi “gebe” kita dapatkan dari salah seorang senior ketika lagi rapat di tahun tahun awal kuliah. Jadilah kita-kita semua sibuk meng-gebe-gebe-kan teman-teman yang tingkah polahnya mulai tidak normal. Seperti ketika di angkot, Melati (nama samaran) dengan semangat ’45 berbisik kepadaku : “Gebe uni… gebe!” ketika aku terpana menatap anak lelaki kecil yang digendong ibunya yang duduk di seberang kami. Atau ketika melihat wajah-wajah seleb di majalah : “Gebe woiiii gebe!!”, atau ketika disuruh memberi penilaian terhadap bentuk jilbab dan penampilan salah seorang teman atas permintaanya sendiri,”Gebe ukhtyyyy gebe!!”. Oke, sepertinya pemakaian kata per-gebe-an ini mulai tidak sesuai tempatnya.

Waktu terus berjalan. Dan kami menemukan kosa kata baru. Yaitu : AMNIAH! Yang konon artinya disembunyikan atau rahasia atau lagi “jangan bilang siapa-siapa ya!” . Kosa kata ini sering kami temukan dari salah satu sms senior, biasanya kata-kata “amniah” merupakan keterangan terhadap suatu agenda/kegiatan yang mungkin hanya baru bisa diikuti oleh beberapa orang. Dan di dalam beberapa kesempatan dengan para tetua juga sudah dijelaskan peletakan dan fungsi pemakaian kata-kata ini. Maka jadilah kata-kata amniah populer di dalam bahasa keseharian. Bukan…. Bukan untuk menjelaskan sesuatu yang benar-benar amniah. Namun bocah-bocah “edan” itu mulai memakai kata-kata amniah untuk mengingatkan sesuatu yang tidak penting atau untuk sela-selaan. Jika sudah berbicara sedikit, biasanya langsung dipotong,” ssssttttt amniah!”. Dan kemudian hening.

Pada suatu hari kami bersembilan rame-rame naik bus kota pulang dari kampus setelah mengikuti agenda yang di sms-kan salah seorang kakak senior untuk diikuti. Bukan, ini bukan sms amniah, karena kami semuanya ikut dan sudah janjian untuk pergi rame-rame. Ketika itu aku duduk bersama salah seorang teman, sebut saja namanya Bunga, si Bunga ini biasanya sering dapet sms dengan sisipan kata-kata amniah gitu. Aku mengetahuinya karena si Bunga sendiri yang cerita. Bahahaha…. Diantara kami bersembilan ketika itu memang belum begitu pandai menjaga amniah-amniah ini. Alasannya simple. Rasanya belum sanggup saja memikul kata-kata amniah dari sms ini sendirian, jadi kami berbisik-bisik nyari teman senasib sesama penerima sms per-amniah-an. Kemudian kompakan ngatus strategi buat ikut/tidak *ppffffffttt*. Aku kemudian berbisik,”Sssttt Bung, aku dapat sms ini loh dari kakak. Katanya disuruh ikut”. Si Bunga membelalakkan matanya ,”Aku juga loh,,,trus gimana?”. Kami berdua tersenyum penuh makna. Pengennya sih ngasih kabar-kabari ke teman-teman yang lain dan ngajak yang lain ikut. Tapi kami berusaha untuk kalem.

Bus masih melaju diiringi musik semi rock campur musik-musik disko nan gaje ala bus kota Padang. Kemudian tetiba si Melati (temanku yang lain) berteriak gaje ,”Wahhh…. Handphone aku bunyi, ada sms dari kakak E”. Deg, kami (aku dan Bunga) saling berpandangan. Pandangan kami memiliki makna “Aku curiga si Melati juga dapet”. Teman kami si Melati selain anaknya polos, juga suka sembarangan nyablak. Kami curiga itu adalah sms yang sama yang juga masuk ke Handphone aku dan Bunga.

 “Apa isinya?” Teman kami yang lain Anggrek mulai bertanya kepo. Kemudian dengan pede dan tanpa ada  beban si Melati mulai membacakan sms dari kakak E. “Assalamualaikum wr.wb ukhtyy….bla ble blu bli blo…. “ Kami mulai deg-deg-an. Aku dan Bunga menunduk menahan tawa sekaligus gregetan melihat tingkat si Melati.

“Ingat, ini Ammm..nn…..” Sampai di sini si Melati mulai memelankan suaranya.

Aku mulai tidak tahan dan mengeluarkan suara tawa. Temanku si Anggrek kemudian nyela “Amniah??” dan kemudian kami tertawa berjamaah menyaksikan keculunan si Melati.

Ketika turun dari bus dan berjalan ke arah kos-kosan kami, aku mencolek si Melati. Melati langsung memelas sambil meringis,”Maaf un, aku gak tau itu amniah. Biasanya kita juga dapet sms-nya rame-rame. Aku pikir semuanya dapet sms begituan”. Hahahaha, aku tak sanggup menahan tawa. “Makanya baca dulu sms itu sampai akhir untuk tahu isi sebenarnya sebelum diumum-umumin”, nasehatku. “iya, iya… nanti kalau dapat sms dari kakak E aku bakal lebih hati-hati”.

Untunglah, tidak ada yang tersinggung jika tidak mendapatkan sms yang sama dengan yang lainnya. Malah yang ada kalimat-kalimat ejekan,”Asailahhhh…. Kanai amniah”. Dan aku senang dengan sikap dan penerimaan dari sahabat-sahabatku ini. Demikianlah.

Untuk episode-episode berikutnya, kami mulai mencoba menghargai kata amniah dan menempatkannya dengan benar. Seperti ketika aku melihat teman-temanku hanya  cengengesan ketika ditanya “Ada agenda apa sih?” Berarti aku sudah harus memahami jawabannya bahwa itu adalah…….. AMNIAH!!

n.b : Kalau teman-temannya pada suka Kepo, bungkam aja pake kata-kata "AMNIAH!" heheheh *smirk*

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in akhwat militan. Bookmark the permalink.

2 Responses to #KisahB-9… Ini Amniah A-M-N-I-A-H!!!

  1. fae says:

    hahaha, amniah itu rasanya kita dikelilingi monster dari planet antah berantah yg bersiap siaga tuk nge-date…..

    #asailah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s