Perkara Tidur Ketika Dinas #nursingDiary

Perkara tidur ketika dinas

Kali ini aku akan sedikit (*baca: banyak) menceritakan tentang perkara tidur mahasiswa profesi yang kesehariannya dikungkung dengan ikatan dinas dengan tiga shift pagi, siang, malam. Umm….. tunggu… Rasanya tidak adil jika aku hanya menceritakan dinas yang 3 shift saja. Baiklah mari kita napak tilas kembali kebiasaan tidur mahasiswa profesi Ners selama menjalani program profesi. Just check this out~~~ ^^

  1. Siklus Gerontik

Hahaha… Tidak ada yang spesial dengan jadwal tidur di dinas ini. Karena kami diharuskan dinas dipanti sosial tresna werdha dan puskesmas. Ya siklus ini memang khusus mempelajari gerontik atau lansia atau manusia lanjut usia atau orang tua. Cuma bedanya, karena kami diharuskan menginap di panti, maka jadilah kami semua tidur umplek-umplekan dalam 1 kamar. Setiap malamnya begadang mengerjakan tugas kelompok atau tugas pribadi sampai wisma tempat kami berteduh berantakan seperti kapal pecah. Selebihnya, dinas di puskesmas, kami kembali ke habitat kasur masing masing dan menghabiskan tidur nyenyak di pulau kapuk setelah seharian dinas dan mengunjungi keluarga binaan.

  1. Siklus Jiwa

Yayaya… seperti namanya kali ini kami dinas di Rumah Sakit Jiwa dan mendapatkan dua shift yaitu pagi dan sore. Meskipun tidak begitu banyak tindakan keperawatan di siklus ini, namun tugas dan stressornya benar-benar masyaAllah sodara-sodara. Jika tidak dihadapi dan disikapi dengan lapang dada, maka bersiaplah untuk mengulang siklus atau mendapatkan bonus “menambah jadwal dinas”.

Shift pagi sejak pukul 07.00 sampai pukul 14.00, shift siang sampai pukul 19.30. Yah, tidak sampai pukul 21.00 seperti biasanya, mengingat susahnya kendaraan di malam hari di daerah itu. Meskipun tidak ada shift malam, tetap saja tidur merupakan hal langka di dinas ini mengingat dan menimbang tugas dan laporan yang harus dicicil setiap hari jika tidak mau kejer di akhir siklus. Berhubung ini masih siklus-siklus awal kami, yahh semangat untuk berjibaku dengan tugas masih level 7-9 an lah….

  1. Siklus Keperawatan Medikal Bedah (KMB 1)

Nah ini dia siklus pertama yang membuat kami terjebak di salah satu Rumah Sakit Umum Pendidikan dan menjalani kehidupan layaknya perawat sungguhan dengan shift pagi, siang, malam. Pertama kali dinas malam yang kurasakan ya di siklus ini. Dinas malam yang dimulai pukul 21.00-08.00 pagi mengharuskan kita musti mempunya stamina yang kuat. Pertama kali menjalani dinas malam dengan 2 orang mahasiswa lainnya di bangsal interne (Penyakit Dalam), aku benar-benar belum bisa merasakan apa namanya itu tidur nyenyak ketika dinas. Pertama, mahasiswa tidak difasilitasi dengan kamar untuk istirahat, teman-teman coass sepertinya juga begitu. Jadi tidurnya dimana? Di kamar parasat yang Cuma ada meja dan kursi, di nurse station dengan menggabungkan dua kursi (*kebayang banget pegelnya seperti apa).

Teman-temanku sih lebih memilih tidur di nurse station mengingat dan menimbang kamar parasat konon kabarnya “berpenghuni”. Karena kursi di nurse station sudah penuh, akhirnya aku memberanikan diri mencoba tidur di kamar parasat yang katanya angker itu. Tidur di meja? BIG NO…. Apa kata dunia… aku mencoba tidur sambil menangkupkan kepala di meja. Arrghhh.. sama sekali tidak sukses sodara-sodara, itu hanya membuatku lebih terlihat seperti  ayam tidur dengan fraktur di lehernya.

Okehsip! Dinas malam di Interne sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk tidur apalagi jika banyak pasien baru dari IGD. Suara brankar didorong betul betul menjadi momok yang membuat mata yang awalnya setengah menutup kembali nyalang. Dan biasanya kami lebih banyak dibangunkan oleh keluarga pasien gegara infuse habis, infuse macet, dan hal remeh temeh (*penting ini woiiii penting! Hehe). Dan sedihnya lagi, tidak ada tawaran dari uni uni perawatnya untuk tidur bersama atau gentian tidur di kamar perawat. Huhuhuhu… maunya #plak!

  1. Siklus Keperawatan Medikal Bedah (KMB 2)

Siklus KMB 2 kali itu kami ditempatkan di RR (Recovery Room) a.k.a HCU (High Care Unit) bedah. Seperti namanya, pasien disini adalah pasien pasien gawat yang membutuhkan perawatan intensif seperti: Pasien kecelakaan tidak sadarkan diri, pasien post operasi laparatomi (pembedahan di perut), post op cranioktomi (bedah di tengkorak kepala), dan lain sebagainya. Dinas malam disini menurutku lebih seru sih dibandingkan dengan interne. Yang pertama kami memang mendapatkan jatah untuk  tidur bergantian. Tidurnya di ruang Karu, ada kasur nya sih, tipis, kecil, sebenarnya berkapasitas hanya untuk 1 orang (single bed), tapi apa mau dikata mahasiswa yang dinas biasanya 3 orang, jadinya kami bergantian umplek-umplekan tidur berdua di kasur tipis nan kecil itu. Yah lumayanlah daripada tidak tidur sama sekali. Siapa yang mau duluan tidur ya silahkan dibagi-bagi aja dengan TS (teman sejawat). Pembagian jamnya dari pukul 00.00-03.00 atau 03.00-05.30.

Sebelum tidur menjelang pukul 120.00 sih ada semacam ritual jajan berjamaah. Ada-ada aja yang memunculkan ide jajan. Macem macem mulai dari nasi goreng, bakso, sate, sampai delivery KFC. Ahhh mungkin ini salah satu penyebab banyak yang mengalami kenaikan berat badan ketika profesi. Hahaha.

Aku lebih memilih tidur pukul 00.00-03.00, haha… dengan pertimbangan itu jam jam gawat yang biasanya banyak pasien dari IGD/OK yang masuk. Bagi teman teman yang sedikit rajin atau mengalami masalah dengan tidur biasanya kebagian tidur di shift kedua. Kalau lagi gak ada pasien gawat, juga bisa tidur kok teman-teman yang jaga. Tapi tidurnya di dengan cara kepala ditemplokin ke meja. Gak boleh tidur di bed pasien yang kosong lo! Coba aja kalau berani.

Tapi kalau ada pasien gawat yang musti dikontrol setiap 30 menit atau sekali sejam, alamat musti melek terus. Apalagi kalau ada pasien baru masuk. Pernah sekali waktu aku mendapatkan tugas untuk memantau seorang pasien anak yang sudah memburuk keadaannya. Meski sudah waktuku untuk tidur, namun aku masih belum bisa memejamkan mata mengingat pasien itu. Eh, gak taunya besok pagi pasien anak-anak itu semakin memburuk dan akhirnya meninggal. L ahhh so tragic.

  1. Siklus Anak

Di Siklus keperawatan anak kami berkesempatan dinas ke luar daerah di salah satu RSUD. Dinasnya ada di 2 ruangan: Bangsal anak, dan Perynatologi (tempat bayi-bayi baru lahir dirawat). Dinas  di RSUD ini cukup seru namun jika dibandingkan dnegan RSUP, tindakan yang kami dapatkan sedikit sekali. Apalagi selain kami, juga banyak mahasiswa kebidanan dan keperawatan lain yang dinas di sini. Pernah sekali waktu aku dinas malam, mahasiswa lain yang dinas mencapai 8 orang. WOW banget mengingat pasien  di bangsal sedikit bahkan lebih sedikit ketimbang jumlah mahasiswa yang dinas. Jadi masing masing pasien ada 2 orang TJ nya.

Tidurnya di matras yang dibentangkan di Nurse station dan kami tidur bak ikan sarden disana, jika beruntung bisa nebeng ke uni perawat (jika diajak) dan tidur di springbed. Semua tidur sodara-sodara! Hahah, gak ada yang boleh terjaga sendirian Kalau ada pasien yang butuh tindakan, musti berdua-dua,  INGAT tidak boleh sendirian!

Entahlah, aku yang menolak tidur berdempetan dan pengennya tidur di kursi di luar nurse station aja dilarang karena hal-hal berbau mistis yang aku sendiri tidak mengerti (=..=) musti ya setiap RS punya cerita menyeramkan seperti itu? Belajar dari pengalaman, akhirnya next dinas malam di ruangan itu, aku segera ngetek tempat tidur sebelum yang lain meneparkan diri mereka. Hohohoho

Next dinas di Perynatologi… argghhhhhh ini dinas malam yang rasanya paling bikin gondok! Oke, aku jelaskan. Tugas kita disini adalah menjaga bayi-bayi imut nan mungil di dalam incubator dengan selang oksigen, infuse di sekujur tubuhnya. Memberikan mereka susu formula ketika menangis, ngecek mereka ngompol atau lagi eek, ngepuk-pukin bayi bayi jika susah tidur, memantau tanda-tanda vital, dan berbagai macam hal lain (suhu incubator, selang oksigen, infuse macet)  tergantung masing-masing diagnosa. Dan kemudian paginya memandikan mereka.

Menyebalkan nya begini: Kita sudah hampir tertidur, dan tetiba bayi nangis. Atau kalau bayinya amat sangat lemah, jangan harap bisa tidur pulas karena munculnya perasaan berdebar-debar, mengingat bayinya masih bernafas atau tidak. Aakkkk… aku selalu takut bayi yang kujaga tetiba tidak bernafas lagi. Dan ini cukup membuat stressor yang membuat kita tidak bisa tidur. Tidurpun hanya bisa terkantuk-kantuk ayam di samping incubator bayi. Melantai begitu saja… L Apalagi musti dinas sore post dinas malam. Suatu kali aku pernah mendapatkan dinas sore setelah paginya baru pulang dari dinas malam. Cuma bisa tidur beberapa jam setelah dinas malam sebelum dinas sore. Finally, selama dinas sore aku banyak menghabiskan waktu dengan tertidur di samping incubator bayi sambil ngepuk-pukin mereka.

Hahahahah you know what? Seperti karma, jika kita merawat para bayi dengan suka cita dan ikhlas, bayinya tidak rewel dan adem ayem, tetapi jika kita mulai kesal dan dongkol, ada ada saja yang membuat para bayi menangis kejer. Aishhhh begini ini rasanya jadi ibu dengan banyak anak eaaa.

To be continued….

 

14-12-2012

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in narsis nurses, Nursing Diary. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s