Asdfhkjklghjyreliwlkhjgdqpwt *moment untuk merenung*

Seperti yang pernah kusampaikan padamu kawan, ada banyak hal dan cara yang akan mengantarkanmu kepada ingatan tentang masa lampau. Dan setiap orang memiliki cara yang berbeda  untuk mengenangnya. Begitu juga dengan ingatan tentang diri, impian, cita, harapan, tentang keinginan untuk membahagiakan orang-orang yang disayangi.

Ada banyak hal yang bisa membuncahkan semangatku untuk mengingat itu semua. Hal itu secara otomatis akan aku rasakan apabila menemui kondisi-kondisi diantaranya:

~ Ketika menempuh perjalanan

Yap, ini adalah moment yang sangat tepat dan baik untuk memuhasabah diri dan memikirkan perencanaan hidup bagiku. Sebagai pengendara roda dua dan pengguna angkutan umum semacam bus atau angkot, moment ketika menempuh perjalanan dengan kendaraan tersebut sering kugunakan untuk melakukan monolog dengan diri sendiri, mengkhayalkan beberapa strategi cita-cita serta memperinci impian-impian dan hal yang ingin kuraih di masa depan. Tak jarang, keharuan dan rasa sedih juga ikut menyeruak kalbu ketika mengingat ini semua. Jadi jika engkau ingin tau kapan saja waktuku menangis, selain dalam sujud, jawabannya adalah ketika menempuh perjalanan. Menangis sepanjang jalan sangat menyenangkan. Apalagi ketika sedang mengendarai motor, berteriakpun rasanya tidak peduli dengan orang sekitar. Sungguh melegakan.

~ Ketika mendengarkan Musik/Lagu

Entahlah, setiap mendengarkan musik semacam instrument atau lagu, apapun bahasanya, atau lagu-lagu yang mengingatkan tentang kehidupan, tentang Penghambaan biasanya otak ku secara otomatis akan mengantarkanku kepada beberapa moment dimasa depan. Tentu saja aku tidak bisa meramal, namun hati kecilku seperti berkisah kelak di masa depan kamu akan seperti ini seperti ini seperti ini. Dan aku sungguh menikmati kisah yang terbersit itu.

~ Siang hari yang terik

Masa dimana panas matahari terasa membakar kulit dengan cahaya yang cukup terang serta bunyi desingan angin dan suara makhluk kecil sebangsa serangga, biasanya akan mengantarkanku pada ingatan di masa lampau. Ingatan tentang masa kecil di sekolah, kenangan bersama keluarga, agenda-agenda tertentu bersama para sahabat. Dan ketika persis momen ini terjadi, biasanya semangat untuk menulis akan sangat menggebu-gebu

~ Menatap pemandangan lepas

Melihat sesuatu di kejauhan seolah menyiratkan tengah memandang masa depan. Lantai 3 kampus di depan jendela yang persis menghadap kota Padang dan pantainya, adalah tempat favoritku untuk merenung. Juga hamparan samudra Hindia yang biasa kukunjungi bersama para sahabat juga salah satu kawasan lepas pandang yang sangat menarik dan menenangkan. Sangat nyaman sekali ketika berdiam diri menikmati angin yang berhembus pelan di kedua tempat ini

~ Keheningan Malam

Yap, sepertinya tidak ada yang meragukan dari kekuatan malam yang menenangkan untuk bermuhasabah dan berpikir. Apalagi jika dipadukan dengan sujud-sujud yang dalam sembari menceritakan segala sesuatunya kepada sang Illahi. Momen yang sangat tepat untuk menata kembali hati dan meregreshkan pemikiran.

~ Dikala Hujan

Hujan adalah anugrah yang menenangkan dan sangat membuat nyaman. Menatap rintik air yang turun satu persatu dengan irama yang teratur atau tempo yang cepat seolah mengetuk pintu pemikiran untuk mengenang sesuatu. Aku ingat, dulu ketika masih kanak-kanak, aku dan sahabatku akan duduk di beranda sekolah sembari memandang rintik hujan yang turun dari genteng sekolah. Lalu kemudian kami berkicau, berkhayal dan menceritakan khayalan kami satu sama lainnya. Saling mentertawakan, serta beradu argument tentang khayalan masing-masing. Hujan, sungguh banyak menyimpan memori dan kenangan. Dimanapun berada, hujan yang turun masih tetap sama seperti hujan hujan sebelumnya yang kusaksikan dengan orang-orang terdekat.

Ya… ada banyak hal dan ada banyak cara untukmu bisa melakukan monolog dengan dirimu sendiri. Menceritan dan mendiskusikan berbagai hal yang sedang kamu rasakan, yang kamu inginkan, berbagai macam target dan impian, serta mengevaluasi diri.

Namun apapun dialog yang kamu lakukan, selalulah melibatkan yang Maha Mendengar, yang Maha mengasihi, yang hanya kepadaNyalah semua harapan berlabuh.

pemandangan 2

Pemandangan seperti ini sungguh menenangkan.... 🙂
dan seperti ini...
pohon meranggas

pohon meranggas

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Asdfhkjklghjyreliwlkhjgdqpwt *moment untuk merenung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s