A Nurse was born to be An Angel not To be An Anger

Beberapa hari ini adalah hari yang luar biasa. Luar biasa karena kesempatan untuk merasakan berbaur dengan komunitas dimana seharusnya aku berada.

Senin lalu, kedua kalinya menginjakkan kaki di M.Djamil sebagai mahasiswa pre-klinik, namun pertama kalinya beraksi sebagai seorang pelajar  keperawatan. Sepulangnya dari preklinik, mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi  langsung dengan teman-teman keperawatan dari beberapa stikes yang ada di kota Padang tentang kegiatan IND (International Nurses Day) yang jatuh pada tanggal 12 May ini.

Dan pada hari ini, dalam rangka memperingati IND tersebut, aku dan teman-teman keperawatan mengunjungi Rumah sakit-rumah sakit untuk memberikan setangkai mawar sebagai tanda penghargaan kami  terhadap profesi perawat.

Ketika kita berbicara tentang perawat, mungkin yang timbul dalam fikiran kita adalah sesosok paramedis yang angker, galak, sombong, cerewet, pemarah. Yah, memang tak dapat dipungkiri, itulah paradigma yang  beredar di masyarakat. Namun tidak semua perawat seperti itu ternyata.

Dari beberapa hari berinteraksi dengan perawat langsung dan dengan calon perawat yang kutemukan adalah sesuatu yang berbeda kawan. Yah… Mungkin pengalamanku berinteraksi dengan mereka belumlah seberapa, dan mungkin ini hanyalah faktor keberuntungan bisa bertemu dengan perawat yang baik. Apalagi ketika membagikan bunga tadi, rasanya perawat memang adalah seorang malaikat ber-stetoskop yang akan memberikan “caring” kepada yang sakit.

Sungguh manis senyum dan wajah perawat yang kutemui tadi. Bahkan ketika beliau-beliau (kepala-kepala ruangan) sedang rapat dan melihat kami dengan langkah malu-malu menghampiri ruang rapat tersebut, malah salah seorang perawat memanggil dan mengajak masuk. Memberikan apresiasi terhadap pemberian dan aksi kami.

Begitu juga ketika bertemu dengan teman-teman sejawat dari beda institusi. Sungguh ramah dan bersahabat.

Akhirnya aku menyadari, perawat dididik untuk menjadi ramah, dididik untuk tersenyum, untuk memberikan pelayanan keperawatan, untuk menjadi seorang malaikat bagi si sakit. Bukan untuk menjadi seorang yang pemarah.

12 May 2010

 

Tulisan ini kuketik pada tanggal 12 Mei 201o sesaat setelah merayakan IND (International Nurses Day) 2012. Sekarang sudah lebih dari 2 tahun semenjak hari dimana aku menuliskan ini. Dan saat ini, setelah menjalani berbagai rangkaian proses menuju penisbahan sebagai seorang perawat yang professional, aku semakin menyadari bahwasanya seorang perawat memang semenjak awal dididik dan diproses sebagai seorang yang care dengan kelembutan dan kebaikan hatinya untuk merawat.

Aku menggambarkan seorang perawat seperti ibu. Ya seorang ibu. Yang tanpa keluhan dan penuh keikhlasan memberikan perawatan kepada anak-anaknya yang belum mampu mandiri untuk bertumbuh dan berkembang. Ibu mencukupi semua keperluan anak-anaknya, sampai akhirnya mereka bisa melakukannya sendiri. Adakalanya seorang ibu akan marah kepada anak-anaknya, entah karena si anak nakal dan tidak mematuhi perkataan ibu, atau karena ibu sudah kelelahan mengurus anaknya sehingga mempengaruhi perasaannya. Namun sejatinya seorang ibu, tidak pernah bersungguh-sungguh marah dan benci kepada anak yang sedang dirawatnya.

Demikian juga seorang perawat. Menjadi seorang perawat memang sebuah profesi. Profesi yang terlatih dan terdidik, namun profesi ini tidak hanya menyandarkan diri pada serangkaian pengetahun dan keterampilan semata. Namun menjadi perawat juga dituntut untuk memiliki “karakter”, merawat dengan hati, tak hanya dengan otot. Dengan demikianlah, perawat bisa melakukan “caring” kepada para pasien. Karena kesembuhan pasien tidak cukup didapatkan dengan obat-obatan dan terapi medis lainnya semata. Namun dengan membangun suasana nyaman dengan kesungguhan hati akan memberikan pengaruh yang cukup significant terhadap kesembuhan pasien.

Ya, sesuatu yang berasal dari hati, akan sampai ke hati….

27-12-2012

Islamic Nurse

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s