#KisahBer-9 Traktiran Milad on the scene

Traktiran Milad

Hal yang paling seru dan membahagiakan ketika milad seorang sahabat selain berlimpahnya ucapan selamat, do’a apa coba?? Yeah, you’re guys,  bagian yang paling menarik adalah tagihan traktirannya!!

Hahaha…. Bagi mahasiswa kere seperti kami sebenarnya juga tidak terlalu berharap jika ada salah seorang kawan yang akan suka rela mentraktir kita-kita yang bak mahasiswa kelaparan selalu ini. Ya, saling pengertian… begitulah. Tidak tega juga sih sebenarnya menodong teman yang sedang milad untuk benar-benar mentraktir. Namun semacam kesepakatan tidak tertulis, bahwa “menagih traktiran” teman-teman yang milad adalah kewajiban, semacam jenis perolok-olokan ketika ada yang milad, walaupun lebih sering hasilnya nihil, hahaha… ^^

Namun tradisi ini roboh seketika. Bagaimana ceritanya?

Begini Kisahnya….

Ketika itu kalau tidak salah di tahun 2008, salah seorang sahabat kami sebut saja namanya Mutya (emang namanya Mutya kok😀 ) yang amat sangat baik hati, lembut, pendiam, dan tidak neko-neko, akhwat sejati, saking lembutnya, bahkan setiap orang yang berinteraksi dengannya akan menurunkan nada suaranya beberapa oktaf, dan ketika berbicara dengan yang lain, nada suara mereka akan kembali normal (diskriminasi banget yak haha).

Jadi ceritanya teman kami si Muty ini milad yang ke 19 tahun. Maka berbondong-bondonglah kami mengucapkan selamat ulang tahun. Ketika itu belum jamannya booming facebook-an guys, kita masih pakai friendster itupun animonya tidak seheboh mengucapkan milad di facebook seperti pada saat sekarang. Jadi ngucapinnya kalau tidak lewat sms, ya musti “live”.

Kebetulan ketika itu kami sedang ujian akhir semester. Dan ketika anak-anak yang lain mulai iseng “nagih traktiran”, eh si Muty yang baik hatinya mengiyakan. Dengan malu-malu Muty mengajak kami ber-8 (IYA kita ber-9!!!) untuk makan-makan, sekalian ada yang mau disampaikan katanya (ceritanya Mutya mau launching secara resmi rencana walimahannya sodara-sodara.Yatta!!!). Kami shock, bahagia, namun juga berusaha untuk kalem. “Haa.. beneran inih mau ditraktir?”. Maklum, jumlah kami cukup banyak  9 orang, itu pun jenis “pemakan segala” semua!! Bukan jumlah yang kecil untuk sebuah “harga makanan yang harus dibayar” . Muty mengangguk, kami langsung senang tak terkira.

Maka tratiran milad Mutya adalah “gong awal” perjalanan traktiran demi traktiran milad di antara kami bersembilan. Berikutnya tratiran Liza, Desi, and so on sehingga  sudah menjadi semacam tradisi, tradisi untuk melakukan suatu perjalanan yang kami sebut dengan “wisata kuliner” . Tak berniat merayakan secara heboh-hebohan memang, namun hanya  sebagai wahana mempererat ukhuwah dan mengambil moment untuk “refreshing” tentunya.

Sejak saat itu, moment milad menjadi momen special yang kami persiapkan bersama. Masing-masing udah nabung setahunan buat ngetraktir bersembilanan di hari milad. Hahah aku masih ingat, kami biasanya akan langsung menyisihkan beasiswa yang diterima sekali 1 semester untuk bisa mentraktir teman, atau mengumpulkan uang THR.

Milad Feni: 18 Januari, Anit 31 Januari, Mbak Rin 10 Maret, Ipit 13 May, Nami 28 Agus , Saya 27 Sept, Muty, 27 Okt, Liza 2 November, dan Desi 15 Desember. Jadi total ada 9 kali agenda makan “wajib” bersama dalam setahun itu.

Sebelum agenda tratir mentraktir ini terlaksana, yang sama-sama kami lakukan adalah : BINGUNG. Bingung menentukan tujuan perjalanan kuliner. Dulu zezaman tahun 2008, belum begitu banyak tempat kuliner di kota Padang yang bisa dicapai dalam waktu yang efektif dan efisien. Maklum ketika itu kami kuliah di Pondok, dan masih merupakan Angkot Lover Fans club. Sedapat mungkin tempat yang akan dituju Cuma satu kali naik angkot. Sebelum makan sih biasanya kami akan bertanya atau si empunya milad sendiri yang akan mewanti-wanti “Budgetnya Cuma segini eaaa”. Dan kami akan mulai pilah pilih tempat makan dan menu dengan riang gembira. Ahhh…. Sungguh nikmat ditraktir itu teman! *smirk*

Tempat makan tratiran milad pertama (Milad Mutya yang ke19) itu di Sentral Pasar Raya lantai paling atas yang memang special tempat berbagai macam café. Karna kami datangnya kepagian (sekitar jam 10 pagi). Itu adalah yang pertama dan terakhirnya kami makan di SPR Padang, karena beberapa bulan kemudian, gempa mengguncang dan bangunan itu roboh dan sampai saat ini belum aktif kembali.

Traktiran Milad

Next milad kami mulai berkelana, mulai dari Malabar di depan Nurul Iman (dengan diawali sesi curhat-curhatan di Nurul Iman sebelum makan), Kim Golden samping NF, Warung Apmi (in memoriam), Batagor Ihsan (the most favorite place), Enhaii Soerabi, Solaria, Warong Kito, Bakso adabiah, Bakso Lapangan tembak, ATL Ratulangi (*sampai disini jujur aku tidak mampu mengingat dengan baik lagi tempat-tempat yang sudah pernah kami singgahi), untuk menentukan tempat tratiran saja, biasanya juga tidak luput dari perdebatan demi menyatukan selera makan yang pas. Tapi perayaan milad kecil-kecilan ini tidak selalu di tempat makan kok. Mbak Rin dan Ipit malah mengajak ke rumah, kita masak bareng. Bikin sate Madura (entah sate apalah itu namanya) di rumah mbak, trus bikin ayam featuring mie goreng di rumah Ipit.

Milad on the stiry

Karena kebanyakan milad sering bertepatan dengan selesainya ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester, biasanya akan ada-ada saja yang mengusulkan ide untuk sekalian jalan-jalan untuk refreshing. Nah, disinilah bermula rutinitas tambahan kelompok yaitu agenda jalan-jalan untuk tahun tahun berikutnya. Aku masih ingat, ketika milad Anit di tahun 2009, rasanya benar-benar puas.  Selepas ujian, kita langsung makan, kemudian bermain ria di taman Melati dan Museum Adtyawarman sebelum akhirnya menghabiskan hari dengan menyaksikan sunset bersama. Sekali waktu pernah juga kami yang tanpa perencanaan yang matang menggembel di GOR dan nyasar ke SMA Anit, di milad mbak Rin yang ke 21 kita menghabiskan hari dengan bermain di Pantai Bung Hatta. Di milad Liza yang ke-19 awal bermulanya sesi qodhoya yang semakin mendekatkan kami, dengan aturan main masing-masing anggota harus menceritan tentang pengalaman pribadi sebelumnya (sampai sekarang aku masih menyimpan rekaman curhat gaje teman-teman ^^), dan sesi foto-foto merupakan agenda wajib setiap milad. Makanya di folder Komputer akan bejejeran nama-nama folder : Milad Muty, Milad Liza 19, Milad Desi 19, Milad Feni 21, Milad Anit 20, Milad Mbak Rin 20, Milad Ipit 20, Milad Nami 20, and so on…

Enhaiiii

Traktiran milad yang biasanya sering molor dirayakan adalah milad Namia dan milad ku sendiri karena biasanya bertepan dengan jadwal liburan semester atau liburan Hari Raya. Tapi tentu teman-temanku tidak akan melewatkan kesempatan itu begitu saja. Sekembalinya kami ke kampus langsung ditagih. Yasalammm!!

Hmmm… semuanya berjalan lancar ketika akhirnya pada pertengahan 2011 kami memiliki jadwal yang tak lagi sama di dalam perkuliahan. Satu per satu teman-teman mulai susah untuk dikumpulkan. Bahkan kami sudah jarang lagi bermain dengan Muty semenjak Muty menikah di akhir 2008 itu. Akhir 2011-awal 2012 kami tidak mengadakan tradisi ini lagi karena sebagian teman-teman sudah mulai profesi Ners. Satu per satu kami melewatkan perayaan milad teman-teman. Sedih memang, namun sedapat mungkin kami masih menyisakan hari-hari dimana kami bisa berkumpul bersama walaupun tidak selalu lengkap ber-9. Satu-satunya momen lengkap bersembilan terakhir adalah ketika perayaan Milad Ipit yang ke 22. Ahhh…. Sungguh bahagia bisa menyaksikan teman-teman semuanya berkumpul lagi di satu meja.

Terakhir traktiran milad yang masih terselenggara adalah milad ku yang ke-23 dan milad Liza baru baru ini sekaligus tratiran gaji (*hoalaheee)😀

Banyak sudah kenangan yang kami ukir dengan duduk satu meja dalam urusan makan memakan ini. Sebagian besar terekam rapi dalam gambar-gambar, yang kelak akan menjadi bukti kebersamaan (*oke ini mulai mengharu biru_)

Guys,,, kelak (*entah itu kapan)… aku berharap tradisi ini masih kita semaikan. Okesip!

Thanks God, I was met with them

 

milad ipit full ber0

Lengkap ber-9…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s