Life Journal #Hibernate (Part 2 of 3)

Hibernate III

SMP —> SMA

Kalau tidak salah selesai UN di SMP (UAN sudah berubah lagi menjadi UN), kita dikasih liburan yang cukup panjang juga. Lebih dari 1 bulan! Karena tidak memiliki kesempatan untuk berlibur ke Bali, Singapore, Jepang, atau Bangkok (*gaya bener!), aku hanya menghabiskan waktu selama sebulan itu dengann MENGGAMBAR!!

Jadi semua kertas-kertas fotocopyan contoh soal kompetensi yang tebelnya ngalah-ngalahin kamus kedokteran itukan banyak kosong di bagian belakangnya. Semuanya kukumpulkan dan kugambari sesuka hatiku. Kemudian gambar-gambar yang paling bagus kutempel di dinding kamar berderet-deret sampai pintu kamar, tiangnya, lemari pakaian kutempeli dengan gambar. Kebanyakan sih gambar kartun dan manusia-manusia gaje. Jangan tanya apakah kedua orang tuaku marah. Tentu saja! Hehehe, tapi semenjak kamar itu sudah menjadi kamar pribadi tak ada yang protes lagi mau kubuat seperti apa. Kemudian melarang adik laki-lakiku yang ketika itu masih balita untuk masuk ke dalam kamar karena ia akan mengacaukan tata dekorasinya. Pernah suatu kali kecolongan, si balita masuk dan kemudian mengacau serta merobek beberapa gambar, aku langsung marah dan nangis kejer seharian. Tidak rela!! Semenjak itu kamarku adalah wilayah terlarang bagi beberapa anggota keluarga.

Sekarang itu hanya tinggal kenangan. Semenjak rumah di cat ulang (ketika aku kuliah), semua karya ketika SMP (mulai dari pajangan kaligrafi, ukiran kayu, pekerjangan tangan selama SMP, koleksi kertas surat, ganci yang dipajang-pajang bak pedagang kaki lima) disita dan dikarduskan😥. Aku berharap bisa menemukan lagi beberapa sketchbook  zaman SMP yang susah payah kubeli dan kugambar. Entah dimana keberadaannya saat ini.

Aku bahagia, masa liburan SMP benar-benar kuisi dengan hal-hal yang aku senangi. Tidak ada kegalauan dan beban pikiran mau melanjutkan studi kemana. Sama halnya ketika memilih SMP, entah kenapa aku dilanda kemalasan untuk mengirimkan lamaran ke berbagai sekolah yang katanya lebih baik. Aku hanya memasukan satu-satunya lamaran ke SMA yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Benar-benar tidak berminat dengan sekolah lain, dan tidak mengalami rasa takut tidak diterima. Alhamdulillah NEM ku berada di peringkat kedua di antara ratusan pelamar.

Masa-masa SMA

SMA kunikmati. I mean, benar-benar kunikmati! Aku ingin membalas dendam atas semua kesempatan yang tertutup untuk bisa mengikuti berbagai macam ekstrakurikuler. Jika bisa mengikuti semua, ingin rasanya menjalani semua kegiatan yang ada. Kudengar di SMA lebih fair. Bahkan untuk menjadi pengurus inti OSIS pun ada seleksinya. Aku suka ini! Persaingan sehat, tidak asal comot.

Dengan meningkatkan kepedean menjadi beberapa skala richter, untuk pertama kalinya aku mengikuti seleksi OSIS ketika kelas X SMA (psst… kami angkatan pertama loh yang memakai tingkatan kelas lanjutan X, XI, XII *bangga). Seleksinya kurang lebih mirip dengan pembayatan Pramuka. Punya beberapa posko yang harus dilewati. Ada posko ilmu pengetahuan, posko bahasa Inggris, posko mental, posko Kepribadian, posko apalagi yak? Lupa…. kalau gak salah ada 5 posko. Sebenarnya gak harus pintar-pintar banget sih untuk melewati posko-posko itu. Yang penting itu “PENCITRAAN” Bhahahah *evillaugh* *jangan ditiru!!*.

Intinya itu bagaimana kita memanajemen mental agar tidak ciut dan keder duluan karena seleksinya face to face dengan kakak senior pengurus OSIS lama dengan memakai sistem wawancara “saya bertanya Anda menjawab”. Kemudian musti PeDe, sedikit strategi dalam berdiplomasi, Publik Speaking nya musti lancar jali, ngomongnya jangan pakai gugup!. Eksplore kelebihan diri! Jangan malu-malu nyebutin spesialisasi dan prestasi diri. Dulu waktu ditanya punya apa untuk jadi pengurus OSIS, aku tidak sungkan-sungkan bilang aku punya cinta   kalau aku punya sedikit bakat di bidang tulis menulis, gambar-menggambar, pernah berkontribusi menghidupkan lagi mading SMP, dan pernah nampang doank jadi anggota  sekbid kerohanian walaupun Cuma satu kali ikut rapat dan gak ngelakuin apa apa yang kupikir akan dibutuhkan di beberapa bidang di OSIS SMA.

Dan jangan lupa cari-cari dikit info tentang OSIS, sekbid-sekbid yang ada dan hapalin nama-nama pengurusnya! Yah, kadang-kadang senior yang narsis parah suka ngasih pertanyaan yang tidak bermutu seperti: “Siapa nama saya?” “Siapa ketua Sekbid itu?” —> yang jawabannya adalah nama dia sendiri -___-“.

Jangan sekali-kali ngejawab “amnesia ya kak?” atau “Emang lo siapa?” kalau gak mau dikasih tatapan setajam mata elang trus dibully habis-habisan.

Satu-satunya posko yang benar-benar khusus untuk membully habis-habisan itu adalah posko mental. Yang kita diteriaki, dicaci maki, disuruh-suruh, dibodoh-bodohi. Lengkaplah! Banyak yang berguguran di posko ini. Sudah keder duluan, padahal sudah menyelesaikan posko yang lain. Satu hal yang membuatku sedikit berbahagia ketika memasuki posko ini karena pengujinya adalah kakak-kakak senior di Pramuka yang sudah kukenal sebelumnya di ekskul pramuka. Maka jadilah setiap dibentak bukannya pucat pasi ketakutan aku malah nahan ketawa. Yang ada kemudian mereka sok marah-marah sambil membentak “eh kenapa kamu ketawa? Ada yang lucu ya??”. Iya, kakak lucu banget!!! Karena merasa akting sadis mereka gagal  akhirnya aku diusir setelah sebelumnya disuruh buka sepatu dan kaus kaki terus naik ke meja Entah apa tujuannya! Ckckck….

Yang paling kusukai itu posko bahasa Inggris! Walaupun gak ngerti apa susunan pola kalimatnya udah bener apa kagak, yang penting semua kosakata yang kukuasai kuucapkan berkali-kali ,” I’ll be happy if be a part of council student because join council student make me happy” -___-“ rasanya seneng banget bisa melihat wajah kebingungan senior yang ngewawancara.

Sebenarnya aku tidak punya ambisi untuk menjadi pengurus inti OSIS, menjadi anggota sekbid untuk tahun pertama ini cukuplah rasanya. Yaaah… awak ni apalah. Tak punya pengalamanpun di bidang organisasi. Udahlah Culun, kuper, dan bukan termasuk junior kelas X yang cukup beken (beken gak bekennya anak kelas X dilihat pas jaman-jaman MOS) ataupun mantan seleb di sekolah yang lama. Namun karena mendapatkan nilai yang cukup tinggi karena kesuksesan pencitraan *eghm*, tak disangka si culun ini terpilih menjadi salah satu kandidat ketua OSIS bersama 8 orang lainnya dari kelas X dan kelas II.

WOW!! Pengumuman ini langsung bikin perut mules, karena setiap kandidat musti orasi, kampanye di lapangan sekolah dengan disaksikan oleh seluruh siswa. Musti siap-siap di soraki “uuuuhhhhhhh” ketika menyebutkan visi misi serta “janji”. Yaelah… kalau kampanye caleg kan biasanya pada dielu-elukan gitu yak? karena emang disuruh dan udah dikasih “sesajen” sebelumnya. Nah kami? Pas kampanye kandididat OSIS  yang ada malah disoraki, di cemooh, terus didemo sambil dibully #eehh… yoi, nanti ada tim khusus yang bakal memecah konsentrasi kita ketika orasi dengan mengalungkan “sarok-manyarok” yang entah apa ke leher kandidat, ada yang tiba-tiba ngasih sapu ke kandidat buat dipegang pas kampanye (*entah apa maksud dan tujuannya), ada kandidat yang dilap-lap-in pakai kemoceng dan lap tangan super kotor ketika lagi semangat-semangatnya orasi, trus ada senior yang bersepeda di tengah-tengah lapangan sambil pegang papan “kami tidak butuh janji! Kami butuh bukti!!”. Bhahaha, asli ngakak sekaligus ngeri.

Kampanye itu sungguh melelahkan fisik dan mental. Apalagi sehari sebelumnya aku baru pulang dari kemping pramuka dan belum mempersiapkan naskah untuk orasi Visi dan Misi. Aku hanya sempat bertanya kepada tante yang kebetulan pulang kampung dan dahulunya adalah pengurus inti OSIS di SMA yang sama untuk nyumbang pendapat kira-kira apa yang kubutuhkan untuk kampanye.

Finally, setelah pemungutan suara dilaksanakan, hasilnya adalah AWAK TIDAK MENANG SODARA-SODARA! Bahahahah. Yang akhirnya menjadi ketua OSIS adalah kakak kelas II. Yah, dimaklumi sih. Secara kite-kite anak kelas X belum begitu populer dan belum menonjol prestasinya di kalangan siswa yang lainnya plus cetek pengalaman. Namun aku cukup berbahagia karena dipercaya untuk menjadi Sekretaris I di periode OSIS kali itu oleh para sesepuh  #ciyeeeeehh ^_^ cihuy dah!!! Sesuatu yang tidak pernah aku dapatkan ketika SMP bisa kubuktikan ketika SMA with my own skill.

Tidak hanya puas dengan OSIS, dalam satu tahun pertama itu aku menjabat di 3 struktur lainnya. Dan semuanya menjadi SEKRETARIS!! Ck ck ck …. Sekretaris kelas, Sekretaris Dewan Ambalan Pramuka, dan sekretaris Forum Annisa. Nah untuk sekretaris FA ini lucu juga cara pemilihannya. Jadi kakak kelas II yang waktu itu menjabat sebagai sekretaris tiba-tiba mengundurkan diri, trus kakak-kakak akhwat pengurus FA kepo-in anak-anak kelas X untuk nyari pengganti, jadi dari hasil kepo itu tetiba aku dipanggil ke majelis syuronya (*aseeekkk😀 ), bukan syuro yang seperti itu juga sih, Cuma semua pengurus inti hadir disana mewawancarai  gitu.

Awalnya kakak-kakak itu bertanya “Nur’aini suka gambar ya?”

ya kujawab “Suka buangeettt kak” *intonasinya gak pake alay ya! -___-“.

 “Suka nulis juga??” kepo masih berlangsung.

“Lumayan sih kak hehehe” *nyengir gaje

“Gini, kami butuh sekretaris, Aini mau gak jadi sekretaris sementara untuk pengurus FA?”

*bingung sesaat* *merasa hina dina dan gak pantes* *namun tergiur buat nambah-nambah pengalaman*

Finally jawabannya adalah : “InsyaAllah kak” *sambil milin milin ujung jilbab*

Walaupun sepenuhnya aku hanya mengerti pemilihan itu terjadi karena aku sudah terbiasa menulis dan menggambar.

Maka debut pertamaku sebagai sekretaris pengurus Forum Annisa adalah bikin Poster  untuk publikasi acara FA mingguan. Bhahahah😀 , kalau inget-inget lagi rasanya itu poster gaje bin alayatun! Posternya  kugambar sendiri di HVS. Kagak pakai Mc.Word! Sotoshop! Ataupun Corel-shop! *maksa*

Poster simple bergambarkan mesjid, tulisan welcome, tema FA, kalimat ajakan yang lebayatun, trus kartun akhwat yang lagi smile. Difotocopy dan ditempel di kaca Mushola dan kaca beberapa kelas. Bangga bener rasanya! Hihihihihi….

Kelas X yang penuh keceriaan, aktif di organisasi, setiap Upacara Bendera di hari Senin berdiri di gank paduan suara, tiap bulannya musti jadi penyelenggara Upacara sebagai perwakilan OSIS, masuk ke kelas-kelas buat ngasih pengumuman, jadi panitia kegiatan ini itu (mulai dari panitia MOS sampai tukang parkir pas ikut kepanitiaan rapat guru-guru. hadehhh), ikut-ikut senior kalau ada pelatihan, kemping, hiking, pengembaraan ke bukit belakang sekolah, really-really enjoy it! Satu-satunya ekskul yang sangat kuinginkan namun gagal untuk kumasuki ketika SMA adalah : Karate. But finally I got it di masa-masa kuliah😀

Dan kelas XI SMA adalah masa penuh tantangan dan pencapaian puncak kejayaan. Ketika itu aku kembali menjabat sebagai Bendahara umum OSIS, lebih bisa seru-seruan di OSIS karena mendapatkan amanah penuh, beda dengan ketika kelas X yang lebih banyak fase belajar dan mengikuti arahan senior.

OSIS yang penuh drama dan konflik, OSIS yang senang menindas anak-anak MPK (Majelis Perwakilan Kelas) pokoknya kalau MPK ngelarang-larang OSIS, sok-sok-an bikin peraturan gaje, siap-siap aja dibully oleh OSIS (bhahaha *smirk) trus  perang dingin dengan senior kelas III yang lagi post power syndrome dan sok-sok ngatur, trus lagi seneng-senengnya karena sudah punya junior yang bisa di-bully di Pramuka, dan Alhamdulillah puncak-puncak prestasi akademik justru terlihat di tahun ini karena kita sudah mendapatkan penjurusan dan dikelompokkan berdasarkan peminatan. Rasanya menyenangkan bisa tetap membanggakan di bidang akademik walaupun sibuk di beberapa ekskul. Yaattttaaaa!!! Kalau kubilang inilah masa masa keemasan !!!

Kelas XII —> Fase Post Power Syndrom ! Dimana kami sudah meletakkan jabatan dan mewariskan kekuasaan pemerintahan kepada junior. Ketika inilah aku mulai merasakan apa yang dirasakan oleh kakak-kakak kelas III. Rasa tidak puas dan keinginan agar  junior melakukan sesuatu yang lebih untuk organisasi kita. Walaupun sudah pensiun dari OSIS, tapi masih sering mengeluarkan kritikan buat adik-adik, dan tentunya masih eksis di Pramuka. Yap, pramuka never end! Bahkan H-5 UN aku masih kisruh-kisruh ikut kemping pelantikan adik-adik. Bahkan sampai tahun ketiga kuliah masih sering hadir ke pertemuan-pertemuan Pramuka jika kebetulan libur.

Finally, masa-masa SMA musti berakhir dengan sejumput kenangan yang tidak ingin kulupakan.

tbc….

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s