Wisudalah

*Setelah berkali-kali mencoba menuliskan sesuatu namun kemudian menekan ctrl A + delete karena merasa apa yang kutulis sama sekali tidak menarik dan tetiba tidak ingin melanjutkannya*

Mudah-mudahan tulisan yang kuketik kali ini cukup panjang dan bermanfaat bagi teman-teman blogger yang membacanya.

Berbicara perkara wisuda, (*ya, ini memang topik basi), ternyata ada diantara sahabat-sahabat kita, teman kita seangkatan, satu kampus, satu nagari, satu SMA, yang tidak menjadikan wisuda sebagai suatu passion atau tujuan yang menyenangkan.toga1

Meskipun terbilang aneh dan sedikit membingungkan, namun saya dapat mengerti kenapa bagi sebagian orang perhelatan wisuda bukanlah sesuatu yang penting dan tidak terlalu diharapkan. Berdasarkan hasil kepo maksimal yang saya lakukan kepada salah seorang teman tanpa disadarinya, saya bisa menarik suatu kesimpulan, bahwa suatu prestasi yang kita dapatkan dari proses yang tidak kita nikmati, tidak selalu menimbulkan kebahagiaan.

Alkisah, ada seorang sahabat yang telah menyelesaikan tugas akhirnya, dengan penuh perjuangan pastinya. Tidak terhitung waktu, biaya, pemikiran, tekanan bathin, dan  kesakitan fisik yang ia alami demi menuntaskan tugas yang bernama skripsi ini, namun pada akhirnya ia mampu menyelesaikannya walaupun di waktu yang kurang tepat (bukan kurang tepat juga sih) karena pendaftaraan untuk wisuda periode terdekat sudah ditutup. Ketika aku mencoba memberikan sedikit semangat agar ia mau menunggu periode berikutnya, sang teman berkata : Entahlah Ni, aku gak tau akan ikut wisuda atau tidak. Wisuda sama sekali tidak menarik saat ini. Bahkan aku sudah lupa dengan apa yang kubuat di skripsiku. Rasanya aku tidak ingin menjalani profesi ini.

Kaget? Tentu saja. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa tidak ingin diwisuda karena alasan tidak menyukai jurusan yang ia pilih saat ini. Terlebih karena aku mengetahui ini adalah pilihan pertama si teman ketika ia mengikuti SPMB beberapa tahun yang lalu.

Sahabat, kadang… apa yang harus kita jalani saat ini memang bukanlah apa yang kita inginkan untuk kehidupan kita dimasa depan. Sehingga tidak jarang hati nurani berteriak malas dan bosan. Namun, bersikap bijak bukanlah kemudian menolak ataupun melawannya. Jika sampai dirimu sudah hampir menyelesaikannya, maka persembahkanlah hal terbaik yang bisa membuat orang lain tersenyum bahagia melihatnya. Apakah kamu tahu? Di dunia ini, selain kehidupanmu yang tentu harus kamu pikirkan, ada perasaan-perasaan lain yang seharusnya kamu tenggang. Merekalah yang sangat mengharapkan dirimu, anak-anak mereka mendapatkan masa depan cerah. Sedikit kebanggan yang kamu berikan setidaknya akan membantu membayar peluh dan pengorbanan mereka selama ini.

Berhentilah untuk bersikap galau yang terlalu berlebihan, berhentilah untuk menolak, setelah semua masa panjang yang dilewati. Orang yang sibuk memikirkan kegalauan dirinya sendiri cenderung bersikap egois dan tidak responsif terhadap lingkungan. Hadapi semua tahapan ini dengan baik. Setelah engkau berhasil pada langkah ini, silahkan berfikir ulang tentang langkah seperti apa selanjutnya yang akan kamu tempuh.

Wisudalah! Bukan hanya demi masa depanmu, namun juga demi senyum manis kedua orang tuamu sehingga mereka tidak merasa apa yang mereka lakukan untukmu selama ini hanya sia-sia.

12/03/2013

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s