I.L.U

I.L.U

ILU…

 Ada yang tau apa kepanjangan kata-kata di atas? Saya yakin, bagi teman-teman yang mengaku anak gehol plus memiliki kadar alayness setidaknya 30% pasti tahu apa itu kepanjangan ILU.

Selain ILU, ada IWU, INU, IMU….

Masih belum tau?

Oke, coba putar lagu heavy rotation JKT’48 yang saat ini lagi digandrungi anak muda Indonesia…

I want you…. I need you…. I love you… di dalam benakku… *oke stoop!!!*

That’s all….

Hahahah…

Bukan, saya bukan mau mengajak teman-teman menjadi salah satu member JKT ’48 fans club.

Tapi saya menyarankan teman-teman untuk menyanyikan lagu ini, tapi sambil merapatkan hati kepada The heavy rotation, pusat segala pusat pemikiran dan hati seharusnya berada. Lailahailallah… Yang namanya senantiasa kita sebut dalam keseharian, yang kepadaNya kita selalu memohon ampunan, yang pengasih lagi penyayang, yang karenanya kita hadir di dunia ini, yang karenaNya kita memiliki keluarga, saudara, karib, sahabat, menjalani keseharian, beribadah dan menjauhi diri dari perbuatan dosa hanya karenaNya.

Namun pertanyaan besarnya adalah : Apakah benar selama ini semua hal tersebut dilakukan karena kita benar-benar cinta padaNya? I mean, apakah kita melakukan semua hal yang berbau ibadah karena kecintaan kita untuk melakukannya sehingga dekat dengan Allah atau karena harapan syurga? Dan apakah selama ini ketika kita berusaha mati-matian menjauhi perbuatan dosa semata-mata agar Ia tak benci pada kita, agar Ia tetap cinta kepada kita atau hanya karena rasa takut terhadap neraka?

Mari kita simak mimpi seorang sufi yang konon kabarnya di dalam mimpi, mendengar  Allah Swt berkata.

  • Ketika AKU baru menciptakan manusia, mereka semua mengaku cinta kepada-KU.

  • Kemudian KU-ciptakan dunia, sebagian besar berpaling ke dunia lari meninggalkan-KU, hanya sedikit yang tetap mencintai-KU

  • Kemudian KU-ciptakan Surga, sebagian besar dari yang sedikit itu berpaling padanya, dan tinggal sedikit dari yang sedikit tetap mencintai-KU

  • Kemudian KU-ciptakan Neraka, sebagian besar dari yang sedikit dari yang sedikit tadi lari meninggalkan-KU karena takut padanya, maka tinggallah sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit tetap cintanya kepada-KU.

  •  Pada yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit itu KU-timpakan ujian, Sebagian besar dari yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit itu tidak tahan dan mengeluh, hingga hanya tinggallah sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit dari yang sedikit tadi masih tetap cintanya kepada-KU.

  • Kepada yang tersisa itu AKU katakan… “Kalian tidak menginginkan dunia, tidak mengharapkan surga, tidak lari dari neraka, dan tidak mengeluh dari ujian, lalu apa yang kalian inginkan…?”

  • “Engkau lebih mengetahui apa yang kami inginkan, jawab mereka.”

  • “AKU akan memberikan cobaan yang berat pada kalian, sebanyak napas kalian; bahkan gunung yang kokoh sekalipun tidak akan sanggup menanggungnya, apakah kalian akan tetap bersabar…?”

  • “Jika KAU yang menurunkan cobaan itu, kami siap menerimanya.”

  • Kata Allah… “Kalian adalah hamba-hamba-KU yang sejati. Kalian adalah pecinta-KU yang sidiq. Aku akan beri kalian dunia dan surga. Aku akan menyingkirkan segala bencana dari kalian.”

  • Mereka yang tersisa itu-lah hamba-KU.

 

 

Jika surga dan neraka tak pernah ada. Masih kah kita bersujud padaNya?????

Ketika seorang manusia mencintai manusia lain, sebut saja seorang fans yang mengidolakan seorang bintang, ia rela memotong uang jajannya untuk ditabung demi meononton konser sang idola, ia rela menghapal mati lirik-lirik lagu yang notabene tulisannyapun tak bisa dibaca, ia rela berdiri berjam-jam menunggu kedatangan sang idola, menangis haru, tertawa bahagia, dan bermacam-macam ekspresi lainnya. Dan apa yang dilakukan sang idola? Mereka hanya menciptakan lagu, menciptakan hiburan bukan? Sama sekali tidak menunjang kehidupan sang penggemar bukan? Toh ia melakukan hal tersebut juga demi kehidupannya, ada gaji yang harapkan dari Manajemen. Yang ada, penggemarlah yang berkorban banyak hal untuk idolanya. Demikianlah salah satu contoh urusan percintaan diantara manusia. Sebuah hubungan timbal balik yang tidak menghasilkan sebuah energy positif.

Namun, jika kisah percintaan seperti ini kita terapkan dalam hubungan dengan langit, yang urusannya sudah tercatat dan diatur rapi sejak beribu tahun lalu, yang contoh dan buktinya telah terpampang nyata di muka bumi. Namun kadang semuanya dipreteli dengan lingkaran keangkuhan manusia yang rupa-rupanya banyak yang terlupa.

Dan alangkah baiknya jika kita sebagai manusia yang “senang” berlupa-lupa diri saling mengingatkan, dengan kata I Love You yang seperti apa seharusnya kita terapkan…

 ****

*udah segini doank*

*tumben bener bikin Note serius :D*

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to I.L.U

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s