HaDeeR ~ harga diri rendah (?)

Harga Diri Rendah…

Beberapa saat yang lalu saya mengadakan perbincangan di telfon dengan salah seorang sahabat. Setelah melompat dari satu topik ke topik yang lainnya (kami berbincang cukup lama), akhirnya sahabat saya tersebut curhat.”Menurutku, hal terpenting bagiku saat ini adalah segera menemukan pekerjaan yang membuatku nyaman. Kamu tau? Kadang aku merasa tidak bersemangat untuk mengangkat telfon dari teman-teman kita. Karena pada ujung-ujungnya pastilah terselip pertanyaan : Kerja dimana sekarang? Ah…  aku benar-benar merasa HDR. Hanya dengan beberapa teman yang aku merasa nyaman aku sanggup bercerita. Ya seperti kamu inilah….”

Merasa HDR dengan lingkungan adalah hal yang wajar menurutku. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang tetiba HDR, bahkan ada juga yang HDR tanpa sebab. Namun, sebanyak-banyaknya alasan yang membuatmu HDR, sebenarnya kita juga mempunyai cukup banyak alasan untuk kembali membangkitkan kepercayaan diri. Ada banyak sisi positif yang harus kita lirik dan gali dari diri sendiri. Orang-orang yang tidak mengenal dirinya sendiri, akan cenderung menjadi HDR. Tentu juga orang-orang yang jarang bersyukur, juga akan cepat merasa HDR. Karena ia akan selalu membanding-bandingkan segala kelebihan dan rezeki/kesempatan yang didapatkan orang lain dengan apa yang ada pada dirinya. Setiap manusia diciptakan Allah masing-masingnya berbeda, bahkan seorang anak kembar identikpun pastilah memiliki perbedaan dengan saudara kembarnya. Begitu jugalah dengan nasib, suratan, takdir, dan juga jalan hidup seseorang.

Menyesali dan menjadikan diri hina bukanlah hal yang baik jika dipelihara terus-terusan. Karena kita adalah makhluk ciptaan Allah. Menghina diri sendiri berarti menghina ciptaan Allah. Jadi selayaknya, pengalaman hidup orang lain dijadikan contoh, dijadikan motivasi untuk berbuat lebih. Menjadi dengki hanya merusak tatanan citra terhadap diri sendiri. Namun sebaliknya, menyadari kelemahan diri lalu kemudian mencari ‘another way’ untuk menutupi serta mencapai prestasi dengan cara berbeda adalah prinsip seorang pemenang.

Ketika kita meyakini bahwa Allah memiliki takdir indah untuk jalan hidup kita, kemudian kita meyakini Allah adalah pengabul do’a, serta tahu bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang bergerak untuk mengubah nasibnya, cukuplah menjadi modal untuk bangkit dan berusaha.

Seseorang mungkin bisa menang karena kesempatan gemilang yang “hadir tepat pada waktunya” di depan mata mereka. Namun tidak ada larangan jika kita “menciptakan sendiri” kesempatan itu. Adakalanya takdir/kesempatan kita datang sedikit terlambat dibandingkan orang lain, namun bukan berarti sepanjang masa penantian itu kita akan menjadi pecundang dan merendahkan diri sendiri. Selalu ada hikmah serta pelajaran penting yang bisa kita petik dari setiap helaan nafas dan usaha.

Maju terus! Biarkan Allah yang membuka pintu-pintu kemudahan itu….

[2:214} Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

 

Semoga indah pada waktunya. Indah pada waktunya? Berarti harus siap diperlambat ataupun dipercepat. Wallahualam =)

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s