Sinopsis on the Review of ‘nasehat’ -___-” *entah judul apa ini*

Memaksakan diri menulis ketika kamu sama sekali tidak memiliki ‘mood’ yang cukup baik untuk menulis sementara begitu banyak ide dan juga tema tulisan yang berdemo ingin segera dikeluarkan itu sungguh menyiksa pemirsah… Bahkan walaupun kondisinya netbook terkembang(?)  cantik di depan hidungmu, membuka lembaran microsoft office word ini sungguh susah.

Oke, cukup untuk curhat colongannya.

 

Beberapa hari yang lalu…. bukan!! Tepatnya kemaren malam saya sempat menonton dua film sekaligus. Bukan… bukan drakor (read: drama korea). Kedua-duanya bergenre ‘film’, bukan drama dengan episode sepanjang tali beruk(?) yang membuat mata kelilipan karena sakit pedih saking lamanya menatap layar. Hanya berdurasi kurang 2 jam untuk masing-masing film.

Tidak perlulah saya publish disini apa judulnya. Keduanya seperti film yang sudah lama muncul, karena ketika saya pamer kepada teman tentang betapa mengharukannya film yang saya tonton melalui sms, si teman dengan amat sangat tega membalas: Hahahaha,,, aku sudah menonton film itu entah tahun kapan! +__+ Oke. Statement ini cukup pedih dan memberikan efek harga diri rendah sukses merekat tentang masalah ke-out of date-annya film yang kutonton.

Jangan tanyakan darimana film ini kudapatkan. Dari melipir dari satu folder ke folder lainnya di netbook adik #plak! #tidakpenting

Haisshhh… Sebenarnya bukan paragraf di atas inti yang ingin kuceritakan -_-. Jadi begini, setelah menonton kedua film tersebut secara marathon, aku seperti melihat ada satu kemiripan dan benang merah yang sama dari kedua film ini. Begini ceritanyaahhhh *minna san tolong pasang sabuk pengaman, karena pesawat kita akan segera lepas landas(?)*!!

Kisah pertama itu tentang sepasang anak SMA yang saling menyukai. -_- cinta momon begitulah kira-kiranya. Jadi si cewek ini ingin sekali melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya di universitas bergengsi di ibukota, kemudian mendapatkan pekerjaan mapan kalau bisa sih sampai keluar negeri (*yang punya obsesi di sini angkaaat tanggaaaannn!! #plak!😄 ). Nah, sementara si lelaki ini karena sadar otaknya yang pas-pasan(?) heheh bukan bukan, ia hanya memiliki cita-cita sederhana yaitu meneruskan usaha keluarganya. Menjadi nelayan sodara-sodara!! Namun kelak ia berharap punya kapal sehingga bisa berlayar ke berbagai negara. Walaupun sedih karena si perempuan akan meninggalkannya dan merantau, namun tidak berarti ia menghalang-halangi niat si perempuan. Malah sebaliknya, ia selalu menyemangati, membantu, memberikan perhatian, dll. Singkat cerita si perempuan lulus di salah satu universitas bergengsi dan merantau. Kehidupan terus berlanjut dengan kisah LDR yang mengharu biru.

Sampai si perempuan (*maap sodara-sodara, susah sekali mengetik kata perempuan dan lelaki, selanjutnya kita samarkan jadi si ‘X’ dan si ‘Y’ saja ya!! *okeh.. *terserah author dong mau seperti apa :D).Lanjutt… sampai si X lulus dan melamar ke suatu perusahaan asing. Si Y sudah bertekad ingin menyusul di X ke kota, namun sayang nasib tak berpihak, ayahnya meninggal. Sehingga ia tidak mungkin merantau dan meninggalkan ibu dan adiknya di kampung. Akhirnya dengan berat hati, ia memutuskan tali kasih *ajejejejejehhh dengan si X dan kemudian menjadi sedikit frustasi dan selanjutnya berhalusinasi dan gila😄 heheh *ngarang*. Karena sepertinya mereka memiliki tujuan hidup yang tidak akan pernah bertemu pada satu titik pencapaian yang sama. Demikianlah, si X sukses dengan karirnya di luar negeri, sementara si Y tetap berjuang keras melawan pahitnya hidup di kampung dan menikah dengan gadis di sana. Pada suatu kesempatan ketika si X pulkam, mereka kembali bertemu. Dengan sedikit patah hati, si X juga menyampaikan bahwa ia juga akan segera menikah. Demikianlah… mereka saling berpura-pura bisa melupakan satu sama lain. Walaupun hatinya hancur berkeping-keping (=__=)” *drama bet*

Singkat cerita *maap… kite main kat-kat aje yee* si Y cerai dengan istrinya karena si istri merasa si Y tidak tulus menikahinya, dan si X gagal menikah karena calon suaminya meninggal di daerah konflik ketika akan meliput berita di sana. Si X pulang kampung, dan si Y melanjutkan hidup dengan bekerja di kapal nelayan besar yang berlayar dari suatu negara ke negara lainnya seperti impiannya semula.

And the end, beberapa tahun kemudian si Y pulang kampung dan kembali bertemu dengan si X yang sudah menetap di kampung. And they live happy ever afterrr *ngarang😀

Demikianlah…. *fin

Huahahahha… Percayalah, cerita ini jauh lebih mengharukan dari sinopsis abal yang kubuat di atas.

Film kedua. Tidak berpanjang-panjang kisah. Ini tentang seorang perempuan yang berusaha merebut perhatian dari calon anak tirinya demi membangun rumah tangga dengan calon suaminya yang merupakan duda beranak tiga. *hondeh hondeh*. Tapi semua usaha yang dilakukan tidak lah semulus yang diharapkan. Ketiga anak menolak untuk memiliki ibu baru karena ibu kandung mereka masih hidup, mereka takut istri baru akan merebut ayah mereka ditambah mantan istri yang tidak rela jika ex.suaminya menikah lagi (-__-)”.

Namun takdir berbalik, si mantan istri didiagnosa menderita ca.serviks (kanker mulut rahim) stadium akhir. Ia memberitahu mantan suaminya, dan mantan suami akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah demi membantu pengobatan mantan istri dan juga merawat anak-anak. Si mantan istri kemudian berfikir, anak-anaknya harus tetap memiliki sosok ibu untuk merawat mereka di masa depan ketika ia sudah tiada nanti. Ia harus segera mempersiapkan pengganti ibu bagi anak-anaknya. Jadilah ia ikut mentraining si calon istri dari si mantan suami yang sudah diputuskan oleh mantan suami (ribeeett eaaaa (+__+) agar bisa menjadi ibu yang baik bagi ketiga anaknya.

Banyak hal yang terjadi di sini. Terutama ketidak terampilan dari si calon istri untuk mantan suami (hahaha, ketika menuliskan kata-kata ini terasa lucu dan aku tidak bisa menahan cekikikan). Pada akhirnya calon istri untuk mantan suami mampu menarik perhatian anak-anak dan mereka sudah semakin dekat satu sama lain. Si mantan istri menjadi cemburu buta, ia seperti masih belum bisa menerima kehadiran orang baru di dalam kehidupan keluarga mereka. Singkat cerita, penyakit si istri kambuh, ia harus dirawat di RS dan pada akhirnya meninggal dengan tenang setelah meninggalkan beberapa wasiat untuk anak-anaknya dan calon ibu baru untuk anak-anaknya. T__T . Di akhir hayatnya akhirnya ia mendapatkan kebahagiaan dari keluarganya dan telah merelakan calon istri untuk mantan suaminya menjadi bagian dari keluarga kecil mereka.

Walaupun sebenarnya saya sedikit heran melihat keadaan si mantan istri yang terkesan baik-baik saja tidak seperti seorang penderita kanker stadium akhir yang harus dirawat intensif di RS  seperti  dikemoteraphy, tubuh kurus, apalagi jika itu ca.serviks seharusnya ada adegan si mantan istri kesakitan nyeri di bagian perut, perut membengkak, dan lain sebagainya 3:X . Cuma ada adegan jatuh pingsan, dilarikan ke RS, dirawat beberapa hari, barulah tampak wajah pesakitan *beban pikiran*

Tapi scene paling mengharu biru disini adalah ketika mantan suami, calon istri untuk mantan suami serta anak-anaknya yang membuat pertunjukan dengan menampilkan slide-slide photo semenjak mereka menikah, punya anak dan gambar-gambar keakraban di antara ia dengan anak-anaknya.

Yakinlah sodarah-sodarah…. kisah ini berkali-kali lipat lebih mengharukan dan menyedihkan dari sinopsis gaje yang saya tulis diatas T__T

Oke…. Sudah bisa menarik benang merah untuk kedua kisah di atas? Yup, we’ll talk about a woman’s life.

Ada beberapa hikmah menarik yang bisa kutarik dari kisah ini pemirsah….

  • –          Yang namanya jodoh, walaupun sudah merantau kemana-mana akhirnya bersatu juga. *cucucuuiiitt…ini mah tergantung penulis skenarionya aja kaleeee :p. Iye… penulis skenario terbaik itu Alloh tau.
  • –          Setinggi-tingginya bangau terbang, pulangnya ke kubangan juga. Sejauh-jauhnya perempuan merantau, pada akhirnya balik ke kampung juga #eeh
  • –          Setiap wanita itu sudah dikarunia bakat alami untuk merawat anak, namun banyak yang terlupa
  • –          Walaupun banyak yang mengatakan amat sangat menjemukan menjadi ibu RT yang setiap hari pekerjaanya mengurus rumah dan anak seperti robot yang tak ada lelahnya, namun sungguh itu adalah profesi terbaik dan mulia dari seorang wanita. Dan itu sangat sulit sepertinya sodari-sodarih…
  • –          Well…well, ini paling serius… Untuk para wanita. Suatu saat, akan ada titik dimana kita merasa jenuh dalam pencapaian cita dan impian. Dan ketika kita sudah mencapai titik itu, kembali ke asal dan jati diri sesungguhnya adalah pilihan yang terbaik. Dan sungguh, sebaik-baiknya perjuangan kehidupan adalah ketika seorang wanita menemukan pasangan hidupnya, kemudian menjalani peran sebagai seorang istri dan ibu tentunya. Semua perjalanan meraih pendidikan dan impian, hendaklah di pergunakan dalam membangun kehidupan bersama keluarga dan mengabdi kepada masyarakat. (*jujur, menuliskan poin ini beraaaaattt beut)

Hokeh… demikian saja. Semoga bermanfaat!

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s