Talk about pesyen : Jepun

Apa yang ingin kamu cari ketika menghadiri Bunkashai atau fetival kebudayaan Jepang yang diadakan disekitarmu?

Mungkin ini pertanyaan umum yang akan memiliki jawaban beragam dari setiap manusia. Ada yang ingin menyaksikan pertunjukan-pertunjukan budaya Jepang seperti tarian tradisonalnya, lomba karaoke lagu-lagu jepang, makanan-makanan tradisional Jepang, menonton cosplay, keliling stan yang menyediakan berbagai benda menarik tentang Jepang, melihat kaligrafi kanji, menyaksikan orang-orang berkimono langsung, berfoto di bawah sakura “buatan”, atau melihat pameran manga. Jika beruntung, bisa berinteraksi dengan orang Jepang langsung yang sering kali menjadi spesial guest di acara-acara Bunkasai.

Dari semua alasan itu, hal yang paling menarik untuk kurasakan adalah : Nuansanya.

Aku belum pernah ke Jepang (InsyaAllah on my way to be there😀 ), tetapi ketika aku mendengarkan J-pop seperti Mayumi Itsuwa dengan kokoronotomonya, Mika Nakahima dengan Yuki no hana, Arashi dengan Ashita no kioku, Yui, Kiroro dengan Best Friendnya, Utada Hikaru, Instrumental Planetarium Ai Otsuka, dan banyak lainnya seperti membuat tubuhku tiba-tiba menegang, mengubah suasana menjadi seoalah-olah aku sedang berada di negeri sakura sana.

Demikian juga ketika melihat manusia berkimono, melihat kanji, makanannya, orang-orang yang menggunakan bahasanya. Seperti menghipnotis.

Semuanya menimbulkan efek seakan terhanyut ke dalam visual maya Jepang di otakku seperti yang pernah kulihat di anime, drama Jepang, atau di komik-komik. Entah kenapa, ada semacam keyakinan semua itu akan menjadi nyata, menjelma ke dalam “de javu” yang akan terjadi di masa depan.

Aku sering merinding sendiri jika sudah berada di lokasi Bunkasai, atau ketika menghadiri seminar yang bertemakan “Jepang”. Seperti seminar pendidikan bekerja dan belajar ke Jepang, seminar ACIKITA tahun 2012 lalu, dan beberapa talkshow dengan tokoh-tokoh UNAND yang merupakan alumni Universitas di Jepang.

Entahlah…

Aku sendiri tidak tahu persis kapan semua ini bermula. Aku yakin sejak balitapun rasanya sudah banyak orang-orang yang terpapar dengan hal hal yang berbau jepang. Yah, contohnya saja film animasi doraemon, beredarnya komik-komik, serta semua benda yang bercap “made in japan”.😀

Tetapi mendengarkan kabar berita tentang betapa hebatnya negeri itu sudah sejak kecil kudapatkan. Semakin lama, rasa penasaran akan kehebatan seperti apa yang dipancarkan negeri itu semakin tinggi. Negeri modern yang konon kabarnya masih mempertahankan kebudayaan dan adat istiadatnya dengan apik. Dulu ketika SD, aku pernah berkunjung ke rumah seorang teman yang di rumahnya begitu banyak benda-benda Jepang (seperti boneka berkimono, katana, gantungan dinding) karena salah seorang om entah tantenya yang bekerja di sana. Itu semacam seperti membuat iri bisa pergi kesana.

Entahlah… I think I’m going crazy about that.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

3 Responses to Talk about pesyen : Jepun

  1. noeroelfaizah says:

    hehe..ganbatte uniii….smg bs k jepang for real…^_^
    kemaren pas bungkasai yang di cari salah satuny adalah foto pke yukata, serasa jadi muslimah jepang jiaaaaa…..;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s