Pendewasaan #2

Setelah menghabiskan waktu bertahun tahun untuk membesarkan dan merawatku, baru setahun dua tahun ini aku mendengar ayah dan ibu berbicara dengan mengutarakan isi hatinya. Beliau meminta bantuan secara pribadi dan meminta pendapatku tentang masalah yang tengah keluarga kami hadapi. Aku tertegun. Tidak pernah mendapati ayah ibu seperti ini. Sosok yang selama ini kukenal dengan kekerenannya, ketegasan dan kebijaksanaanya, sekarang  telah mengamanahiku dengan suatu tanggung jawab atas nama keluarga. Aku bingung dan sedikit terkejut. Juga merasa khawatir.

Atau aku saja yang belum terbiasa dengan perubahan sikap kedua orang tua kali ini? Mungkin dulu semasa kanak-kanak dan remaja orang tua masih menganggap kami bocah ingusan yang belum mengerti apa-apa ketika beliau mengungkapkan sesuatu. Dan apakah ini artinya kami sudah cukup dewasa untuk memulai membicarakan serta mendiskusikan permasalan keluarga???

Dulu… jauh sebelum hal ini terjadi, anak-anak hanyalah pendengar setia setiap kali para orang tua membicarakan tentang suatu masalah dalam keluarga. Kami mendengar sambil sesekali mendapatkan nasehat dari mereka. Kami hanya diam sambil sesekali bertanya tentang ini itu dan sesekali juga kena marah jika terlalu kepo. “Ini urusan orang dewasa!!!”.

Setiap permasalahan keluarga yang kami dengar, akan menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan dalam diri kami. Namun kami tidak bisa berbuat apa-apa. Ya, kami hanyalah pengamat setia setiap progres pemecahan masalah tersebut. Sesekali kembali khawatir, namun sedetik kemudian lupa dan kembali ke dalam dunia kami sendiri. Dan tau-tau masalah itu selesai dan kami kembali bahagia ketika para orang tua mengganti topik obrolan mereka dengan sesuatu yang lebih ceria, sehingga untuk masalah berikutnya kami tak lagi menjadi cemas seperti sebelumnya karena kami tau kami punya orang tua yang hebat untuk menyelesaikannya. Semua  permasalahan orang dewasa hanya akan diselesaikan oleh orang dewasa! Demikian…

Tapi sekarang keadaan sudah berbalik. Anak-anak telah beranjak dewasa. Orang tua kita semakin menua. Perkembangan masalah semakin kompleks dan rumit. Bahkan tanpa sadar kita pribadi menjadi sumber masalah tersebut. Semuanya tak lagi sama. Kita telah dituntut untuk terjun dalam ranah “berpikir” dan “bertindak” tersebut. Kita tak lagi dibiarkan untuk menjadi nyaman dan ‘cukup bertenang-tenang saja’ untuk semua problema kehidupan yang terjadi. Hidup menuntut kita untuk berkecimpung di dalamnya. Ke dalam dunia orang dewasa yang penuh berupa-rupa masalah…

Siap tidak siap, tak ada pilihan untuk mundur dalam menghadapi ini semua. Aku yakin ini adalah proses pendewasaan. Semua yang menghadang di kehidupan saat ini dan masa datang juga pernah dirasakan oleh orang tua kita. Dan semuanya seolah mengabarkan kepadaku bahwa seperti inilah orang tua kita belajar dan berproses menjadi diri mereka yang sekarang, dan kelak  itu juga akan terjadi pada kita.

Inilah hidup, nak!!

~Teman… Akan ada banyak masalah yang melanda di kehidupan ini. Ada yang terjadi pada diri sendiri, dan ada yang terjadi pada orang-orang terdekat kita. Dan semacam egois jika kita tidak mau ambil bagian pada masalah yang mereka hadapi…

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

One Response to Pendewasaan #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s