Lalala Yeyeye

Aku rasa ini waktu yang sangat baik untuk menulis. I mean, mood dalam keadaan yang kurang stabil. Kau tahu? Mood stabil dan mood yang kurang stabil itu adalah waktu-waktu yang sangat baik untuk menulis. Keadaan ketika sama sekali tidak memiliki mood itu yang sjustru membuat kita tidak produktif.

Apa kabar dunia?

Hahaha…. semuanya berjalan dengan lancar dan seperti yang seharusnya bukan? Ya,,, Kita bangun, kemudian menghirup udara segar meski terkadang lupa untuk mengucapkan sepatah dua patah kata syukur bahwa sang Khaliq masih memberikan kesempatan kepadamu untuk hidup. Namun yang teringat pertama kali justru setumpuk permasalahan, masalah hari kemaren masih diingat hari ini, kemudian memikirkan apa yang harus dilakukan hari ini, kenapa ini begini, kenapa itu begitu.

Apa kalian tidak merasakannya?? Hah…. tidak ya?? Apa begitu?>

Baiklah, tampaknya aku sedang berkutat sedang membicarakan diri sendiri. Ya seperti itulah. Moment bangun tidur adalah masa dimana otak di refresh, kemudian kembali me-restore semua data dan file yang sudah terlanjur disimpan. Mau tidak mau ketika bangun tidur hal pertama yang kulakukan setelah menyadari bahwa aku masih hidup adalah —-> berpikir.

Berpikir tentang beberapa permasalahan. Menyadari masalah kemaren ternyata bukanlah sebuah mimpi seperti yang kita harapkan. Mereka tidak datang hanya di waktu malam. Ternyata dengan tidur tidak membuatnya menjadi selesai seketika. Beberapa ide kemudian bermunculan. Ide bagaimana aku harus membunuh waktu dari hari ke hari yang terbilang cukup membosankan sehingga aku bisa berpura-pura bahwa aku sedang memiliki permasalahan.

Dan beruntung sekali, pagi ini ketika aku membuka mata kembali, aku mendapatkan sebuah sms tausyiah yang kurasa sangat matching sekali dengan apa yang kurasakan:

Yakinilah bahwa semuanya sudah diukur dengan sebaik-baiknya, tak akan melampaui kemampuan kita. Allah Maha Suci, dari perbuatan zolim.

Dan sungguh tidak ada yang dapat dilakukan seorang anak manusia selain berdo’a meminta petunjuk dan kemudian menjalan beberapa ikhtiar. Semua yang terjadi dan melanda saat ini tak lantas akan membuatmu menjadi pihak yang terzolimi. Allah tidak akan sebegitu tega menyiksa Hambanya. Semuanya telah memiliki kadarnya. Tidak ada yang berlebihan. Jadi untuk apa menyiksa diri sendiri dengan sesuatu yang INSYAALLAH bisa kita lalui. Seperti kata Darwis Tereliye, ini hanya masalah WAKTU. πŸ™‚

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s