Semacam Jodoh

20 Mei

Hari itu adalah hari peringatan perawat Internasional. Hari yang merupakan hari kelahiran Florence Nightingale ini dijadikan sebagai hari peringatan perawat Internasional.

Berbicara tentang profesi perawat, aku sedikit ingin berbagi cerita. Ini tentang kisahku dan “perawat”.

Sejak dahulu, tidak pernah terbersit keinginan untuk menjadi perawat. Bukan karena bentuk pekerjaannya yang dianggap mengerikan oleh sebagian orang, tetapi karena aku memang mempunyai cita-cita lain yang lebih mendominasi pikiranku. Di setiap do’a di zaman sekolah, aku lebih sering menyisipkan kata ingin menjadi “dokter” dan “dosen” di list cita-cita. Tidak pernah menyebut: Perawat!

Ketika aku masih balita, belum masuk TK, aku tahu salah seorang tante ku adalah perawat. Di rumah, keluarga sering membahasnya. Itu sangat terlihat keren ketika itu, dan semua keluarga bangga kepada tanteku. Aku yang begitu belia sempat bertanya dalah hati : Apakah aku harus menjadi perawat juga agar keluarga juga bangga padaku? Tidak…. aku sepertinya tidak tertarik. Begitu. Dan aku tidak pernah membahas opsi perawat sebagai salah satu cita-cita sampai bertahun-tahun kemudian.

Beranjak SMP dan SMA, ketika belajar Bahasa Inggris, aku mengetahui bahwa bahasa Inggris dari perawat adalah Nurse.Aku merasa tidak enak, kenapa bahasa Inggris perawat harus “Nurse”?? I mean, kenapa nama kami mirip? Mirip di suku kata “Nur”. Hahaha, ketika itu aku masih menganut paham bahwa nama  yang mirip adalah jodoh! Sungguh bodoh sekali. Bahkan pertama kali setiap akan menuliskan kata Nurse, aku selalu salah, setelah Nur—aku menuliskan Aini. Aku sering kesal dengan kebodohanku sendiri dan aku kesal dengan kata-kata “Nurse”. Aku tidak ingin dimasa depan berjodoh dengan Nurse!

SMA kelas XI, entah tahun 2005 atau tahun 2006 (lupa :D), iseng aku dan salah seorang teman mengikuti tryout SPMB yang diperuntukkan untuk siswa kelas III di aula kantor Bupati Kab. 50 Kota lama di Payakumbuh . TO ini diadakan oleh BEM KM FK UNAND bekerja sama dengan Gonjong Limo dalam rangka Dies Natalis FK Unand ke 50. Disinilah untuk pertama kalinya aku tahu Gonjong Limo FK Unand adalah perkumpulan mahasiswa FK yang berasal dari Kabupaten 50 Kota dan Payakumbuh. Sampai disini, semangat menggebu untuk menjadi mahasiswa kedokteran mencapai klimaksnya. Walaupun terbersit rasa ragu karena begitu sulitnya soal SPMB yang di try-out-kan ketika itu. Apalagi ketika itu aku masih kelas II SMA. Tidak semua materi yang kupahami.

Pasca TO, ada presentasi dari BEM, dan HIMA PSIK. Haaaa??? PSIK?? Apa itu?? Aku tidak tahu apa kepanjangannya. Yang kutahu itu perwakilan mahasiswa keperawatan. Aku kaget ternyata perawat sudah mencapai ranah Strata satu. Disana salah seorang kakak yang kutahu merupakan ketua HIMA menceritakan bahwa Keperawatan Unand hanya memiliki quota 30 dari sekian puluh ribu peminat. Oke. Disini aku mulai kembali meyakinkan diri : Quotanya sedikit Ni! Tidak mungkin kamu kesana! Camkan itu baik-baik! Mending pendok, quotanya 125! Sipt. Hahaha, aku meyakinkan hatiku seperti itu karena entah mengapa “Masuk jurusan perawat” selalu mengusik tanpa sebab yang jelas. Meskipun mati-matian mempertahankan gelar juara hanya demi mendapatkan satu-satunya kursi PMDK untuk Pendok Unand di SMA, namun jauh dilubuk hati selalu ada ketidakyakinan akan mendapatkannya. Sampai akhirnya sedikit frustasi karena tidak jebol PMDK, dan kemudian menjadi gila dan memilih “Keperawatan Unand” sebagai salah satu pilihan di SPMB 2007. Hahaha… Benar! Ketika itu pasti aku sedang gila, labil, dan galau. Tapi sebenarnya itu adalah cara Tuhan mengarahkan takdirku.🙂

Sekarang aku mengerti akan semua signal yang sudah kudapatkan sepanjang perjalan hidupku bahkan sejak balita bahwa sesungguhnya aku sudah terpapar dengan berbagai pertanda dan pilihan hidup yang akhirnya meluluhkan hatiku yang sekeras batu untuk akhirnya menerima dengan ikhlas untuk membaktikan diri di dunia keperawatan.

Sedikit berlebihan memang. Hah… tapi aku akan selalu mengingat ini sebagai “jalan jodoh” ku dengan dunia keperawatan.

I’m a nurse, and I’m proud…🙂

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Islamic Nurse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s