28 Juni 2013

28 Juni 2013

 

Dua hari menjelang berakhirnya bulan Juni, dan setengah tahun sudah kita menjalani tahun 2013.

 

Seperti yang bisa dilihat, blog ini sama sekali sepi, buluk, berdebu, gembel(?) -_- sama seperti authornya yang sedang hendak bersembunyi dan hiatus, namun terkesan setengah hati dan pada akhirnya gagal. Dan saya sama sekali tidak rela bulan Juni di blog ini terlewatkan begitu saja tanpa ada satupun postingan.

Pertama, mari ucapkan rasa syukur kembali kepada Allah swt atas izinNya sehingga di tengah masa ‘brainstorming’ ini saya masih diizinkan untuk bertemu dengan perangkat PC plus jaringan internet. Ahhh… saya sungguh merindukan mereka! Dulu jejaman kuliah kami berteman baik, saking baiknya…. tak ada hari tanpa menjelajah di dunia jaringan global melalui laptop kesayangan. Kami berteman selama berbulan-bulan, akan tetapi hampir 6 bulan belakangan ini saya sungguh jarang berkencan dengan perangkat komputer yang sekaligus terfasilitasi dengan jaringan internet. Yah… i mean tidak seintens dulu lagi. Hanya kapan perlu, dan kapan bisa. That’s why blog ini terkesan sepi bermuram durja.

Terimakasih juga kepada Handphone Nokia, handphone sejuta umat yang masih istiqomah menemani hari-hari saya yang ‘agak nge-flat’ akhir-akhir ini karena ia masih memfasilitasi saya untuk sesekali bergoogling ria, berfacebook satu dua kali, dan bertwitteran sepanjang hari. #plak! Hehehe,, tentu aktivitas ini berduet dengan paket internetan dari im3 yang biasanya saya pasang per bulan. Hanya 25.000 rupiyah!! dan dengan begitu saya cukup berpuas diri untuk tidak terlalu #kudet dengan perkembangan para sahabat yang tanpa di-kepo pun sudah mengumbar kabar dirinya di media social, atau dengan beberapa isyu, gosip, berita yang merebak dan menjadi trending topic di kalangan umat. Karena saya sudah mengekspos perangkat seluler saya apa, please setelah ini jangan tanyakan berapa pin bebe saya, nomer untuk berWA-an ria, Line, wicet, and stuff like that! Karena saya sama sekali belum berminat untuk punya.

Kedua, saya tidak pernah menyangka, 6 bulan terakhir akan menjadi masa-masa tersantai dalam hidup saya. Dan saya juga tidak bisa memprediksi akan seperti apa 6 bulan yang akan saya hadapi ke depan. Tidak dipungkiri 6 bulan itu bukan waktu yang enjoy untuk dihabiskan hanya untuk bersantai. Paling happy nya Cuma beberapa minggu, setelah itu langsung geger otak mikirin apa yang mau dikerjain. Hehehehe…. Yoyoi, sungguh banyak badai yang mendera otak. Memaksa untuk memikirkan sesuatu yang abstrak tentang masa depan #eaaaaa, menyusun strategi untuk mulai pertempuran yang entah kapan akan dimulai. *sebentar-sebentar saya pending dulu, sepupuh dan adik saya yang masih  SD datang dengan curiousnya pengan tahu saya lagi ngapain di depan laptop*

……………..

.

.

.

.

.

.

.

Okeh, saya sudah berhasil mengusirnya sodara-sodara, muhahahaha. Kasian laptop saya, selama di rumah sering jadi media gaming sama adik-adik dan sepupu. Mereka sibuk bermain zombie and plants,sampai saya juga ketularan. Padahal udah punya Handphone dengan aplikasi game keren bahkan sepupuh saya yang masih kelas 1 SD liburan ke kampung dibekali dengan tablet samsung sama emaknya, masih juga heboh ngerecokin ini laptop -__-“. #merepettakberkesudahan

Okeh, balik lagi…

Berbulan-bulan berada dalam masa tak berkepastian, akhirnya setitik harapan cerah ceria datang. Alhamdulillah saya memiliki peluang untuk bisa segera bekerja tanpa harus ikut test CPNS. Sebenarnya saya hampir putus harapan menunggu peluang ini, sampai akhirnya berniat ikut seleksi CPNS tahun ini. Saya tidak pernah tahu jika proses seleksinya akan memakan waktu yang cukup lama. Ada 6 kali test dan memakan waktu selama 3 kali purnama terhitung akhir Maret dan alhamdulillah pada akhirnya saya dinyatakan sebagai pemenang tunggal muhahahhahaha!!  *ujub* *dirajam*.

Sebenarnya saya tidak segembira itu -_____-“. Saya sih kalem aja, bahkan saya sedikit sedih kenapa hanya saya sendiri yang diluluskan karena dari test ketiga sampai tes terakhir (psikotest), saya hanya memiliki satu orang rival. Ibaratnya kami udah bersahabat, seiya sekata, saling share informasi dan berharap sama-sama lulus setelah menjatuhkan calon-calon lain yang sama sekali tak pernah akrab dengan kami #plak. Sejak awal seleksi kami memang langsung akrab. Akan sangat membahagiakan jika kami berdua sama-sama dinyatakan lulus. Hiks, untuk kak Iwit yang disana, semoga ada peluang yang lebih baik kak. Setidaknya kakak sedang menjalani S2, insyaAllah akan semakin banyak peluang yang terbuka setelah kakak menyelesaikan magister nanti.

Ketiga, perkara passion. Ya, saya sudah bertekad untuk mendapatkan pengalaman bekerja sebagai tenaga pendidik di awal sebagai batu loncatan untuk segera bisa mengambil kesempatan melanjutkan sekolah. Karena sebagaimana sudah dikoar-koarkan pemerentah, terhitung 2014, pengajar S1 haruslah sarjana strata II. Saya berharap, dengan kehadiran saya di ranah profesi tenaga pengajar merupakan katalisator agar saya segera didepak untuk melanjutkan sekolah. Muhahahahaha….

 

#sekian.

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s