Pramuka On the Moment

Setelah mengalami perpisahan selama beberapa tahun, hal menyenangkan itu adalah reunian dan berkumpul  kembali dengan komunitas yang sudah kita akrabi sejak sekian tahun yang lalu.

Kemaren ketika mendapatkan jatah libur 2 hari, aku seperti mendapatkan durian runtuh karena hari libur bertepatan dengan jadwal buka bersama adik-adik Pramuka di Gudep SMA ku dulu. Tentu ini merupakan moment yang ingin sekali untuk kuhadiri mengingat selama dua tahun terakhir aku meng-alfakan diri dari semua aktivitas kepramukaan di Gudep tercinta. Apalagi adik-adik angkatan sangat berantusias untuk mengundang kami senior-senior lama alias kakak purna untuk dapat menghadiri agenda setahun sekali ini.

Dan demikianlah… Akhirnya aku berkesempatan kembali bertemu dengan para junior yang dahulu sering kubentak (icak-icaknyo begitu), yang pernah kuhukum merayap, yang pernah kusiram air karena terlambat (tradisi di Gudep kami :D). Terkesan sadis memang, namun semuanya itu dilakukan bukan karena kebencian, juga bukan karena hak senior untuk mem”bully” para junior, namun ini adalah kesepakatan bersama yang kami lakukan dengan riang gembira dan lapang dada (?), baik junior maupun senior, jika melakukan kesalahan atau sebuah ketidaksiplinan, akan mendapatkan doorprize sesuai kesepakatan forum. Hehehe, di agenda ini angkatanku (’07), adalah yang paling “gaek”. Sayang sekali para senior ku dulu tidak ada yang hadir. Aaahh… padahal rindu sekali bernostalgia dengan mereka.

Itulah enaknya di Pramuka, meskipun tidak memakai berseragam, dan kami tidak saling mengenal dengan junior yang sedang latihan, namun ketika kami datang dan diperkenalkan sebagai purna, maka rasa persaudaraan itu langsung muncul. Semacam hubungan kakak adik yang dipersatukan oleh si lambang cikal kelapa. Keanggotaan Pramuka seumur hidup, tidak ada istilah dipecat dan keluar dari pramuka (*begitu yang senior selalu ajarkan). Meskipun seragam sudah dilepas, namun Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka senantiasa hidup dihati, dimanapun berada (*ciyeeehh bener eeaaaakk😀 ).

Setelah acara perkenalan dan sedikit permainan yang cukup fun, akhirnya agenda inti : berbuka bersama, yang juga dihadiri oleh Kepala Sekolah dan juga Pembina Ekstrakurikuler-pun dimulai. Kalau sudah melihat anak Pramuka makan bersama jadi semacam dejavu. Makan bersama anak Pramuka punya “ciri khas” nya sendiri. Dulu ketika kami makan bersama-sama, duduk melingkar, kemudian nasi di pring serta lauk pauk (yang tidak boleh terlalu mewah) itu diputar, dimakan secara bergilir satu persatu oleh junior semua. Sehingga kami bisa merasakan makanan yang dibawa oleh teman. Hehe, hal-hal dan metode serupa pernah dilakukan juga untuk sepotong roti atau sebuah permen. Terdengar menjijikan, namun berakhir dengan tawa gembira bersama, sungguh hal berkesan dan tak terlupakan. Aku tidak tahu apakah tradisi ini masih diamalkan oleh para Dewan Ambalan saat ini.

Setelah sepatah dua patah kata dari Pembina dan Kepala Sekolah yang berlangsung cukup formal, acara selanjutnya adalah diskusi terbuka dengan para purna. Disinilah sifat asli kekonyolan kami para pramuka “senior angkatan tua” muncul. Saling melemparkan candaan, ejekan, cemoohan sembari sharing dengan adik-adik yang masih SMA. Tidak ada yang berniat menunjukan kesan jaim atau pencitraan “wibawa”, termasuk sahabat dan juniorku yang dahulunya adalah mantan ketua dewan ambalan. Demikianlah, Pramuka selain tempat belajar, have fun, juga menumbuhkan semangat kekeluargaan diantara anggotanya. Bahkan setelah bertahun-tahun kami terpisah untuk melanjutkan pendidikan di tempat-tempat yang berbeda, “agenda kumpul-kumpul anak Pramuka” tetaplah yang paling eksis dikala liburan semester, bahkan dibandingkan dengan OSIS, Sispala, dan ekstrakurikuler lain yang pernah kuikuti, Pramuka adalah yang paling menciptakan kesan kekeluargaan yang tinggi. Tidak terhitung berapa moment yang kami hadiri dan ciptakan bersama-sama. Tidur bersama di tenda yang sempit, masak bersama, gotong royong bersama, kelaparan dan kehausan bersama, tertawa sama-sama, menangis bersama, merayap, dihardik, jalan jongkok, guling-guling bersama. Dan masih banyak cita rasa lainnya yang diciptakan disana. Mungkin itulah yang menyebabkan keakraban itu semakin kuat.

Dan lagi-lagi hal menyedihkan adalah ketika adik-adik Dewan Ambalan masih mengangkat isyu “ketidak kompakan, tidak saling menghargai” antara senior dan junior sebagai permasalahan terupdate di Gudep saat ini. Ah, mereka hanya sedang tidak tahu bahwa setiap permasalahan yang muncul saat ini hanyalah semacam jembatan untuk mengeratkan ikatan yang ada diantara kami semua. Karena tentu kami juga mengalami itu semua. Permasalahan adalah hal yang lumrah terjadi di setiap organisasi. Justru jika permasalahan tidak muncul, semuanya akan terasa hambar, tak berdinamika, tidak terjadinya suatu perubahan dan pergantian rasa. Maka, ajang seperti ini lagi-lagi kami gunakan untuk kembali saling menasehati dan berbagi pengalaman dengan adik-adik Dewan Ambalan. Karena  bagaimanapun, DA adalah tiang kokoh pada Gudep ini. Jika DA sendiri tidak mampu mengendalikan konflik internal pengurus, maka yang akan merasakan dampaknya adalah junior. Kasihan junior yang masih unyu-unyu dan belum merasakan indahnya persahabatan di dalam Pramuka.

Ah,,, capek juga menulis panjang-panjang. Hehehehe, tapi rasanya masih seperti mimpi bisa bertemu lagi dengan mereka, junior-juniorku di Pramuka. Alhamdulillah untuk hari ini J

 

*senior gokil jaman baheulak*🙂

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s