#BehindTheScene Story of Campus “Balada Kesurupan”

Beberapa waktu yang lalu, ada kejadian ‘kesurupan di kampus’. Sepertinya hal ini sudah menjadi semacam kebiasaan ya. Apalagi ketika yang terjangkit adalah anak-anak asrama. Maka rumor bahwa asrama adalah tempat yang angker tak dapat lagi ditepis keeksistensiannya.

Ini bukan kali pertama aku melihat peristiwa ini. Tetapi memang sudah semacam lama banget tidak menemukan dengan mata kepala langsung. Terakhir kali ikut menangani teman kesurupan itu waktu kelas XII SMA. Salah seorang teman kami sudah langganan  satu kali dalam setiap semester tiba-tiba kesurupan.

Kejadian kali ini tidak terlalu menarik perhatianku. Namun etiologi dan kabar berita yang beredarlah yang menjadi point menarik di sini. Konon kabarnya (dari perbincangan antar dosen di kantor yang kudengar), setelah berinteraksi dengan “makhluk halus” (asli merinding ketika menulis kata-kata ini), dikatakan bahwa anak-anak asrama ada yang “heboh” mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas selama berada di kamar mandi, sehingga menganggu keberadaan mereka. Demikian. (tolong maafkan saya jika tulisan ini kemudian menyebabkan kalian menjadi takut ke kamar mandi sendiri😀 )

Pesan moral : Jangan berisik di kamar mandi! Patuhi adab dan tata aturannya!!😀

Korban yang berjatuhan tidak hanya satu orang. Setelah korban pertama tenang, korban berikutnya kembali berjatuhan. Ya, seperti penyakit… ternyata kesurupan ini cukup mewabah. Aku tidak terlalu ambil andil dalam masalah ini. Sebagai seorang newbie di kampus ini, aku hanya mengamati dari jarak tidak terlalu jauh. Karena sudah ada ahlinya yang akan menangani.

Di postingan kali ini aku tidak akan membahas mengenai web of caution dari kejadian kesurupan. Bukan…. jelas aku bukan pakarnya. Namun seperti yang banyak orang ketahui, asal muasal yang memperberat faktor resiko (aseeeekkkk….. ilmiah daaang😄 ) seseorang bisa menjadi terjajahi area pemikirannya sehingga dengan mudahnya dikudeta oleh makhluk halus salah satunya adalah konspirasi hati yang menciptakan kegalauan dan kekosongan pikiran (garis bawahi kata “kekosongan pikiran” dan abaikan kalimat-kalimat sebelumnya -_-)

Kekosongan jiwa itu bisa diisi dengan apa saja. Bisa dengan hal yang baik dan tentu bisa juga terisi oleh hal-hal yang buruk. Maka justru oleh sebab karena itulah kita amat sangat dianjurkan untuk senantiasa berdzikir (mengingat Allah) di setiap hela aktivitas yang kita lakukan. (ini kata Pak Ustad)

I mean, syetan itu amat menyukai manusia-manusia yang suntuk, galau, dan kosong pemikirannya. Karena dengan demikian akan membuka jalan seluas-luasnya untuk kemudian merasuk. Maka selama hubungan seseorang dengan Allah tidak baik, maka kegalauan dan kesuntukkannya tidak akan dimanejeri dengan baik, sehingga hal-hal buruk akan gampang masuk.

Makanya kita harus belajar untuk membentuk diri, bagaimana kita bisa ber-muaqobah ‘ala nass (ini bener gak ya tulisannya seperti ini?) atau mengikat diri, membiasakan diri agar mampu bertindak dan bersikap dengan menjaga hubungan baik dengan Allah.

But, bagaimana caranya coba??

Hehe, kalau aku menuliskan dengan cara beribadah dengan baik, bentuk ikatan hati dengan ibadah yang khusyuk, mungkin semuanya pada bosan dan lebih baik mencari ilmu-ilmu yang banyak bertaburan di luar sana.

Namun, ada satu hal yang mungkin kadang kita lupakan selama beraktivitas sehari-hari, yakni merasionalkan segala sesuatu yang terjadi dengan mengkaitkannya dengan hukum Allah, ingatan kepada Allah, dengan ajaran Rasulullah, pokoknya selalu terhubung dengan langit deh.

Contoh simpelnya saja begini, ketika buka halaman beranda facebook, terus ada teman yang nge-up date status tentang liburannya yang diisi dengan jalan-jalan ke Bali. Sebenarnya gak ada kaitannya dengan kita sih, tapi dengan up date-an status seperti ini, bisa saja kan kita kemudian berpikir : Waahhh alangkah menyenangkannya jika suatu saat kita juga mampu liburan ke Mekkah sambil melaksanakan ibadah haji, nah trus do’a dehh supaya Allah memberikan kesempatan untuk naik haji di suatu saat kelak… Sesimple ini!

Atau pas lihat seorang adik kelas yang bikin status alay tentang idol korea yang digemarinya : Let’s think,”Waahhh seandainya mereka lebih mengidolakan Rasulullah, mungkin beliau akan lebih senang” Nahhhh kemudian ucapin sholawat kan gak ada ruginya! Atau …. ,”I hope this idol one day will be muslim..” kehkehkehe,,,,

Pas sebelum mau makan misalnya : “Aku tidak akan makan ini makanan sebelum membaca doa dan mengirimkan al fathihah untuk orang tua!!” atau “Aku tidak akan menonton ini film sebelum menyelesaikan membaca Al-Qur’an 1 juz!!”  —> I hope i could😦 Nah metode metode mengikat diri seperti ini perlu juga sekali sekali kita terapkan.

Sebenarnya ada banyak jalan agar pikiran kita bisa terhubung hal-hal baik. Ini hanya tentang bagaimana kita membiasakan diri dan mengikat diri agar mampu mendisiplinkan pemikiran sendiri. Perkara galau-galauan bukanlah hal jahat yang harus dihindari. Adakalanya kegalauan bisa kita jadikan sebagai jalan untuk berinteraksi dengan Allah SWT.

Nah, demikianlah kisah Behind the Scene of campus kali ini. Kali-kali aja membaca manfaat… 😀

Ingat! Jangan berfokus di cerita seramnya aja! Fokusin diri untuk mencari strategi agar bisa membangun hubungan baik degan Allah! And insyaAllah all is well….

#FYI, ane semakin cinta nih dengan orang-orang yang mengajarkan untuk setiap pagi dan petang untuk membaca al matsurat. Komplit do’a dan dzikirnya!!~

tumblr_mc8uwiIFxa1qf6p4no1_500

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s