Duka…

Tadi malam adalah malam duka untuk keluarga besar kami. Salah seorang sepupu laki-laki dari pihak bako (keluarga ayah) akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah beberapa minggu terakhir sakit dan sempat dirawat di rumah Sakit. Jujur saya tidak cukup dekat dengan keluarga dari pihak ayah. Namun saya menyimpan sedikit banyaknya kenangan tentang sepupu saya yang satu ini. Beliau orang yang ramah dan mudah senyum. Dulu ketika kami masih kanak-kanak, dan saya adalah seorang anak yang sangat pemalu, yang tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga bako ketika kami berkunjung ke sana. Namun ia tampil dengan ramah dan membuat kami nyaman untuk bermain bersama. Ia mengajari dan menjelaskan berbagai permainan tradisional yang cukup terkenal di daerah itu.

Ia juga anak kebanggaan di keluarganya karena sifatnya yang patuh, rajin dan penurut walau kadang sangat manja. Pada usianya yang terbilang muda, ketika itu ia masih di tahun pertama atau kedua kuliah, kerabat sudah mempercayainya untuk menjadi Penghulu di kaumnya. Sehingga detik itu kami tidak lagi memanggilnya dengan nama asli, tapi dengan gelarnya : Datuak Sampono Bumi.

Kadang aku merasa Apa sangat menyayangi keponakannya yang satu itu. Ketika kecil, aku sempat merasa cemburu melihat kedekatannya dengan Apa. Dan sebagai balasannya, ia juga sangat patuh kepada yang Apa katakan. Dulu ketika aku meminta agar dibekali dengan motor selama menjalani perkuliahan di tahun IV, Dt. Sampono inilah yang rela membawa motor Apa jauh jauh dari Dharmasraya ke Padang.

Terakhir kali bertemu sebelum menjenguknya di rumah sakit adalah ketika keluarga besar ayah datang bersilaturrahmi ke rumah 2 tahun yang lalu pada moment hari Raya Idul Fitri. Menurutku itu adalah puncak kesuksesan karirnya, seluruh keluarga mengelu-elukan kemapanannya.

Dan yahhh… roda berputar. Tidak ada yang bisa mengetahui takdir dan jalan nasib seseorang. Sekarang keluarga kami harus merelakan kepergian pemuda yang baru berusia 25 tahun ini untuk kembali ke pangkuan yang Maha kuasa.

Tidak akan ada lagi datuak muda dengan senyum ramahnya yang akan datang bersilaturrahim ke rumah di hari raya hari raya tahun mendatang.

Sesungguhnya kematian itu dekat…. Sungguh dekat….

Selamat jalan saudaraku…

selamat jalan….

Kepergianmu adalah pelajaran bagi kami semua….

Semoga Allah memberikan tempat yang indah di sisiNya….

Dan keluarga yang engkau tinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menerima ini semua….

Aaminn ya Rabb

~~

Datuak Sampono Bumi, hari ini kembali ke bumi…

Advertisements

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s