Balada Plagiatorisasi

Beberapa saat lalu saya diminta untuk menjadi juri pada lomba cerpen tingkat Universitas yang diadakan dalam rangka menyambut Tahun baru Islam oleh adik-adik di kampus. Saya langsung menyanggupi karena perlombaan bersifat tidak langsung, naskah cerpennya juga dikirim via email. Ini bukan kali pertamanya saya menjadi juri lomba cerpen/puisi, jadi saya tidak terlalu mengantisipasi atau menyiapkan beberapa point penilaian, cukup memakai form penilaian yang lama.

Menilai sebuah cerpen … Ini seperti menawarkan makanan di kala sedang kelaparan. Ya, saya sangat menikmati jika harus disuruh membaca apalagi jika itu dalam bentuk cerita pendek.

Akhirnya, setelah mendapatkan kiriman file yang diforward dari peserta oleh panitia ke email pribadi saya, maka saya mulai menikmati judul per judul, paragraf per paragraf, kalimat per kalimat yang ada di dalam naskah peserta. Saya tidak peduli bagus atau tidaknya jalan cerita. Yang jelas saya harus bisa menempatkan mood membaca yang sama untuk masing-masing karya, sehingga akan membuahkan penilaian yang objektif dan merata.

Maka sampailah saya kepada sebuah judul yang sangat menarik. Judulnya : Dibalik Keanehan Akhwat Sejati. Saya belum pernah membaca judul cerpen yang sama sebelum ini. Namun, membaca nama tokoh di paragraf awal saja sudah membuat saya de javu. Saya tidak melanjutkan membaca secara perlahan namun langsung meng-skip ke paragraf berikutnya, skip lanjut paragraf berikutnya… dan tetiba saya tersadar….. Aaaaaaakkkkkkkkkkk…. Ini kan cerpen yang saya tulis dan posting di blog beberapa tahun yang lalu. Saya langsung menutup mulut dengan tangan demi menahan agar tidak tertawa terbahak secara saya sedang berada di kantor. Setelah puas cekikikan, saya kembali mencerna dan mengenali lebih dalam cerpen ini. Dan POSITIF!!! Mulai dari paragraf pertama sampai ke titik di paragraf terakhir, Ini cerpen aslinyakarya saya, ditulis dalam rangka keisengan belaka, sudah pernah saya kirim untuk perlombaan juga, dan telah diposting beberapa tahun silam di blogspot saya yang lama. Alaaamaaakk… apakah saya telah menangkap tindakan plagiator secara langsung. Kehkehkehkeh…

Jujur, saya tidak mempermasalahkan jika apa yang telah saya posting di blog dimanfaatkan oleh para pembaca untuk tujuan-tujuan positif seperti dijadikan referensi untuk postingan blognya, dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di mading sekolah, sebagai penambah bahan untuk artikel, memenuhi tugas kampus, atau dijadikan postingan status di facebook atau twitter. BEBASSSSSS… A.S.A.L : tidak dalam rangka menipu, mengelabui…

Ya contohnya begini ini : Mengklaim karya saya sebagai karyanya kemudian dikirim untuk perlombaan, memposting di blog tanpa embel-embel sumber yang jelas, menjadikan status di fb seolah-olah itu buah pikirannya. Hahaha…. belakangan ini saya tidak terlalu mempermasalahkan lagi pesan moral gaje yang saya post di blog dijadikan status tanpa menuliskan sumbernya. Bahkan sudah sering kedapatan follower/friendlist saya di fb yang menjadikan isi postingan di blog saya sebagai status tanpa ada referensi yang jelas, seolah-olah itu dia yang nulis,  dan gak enaknya itu kenapa saya juga musti membaca itu status sodara-sodaraaaa.. =___+. Saya kan jadi bingung sendiri, mau nge-like dan ngomen ntar yang bersangkutan menjadi tersuruk pulak. Tapi kalau dibiarkan, saya sendiri jadi galigaman dan seperti membiarkan saja perilaku tidak baik ini terjadi di depan mata. Serba salah memang. -..-

Kembali ke kasus. Jadi kemudian saya mulai bingung harus memberikan nilai berapa untuk karya saya sendiri. Muhahahaha…. rencananya mau saya kasih nilai tinggi *pecinta karya sendiri😀 *. Namun setelah dibaca-baca lagi, saya benar-benar ingin ngakak kembali karena menyadai apa yang saya tulis  di cerpen tersebut rasanya benar-benar alay, dan tidak ngetrend lagi untuk masa kini. Saya jadi tidak habis pikir dimana letak daya tarik nya itu cerpen sampai dijadikan bahan plagiatan seperti ini.

Pesan moral : Kalau mau plagiat, lihat lihat dulu kondisi-situasi-dan ranah nya #PLAK!!!. Akan sedikit keren jika kamu memplagiat cerita dengan bahasa Mandarin, kemudian disadur ke bahasa Indonesia. Dijamin peluang ketahuannya tidak akan besar. Dibandingkan memplagiat cerpen di blog abal seorang mahasiswi Unand seperti saya, kemudian menggunakannya kembali untuk lomba cerpen di Unand. Alamaakkk…. saya rasa si peserta ini benar-benar tidak memprediksi seberapa besar peluang cerpen itu akan dikenali *emang cerpen lu terkenal Ni?? | Yaaaa gak juga sih…. |😄 . Atau jangan-jangan cerpen saya sudah di reblog berkali-kali oleh blogger lainnya??? #kemudianBangga😄. Terus si pelaku menemukan cerpen ini bukan dari blog saya?? Karena kalau dia jeli, di Blog pribadi, saya sudah membubuhkan asal muasal si empunya blog secara tersistematis seperti INI. Masa gak ngeh juga saya ini anak Unand??? #bebanpikiran

Huftttt…. Gegara kasus yang satu ini, saya kemudian mencemaskan cerpen-cerpen yang lain. Banyak cerpen yang bagus dan enak dibaca, tapi apakah ini ori atau KW-an??? Wallahu’alam bi showab…

Last but not the least, saya berharap para penulis dimanapun berada, baik yang newbie maupun yang sudah tergolong kelas kakap, menjadikan karya seseorang sebagai inspirasi tidak ada salahnya. Namun mengcopas seutuhnya, kemudian mengklaim itu sebagai karya sendiri, SAMA SEKALI BUKAN TINDAKAN YANG KEREN JENDRAL.

By the way, saya juga menemukan sebuah fakta menarik tentang ragam bahasa dan tema cerpen anak muda masa kini😀. Kehkehkehekhe. Ada sebuah cerpen yang menurut saya menggunakan ide yang cukup menarik. Ceritanya tentang Pelajarexchange dari korea yang jatuh cinta kepada akhwat. Karena tokohnya orang Korea, jadi ada beberapa bahasa Korea yang dimasukan ke dalam percakapan.

Mungkin ini bukan hal yang baru untuk didengar, bahkan saya sudah sering menemukan novel, teenlitkarya anak Bangsa di rak-rak buku Gramedia yang mengunakan Hangul (bahasa korea) di sampulnya. Nama tokoh, tema, latar nya juga full Korea, tapi dikemas dalam bahasa Indonesia dengan sedikit campuran bahasa Korea.

Atau kalau lagi minat mengkepo di Internet, saya juga sering menemukan fanfiction, itu semacam khayalan seorang fans tentang idolanya yang dibuatkan dalam bentuk cerita. Bahkan ada yang ber chapter-chapter -..-. Nama tokohnya???? Ya ituu… nama-nama seleb Korea semacam : Hyun Bin, Kyuhyun, Jonghyun. Hahahaha… Saya tidak menyangka kekreatifan seorang fans akan benar-benar sampai ke tahap ini. Perasaan dulu kalau ngefans sama seorang bintang cuma tau karya-karyanya, trus kepo aktivitasnya. Nah sekarang, dengan semakin luas dan mudahnya akses untuk menyerap informasi, sungguh banyak hal yang bisa mereka lakukan. Tapi setelah saya telusuri (niat banget Ni =..=) ternyata “budaya fanfiction” ini sudah ada sejak lama dari kalangan fans Korea. Mungkin merebak sampai Indonesia gitu ya,,, secara bangsa kita kan “kereaktif” dan senang “menyerap” dan menjadikan segala sesuatunya sebagai “inspirasi”.

Nah, yang membuat saya terkejut adalah…. Ternyata ada fanfictioner (asli ini istilah yang saya bikin sendiri gak tau betul apa tidak) yang mampu memformatnya menjadi cerita islami seperti ini. Hmm.. mungkin bukan fanfictioner juga kali ya. Secara saya gak tau apakah dia seorang yang ngefans dengan Idol Korea. Tapi saya yakin dia pecinta film Korea. Tergambar jelas dari gaya bahasa dan jalan ceritanya, muhahahaha….

Demikianlah…

*aseli gak dapat kalimat penutup yang mantap* =..=

 

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

6 Responses to Balada Plagiatorisasi

  1. aminocte says:

    Gubrak juga ya, Kak, menangkap basah si pelaku langsung. Jadi ingat cerita jaman alay yang diplagiat orang.

  2. lazione budy says:

    Parah kali itu.
    Mengklaim karya orang atas namanya adalah dosa besar dalam dunia penulisan. Ga cuma dicoret harus di black list dan di hukum.
    Eh ini tingkat kuliah ya. Yah minimal dipanggil untuk diberi peringatan keras. Coba selidiki, saya paling suka menyelidiki.
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s