#BehindTheSceneStoryofCampus “Pesta UTS~Tips Gaje Ngawas Ujian”

Hai people!!! How’s your life…

😀

Seminggu ini sedang berlangsung UTS di kampus. Aaaaarrrgghhh UTS!!! Apa ituuh!! Apakah sejenis nama boyband atau girlband???😀😀  Hehehehe…. Semacam sudah lupa yaa dengan yang namanya UTS-an😀😀 #baladaMantanMahasiswa

Sebenarnya saya sendiri merindukan suasana seperti ini. Dimana pemandangan mahasiswa bertaburan di sepanjang lorong kampus degan slide dan modul di tangan. Kemudian sensasi mahasiswa yang heboh dan entah kenapa selalu histeris dengan nafas tertahan ketika melihat pengawas berjalan di ujung lorong dengan map coklat di tangan. Traumatis memang.

Namun sekarang posisinya sudah berbeda donk. Kali ini saya akan berperan sebagai pengawasnya. Eciyeeeeeeeeehhhhhhhh… *hoeks*

Jujur saya tidak terlalu grogi dan terkesan lebih ke excited. Sebelumnya saya juga pernah ngawas ujian sih, ujian mentoring tapi.😀

Saya sungguh penasaran dengan ulah dan tingkah mahasiswa kali ini. Mengawas di hari pertama, saya kebagian mengawasi UTS mahasiswa Tingkat III. Alamaaakkk, saya sudah memprediksi akan seperti apa suasananya nanti. Secara dosen baru, masih muda, dan terkesan acuh. Huahahaha… mereka belum tahu saja. Pengalaman 4 tahun mendalami ilmu per-bayat-an di Pramuka cukup mengasah mental saya agar memiliki keberanian dan keterampilan dalam menghadapi junior pembangkang dengan cara-cara halus yang ujung-ujungnya menekan mental. Aaakkkk… I can’t wait…😀

But over all, saya tidak benar-benar berniat memperlakukan mahasiswa seperti arena pembayatan di Pramuka. Tidak dengan berteriak, tidak dengan memerintah. Dan seperti yang saya duga sebelumnya, pada beberapa mahasiswa yang terkenal “agak mainstream pembangkangnya”, bertemu dengan dosen baru adalah semacam ajang uji-uji nyali. Secara baru masuk kelas saja, sudah ada beberapa orang yang mencetuskan kehebohan di kelas. Muhahahah mari kita sama-sama lihat saja anak muda!!!

Dan ini semacam tips abal ngawas ujian “ala” Aini…😄

Prinsip pertama yang harus dipegang adalah : Jangan mempersulit mahasiswa, dalam artian jangan membuat mahasiswa berada dalam posisi yang tidak nyaman ketika menjawab soal. Seperti : jalan mondar mandir tidak ketulungan, berdiri di samping mahasiswa dalam jangka waktu yang lama, kepo-ing jawaban mahasiswa. Sumpah itu bakal bikin grogi mahasiswa banget.

Kalau ada mahasiswa yang sedang diskusi atau lirik-lirikkan, jangan langsung ditegur karena itu akan memecah konsentrasi mahasiswa lain.

Jikalaupun harus menegur, perhatikan tahapan-tahapan menegur seperti berikut :

Teguran pertama : Pandang mahasiswa dengan tatapan datar dari meja pengawas sampai ia merasa risih sendiri dan kemudian menunduk malu.

Teguran kedua : datangi tempat duduknya, berdiri di samping meja mahasiswa tersebut sambil pura-pura lagi ngetweet.

Teguran ketiga : Pura-pura nanya : Udah selesai??? Pasti jawabannya : “”Belum Buk… Kemudian ingatkan: Hayuk dikerjakan… Jangan buang buang waktu dengan noleh kanan kiri”

Teguran keempat : Datang ke meja nya, pura-pura narik kertas jawaban sambil mengingatkan: “Kalau masih diskusi, lembar jawabannya ibu ambil saja…” nanti mahasiswa bakal menjawab begini : “Jangan bu, masih banyak yang belum, soalnya susah-susah bu” *kemudian terjadi adegan tarik menarik lembar jawaban*

Teguran Kelima : Pindahkan tempat duduknya!!!

Teguran Keenam : Langsung ambil kertas ujiannya!!!

Sebaiknya tidak mengungkapkan kesalahan/menegurseorang mahasiswa secara spontan di depan mahasiswa lain karena hal ini bisa menjatuhkan mental mahasiswa di hadapan teman-temannya. Jadi lakukanlah secara personal seolah tidak terjadi apa-apa. Jikapun toh pada akhirnya banyak yang ribut, berikan ancaman secara mengglobal (aiiihh istilahnya).

Tips ini tidak bersifat baku. Tergantung kondisi dan situasi kelas, yang semuanya tergantung kepada seperti apa tipe dan karakteristik mahasiswanya.

Mungkin ancaman-ancaman ekstrim juga kadang dibutuhkan pada kondisi kelas yang sudah akut. Seperti berdiskusi terang-terangan padahal ada pengawas di depannya, sebaiknya jangan hanya berdiam diri, karena akan menimbulkan pencitraan pengawasnya gampangan. Memberikan pelajaran pada satu orang  dengan menegur atau memindahkan tempat duduknya agar yang lain mendapatkan pelajaran.

And next ujian, aturlah posisi-posisi para pemuncak mencontek di tempat-tempat strategis yang gampang dipantau, kalau bisa posisikan berjarangan. -_____________-“ *tapi ini biasanya tidak banyak membantu*

Tapi lain halnya ketika mengawas ujian mahasiswa baru semester 1, mungkin tidak terlalu ribut, dan cukup berikan perhatian dengan tatapan mata tajam dan datar pada mahasiswa-mahasiswa yang mencoba untuk mencontek.

Kemudian kenali beberapa modus yang biasa mahasiswa lakukan demi upaya melakukan contekisasi!!!

Seperti : Pinjem-pinjeman tip-X, pura-pura nanya ke teman ini soalnya gimana, duduk dimereng-merengin, pura-pura mengkhayal… à Jika menemukan aktivitas-aktivitas semacam ini, ini JELAS MODUS KERAS….harap waspada!!! #heavyModus😀

Hufftt…

Actually, saya pribadi terkadang merasa kasihan juga sama mahasiswa. Terlebih jika terlalu banyak aturan yang diterapkan sedari awal. Begitu tampak tampang merana dan cemas mereka. Maka kadang karena tidak tega, saya tidak terlalu menegur ketika melihat mereka berdiskusi, asal tidak terlalu ribut. #plak!!Ampuni hambaa Ya Allohhh…Mengawas ujian mahasiswa memang dilema banget. Saya juga tidak ingin mahasiswa membenci ataupun takut karena dikira kejam saat mengawas… Ck. Ck. Ck.

Namun saya akan lebih menghargai mahasiswa yang tenang, ingin mencontek tetapi tidak menimbulkan keributan dan tidak mengganggu temannya, dibandingkan mahasiswa yang sudahlah mencontek, heboh sendiri, dan senang menarik perhatian dengan menciptakan joke-joke garing selama ujian.

Tapi dengan kenyataan seperti ini semestinya semakin membuat kita prihatin, bahwa tradisi mencontek dan berdiskusi ketika ujian semakin mendarah daging di dalam jiwa pelajar saat ini. =..=

Saya pribadi juga belum menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini. Namun saya bertekad, suatu saat ketika saya sudah menjadi dosen profesional, saya tidak akan memberikan nilai yang hanya berpatokan pada hasil evaluasi / ujian di atas kertas saja. #sikap!

Mari ciptakan generasi muda yang jujur, bersih, dan adil!! *bukan kampanye* =..=

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s