Pergantian Tahun. So, what??

Hari ini saya berjalan ke arah jam gadang, berencana mengunjungi Ramayana untuk melihat lihat apakah ada sepatu yang nyaman untuk bisa saya pakai bekerja. Ya, saya cukup berjalan ke sana karena jarak antara kos-kosan dengan Jam gadang Pasa Ateh tidak terlalu jauh. And see… jalanan ramai, angkot juga susah untuk berjalan cepat, justru membuang waktu jika ke Pasa Ateh naik angkot. Hampir sama ramainya dengan hari Raya!

Oh my Gosh! Saya baru sadar!! Sekarang tanggal 1 Januari 2014!!! Itu berarti tahun baru!! Itu berarti tanggal merah!! Itu berarti kebanyakan umat di Sumatera Barat akan memanfaatkan moment ini untuk jalan-jalan keluarga di tahun baru!! Dan sialnya, pesona Bukittinggi sebagai Paris van Sumbar tidak bisa dielakkan sebagai salah satu destinasi tujuan wisata. Dan saya heran, apanya yang menyenangkan jika pada akhirnya lebih banyak pemandangan manusia tumpah ruah, macet dimana-mana ketimbang view kota yang menarik?? Berjalan saja berdesakan, apalagi jika memaksakan diri masuk pasar?? Beuh, apalagi tadi malam ya… Pasti sesak sekali dengan orang-orang yang konon kabarnya ingin merayakan malam pergantian tahun.

Ini pertama kalinya saya berada di Kota Bukittinggi ketika pergantian tahun. Saya tidak begitu antusias, dan saya baru ingat jika seharian kemaren sepulang bekerja saya hanya mendekam di kos-an sampai pagi hari tanggal 1 Januari menjelang. Semalaman saya berusaha mengabaikan bunyi terompet yang entah kenapa selalu bersahut-sahutan sejak 5 hari yang lalu dan semakin menjadi-jadi sejak kemaren sore! Bunyinya beriringan dengan ledakan kembang api, mercon, dan entah apalagi itu, apalagi di Lapangan Kantin kabarnya ada konser. Heran… bunyi terompet dan bunyi ledakan mercon begitu apa enaknya ya?? Berisik iyaa!!!

Ini mungkin resiko tinggal di pusat kota wisata. Momen apa-apa aja efeknya terlalu didramatisir. Seumur hidup saya tidak pernah merayakan malam pergantian tahun. Saya juga tidak mengucapkan “Selamat tahun baru” kepada kedua orang tua, saudara, keluarga, ataupun teman-teman. Saya tidak terlalu peduli dengan kehebohan orang-orang sekitar tentang “Malam pergantian tahun mau kemana??”. Saya lebih peduli dengan –> tanggal merahnya yang berarti libur kuliah bisa pulang kampung, libur bekerja bisa leyeh-leyeh di kosan, banyak film-film box office yang muncul di layar kaca, dan setelah ini harus mulai membiasakan diri untuk tidak salah menuliskan angka tahun Masehi karena sekarang tahun sudah bertambah satu. Just it. Sedangkan untuk resolusi (dan perencanaan hidup), sepanjang tahun kapan mood, saya selalu memperbaharui resolusi dan master planning kehidupan. Seperti : ketika wisuda, ketika tanggal berulang tahun, ketika lebaran, ketika pergantian tahun Hijriah, atau ketika melihat keberhasilan seseorang, ketika kapan saja asal lagi mood!! Intinya :Tidak harus menunggu pergantian tahun dulu baru bikin resolusi. Rugi banget…. kan bisa aja jadi 3 kali setahun, atau sekali dalam sebulan, atau sepanjang waktu, sepanjang beribadah dan berdoa!! Tapi kalau ada yang berniat mengupdate resolusinya di pergantian tahun Masehi juga tidak apa-apa sih. Saya juga pernah melakukannya. Intinya : Kapan mood!! #pfffftttt

Oh iya… terkait perayaan malam pergantian tahun, mungkin sudah merupakan rahasia umum jika malam itu sering diselewengkan menjadi malam maksiat. Banyak yang minum khamar, tertawa hura-hura, bahkan berzina. Dan saya rasanya masih tidak bisa percaya jika keesokan harinya di kota Bukittinggi sering ditemukan kondom-kondom bekas pakai bertaburan. Saya pernah mendengar desas desus ini sejak beberapa tahun silam ketika masih kuliah di Padang. Dan ketika sudah berada langsung di Bukittinggi, ternyata kesaksian yang lebih nyata juga diungkapkan oleh beberapa rekan di kampus. Astagfirullah… ngeri!!

Mungkin inilah kenapa Allah dan Rasulullah melarang kita untuk tidak terlalu bersuka cita terhadap hal-hal yang tidak penting. Karena suka cita yang berlebihan sering membuat orang-orang menjadi lupa dan lebih gampang dihasut syetan. Apalagi jika syetannya berwujud kawan, teman se-gank, dan PACAR!!! Syetan yang teramat nyata!!

Jadi kenapa merayakan malam tahun baru itu TIDAK DISARANKAN?? (saya ngeri jika menuliskan kata “DIHARAMKAN”) Karena Dampak, mudhorat serta “efek samping” nya lebih besar ketimbang manfaat. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam sendiri melarang begadang tanpa ada keperluan yang penting dan bermanfaat apalagi jika hal tersebut akan membuat lalai ketika sholat Subuh. Allah dan Rasulullah juga melarang kita untuk tidak membuang-buang harta pada hal-hal yang tidak bermanfaat.

Laaah, apa manfaatnya coba menunggu detik menuju 00.00 di 1 Januari?? Gak ditunggu dan dirayakan pun ia akan tetap menuju kesana. Kecuali kalau ada protap akan terjadi musibah atau waktu yang akan berhenti secara tiba-tiba jika manusia tidak menyambut kedatangan pergantian tahun dengan meriah. Gaaaak adaaaa kaaannnn????

Dan… sejak kapan dalam islam ada perayaan tahun baru Masehi??? Lah perayaan tahun baru Hijriah saja tidak disarankan. Ini jelas bukan budaya Islam! Kita Cuma punya 2 hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha!! Selain itu, berarti tak patutlah kita hurahurakan. #sikap

1

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

7 Responses to Pergantian Tahun. So, what??

  1. lazione budy says:

    sama, saya tahun baru kerja. santai saja.
    saat hari pertama 2014 saya mendekam di kamar nonton film.
    emang apanya yg mau dirayakan?

  2. Mau berubah yaa, berubah saja. Tak perlu menunggu tahun baru (Power Ranger)

  3. Sandurezu サンデゥレズ says:

    sensasi yg sama pas dinas malam di pergantian tahun.. sepertinya bobo jauh lebih menggiurkan, ckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s