Kontribusi

Just another random writing.Tidak sempat melakukan editing, so don’t expect too much…

~Wirid pengajian hari ini bertemakan tentang Tawadhu, dalam meningkatkan kontribusi dan kebermanfaatan diri di lembaga.

Entah mengapa materi ini sepertinya sangat cocok dan hmmm sangat matchinglah dengan suasana perasaan yang akhir-akhir ini melanda di dalam hati. Pasalnya, semakin hari semakin banyak dan berat tuntutan pekerjaan. Aku sangat meyakini bahwa ini adalah sebuah perpindahan fase yang sangat normal ketika engkau sedang meniti karir.

Namun adakalanya dengan setumpuk tanggungjawab yang besar, kadang tak hanya cukup dengan kita kemudian tekun dan menjadi autis dengan pekerjaan sendiri sudah cukup untuk membereskan segala hal. Akan ada begitu banyak kendala dan juga hambatan. Terutama jika engkau bekerja melibatkan orang lain di dalamnya.

Disinilah ketangguhan diri akan diuji. Sampai sejauh mana engkau bisa membereskannya dengan cara yang cantik. Dan melibatkan Allah dalam segala tindakan adalah penguat seorang hamba dalam memperkuat diri terhadap badai yang silih berganti datang.

Ingat dengan hadist Arba’in 1?? Ya, tentang Niat dan Ikhlas “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan….”

Ketika kita sudah berorientasi untuk melaksanakan sebuah tanggungjawab karena tergiur dengan materi yang akan diraih, maka hanya sampai disitulah point yang akan kita dapatkan dengan konsekuensi : Harus bersiap-siap kecewa jika ternyata materi yang didapatkan tidak sebesar apa yang diekspektasikan. Jika kita melakukan sesuatu hanya untuk menarik perhatian orang lain, atau mendapatkan kedudukan, pangkat dan golongan, maka semuanya hanya akan bernilai pada kedudukan yang diharapkan.

Dan ketika kita tidak mendapatkan apa yang diekspektasikan sedari awal, selain dari kekecewaan, juga akan menyebabkan menurunnya produktivitas kerja, kurang maksimalnya kualitas kerja yang kita berikan. Niat akan mempengaruhi produktivitas pekerjaan. Begitu juga dengan anggota badan akan digerakkan oleh suasana hati. Ketika hati bersih, maka raga akan bekerja dengan baik, dan sebaliknya ketika suasana hati sudah buruk, akan berefek kepada pencitraan raga yang buruk.

Berkontribusi berarti memberikan lebih banyak ketimbang menerima. Dan selalu libatkan Allah dalam setiap kontribusi.Bagaimana caranya? Tawadhu’. Rendahkan dirim kembalikan segala sesuatuya kepada Allah. Iringi setiap pekerjaan dengan mengucapkan nama Allah dan berdo’a kepadaNya. Syukuri setiap hasil dan pencapaian, cara bersyukur??? Banyak-banyak lah memberi. Sesungguhnya apa yang benar-benar menjadi milik kita adalah apa yang sudah kita berikan di jalan kebaikan dengan nama Allah. Tidak punya materi untuk diberikan??? Memberi tidak hanya berupa benda, uang, non materi pun bisa kita berikan kepada yang lainnya. Contohnya?? Senyum, kesabaran, memaafkan kesalahan orang lain, mendoakan kebaikan untuk orang lain. Semakin banyak memberi, semakin banyak kembalinya.

Sikap tawadhu akan semakin menambah kemuliaan seseorang.

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
Gallery | This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kontribusi

  1. lazione budy says:

    niat yg tulus untuk kebaikan sudah dihitung pahala.
    luar biasa ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s