#loveAmak

Barusan menemukan akun facebook salah seorang sepupu. Sudah lama tidak main bersama karena jarak umur kami yang terasa sangat jauh saat ini. Apalagi sekarang dia sedang memasuki fase remaja tanggung (SMP) yang entah kenapa anak lelaki di usia mereka sudah enggan bermain-main dengan riang gembira di halaman rumah bersama adik-adik, kakak, atau sepupu yang lain. Sudah tidak sering berteriak-teriak lagi ketika berkumpul sesama anak-anak.

Mereka cenderung bersikap so(k) cool. Jadi pendiam selama di rumah. Lebih senang bermain dengan remaja seusia . Lebih senang mengurusi PS, club sepak bola, gaya rambut atau obat jerawat layaknya remaja remaji saat ini. 《padahal dulu juga doyannya main kelereng, main tanah, atau main sepeda😦 》

Saya ingat bocah satu ini cukup nakal dan “mada” di usia kanak-kanak nya. Sering tidak menuruti kata-kata Ibu nya, seenaknya, dan kadang manja. Berbanding lurus dengan anak yang sering tidak menuruti kata-kata orang tuanya, si ibu juga tak jarang terdengar mengomel, marah, berteriak berkepanjangan setiap harinya. Sebuah interaksi yang seimbang menurutku. Hehehe…. meski begitu, ia anak yang rajin jika dimintai bantuan olehku, ataupun ibunya*kadang-kadang*, dan ibunya juga tak segan-segan mencukupi segala keperluannya apalagi itu menyangkut urusan sekolah. Bahkan ibunya rela menyiapkan air hangat untuk mandi pagi, menyiapkab bekal (walau sering gak dimakan), bahkan menyelesaikan prakarya jahit menjahit dari sekolahnya demi bocah ini. Ah kadang saya takut jika kelak ia menjadi anak durhaka karena sering tak patuh pada ibunya.😦

Jadi semenjak move on demi menempuh pendidikan, kami sudah jarang berinteraksi. Dia sekarang pemalu kalau bertemu denganku. Hahaha…

Dan barusan, setelah sekian lama tak mendapatkan kabar terbaru, saya menemukan akun fb nya dari akun adik yang di tag-kan foto olehnya (*ribet beut bahasanya -_-). Tidak menyangka anak ingusan seperti dia sudah punya akun fb (kehkehkehe).

Setelah stalker berandanya yang tak dikunci itu, saya menemukan fakta bahwa di balik sosoknya yang saat ini pendiam dan sok cool di rumah itu ternyata dia bisa menjadi (sok)keren di status-status Fb nya walau kadang alay . Kehekehkeh…😀

Dan saya mendadak terharu setelah menemukan status fb seperti ini di berandanya.

image

Meski ini diposting dalam rangka autisme perayaan Hari ibu, tetapi saya menemukan sebentuk ketulusan di dalam kata-kata ini.

Saya pikir ini adalah perasaan asli dari seorang anak, senakal, sebadung, dan se*apapun itulah namanya* kepada orang tuanya.

Meskipun saling berteriak merupakan bentuk aneh mereka dalam mengungkapkan kasih sayang, tapi saya tau… prediksi saya di masa lampau *insyaAllah* tidak terjadi.

😀

#LoveAmaForeverAndEver

About ainicahayamata

Nursing Lecturer who falling in love with words and Arts| Blogger | Maternity Nursing Specialist Candidate | twitter: @aini_cahayamata| Belajar Mengendalikan kata dalam tulisan|
This entry was posted in Cuap-Cuap Aini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s